Minta Invasi ke Iran Dilanjutkan, tapi Negara-negara Arab Tak Mau Ikut Perang Langsung

Senin, 23 Maret 2026 - 06:05 WIB
loading...
A A A
“Kepentingan nasional Iran dan Amerika terletak pada pengakhiran permusuhan sedini mungkin,” tulis Menteri Luar Negeri Oman Badr Albusaidi di The Economist pekan lalu.

Negara-negara yang berpikir sebaliknya juga tidak semuanya sama-sama berkomitmen pada gagasan bahwa pertempuran harus berlanjut. Dua pejabat Teluk yang berbicara kepada The Times of Israel mencatat bahwa hal itu paling kuat dirasakan di UEA, sementara negara-negara lain lebih ragu-ragu mengenai berapa lama kampanye militer harus berlangsung.

Namun demikian, pengakuan akan perlunya melemahkan kemampuan militer Iran lebih lanjut cukup luas sehingga beberapa negara GCC, termasuk Arab Saudi dan UEA, mempertimbangkan untuk bergabung dengan serangan AS dan Israel terhadap Iran, kata pejabat Teluk kedua.



Keempat pejabat tersebut sepakat bahwa serangan AS dan Israel kemungkinan tidak akan menjatuhkan rezim Iran. Namun, mereka berbeda pendapat tentang seberapa besar pengaruh militer Republik Iran perlu dilemahkan untuk menghilangkan kemampuan Teheran dalam menimbulkan ancaman.

“Kami ingin perang ini berakhir dengan Iran kehilangan kemampuan untuk membahayakan negara-negara tetangganya,” kata pejabat Teluk ketiga.

Pejabat Teluk kedua lebih spesifik, menegaskan bahwa perang harus berlanjut hingga lokasi pembuatan rudal dan drone Iran dihancurkan.

Ia mengakui bahwa Iran masih memiliki pengetahuan untuk mengisi kembali persenjataannya, tetapi menegaskan bahwa “kerusakan generasi” akan cukup.

“Iran mencari realitas strategis baru setelah perang di mana AS dan Israel berpikir dua kali sebelum menyerangnya lagi,” kata pejabat itu, menambahkan bahwa negara-negara Teluk ingin Iran berpikir dua kali sebelum menyerang mereka lagi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Meski IRGC Tutup Selat...
Meski IRGC Tutup Selat Hormuz, Perundingan Damai AS dan Iran Digelar di Swiss
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Militer AS Waspada
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz karena Israel Serang Lebanon
Israel Melakukan Segala...
Israel Melakukan Segala Cara untuk Menggagalkan Perundingan AS dan Iran
Ini 3 Kemewahan Jet...
Ini 3 Kemewahan Jet Mewah Qatar untuk Armada Air Force One Donald Trump
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Selatan Tewaskan 16 Orang
Ini Alasan Trump Ingin...
Ini Alasan Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran
Rekomendasi
Pemerintah Paksa Daerah...
Pemerintah Paksa Daerah Hentikan Open Dumping Sampah dengan Skema Stick and Carrot
Dukung Pendanaan UMKM,...
Dukung Pendanaan UMKM, Easycash Perkuat Tata Kelola dan Manajemen Risiko
Kritisi Parpol Koalisi,...
Kritisi Parpol Koalisi, Deddy PDIP: Jika Tidak Nyaman dengan Situasi Politik, Silakan Keluar dari Pemerintahan
Berita Terkini
Meski IRGC Tutup Selat...
Meski IRGC Tutup Selat Hormuz, Perundingan Damai AS dan Iran Digelar di Swiss
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
Raja Charles Inggris...
Raja Charles Inggris Akan Ungkap Tagihan Pajak Pribadinya, Berapa Besar?
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
Infografis
Negara-Negara Arab Kompak...
Negara-Negara Arab Kompak Menolak Bantu AS Serang Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved