Trump Buat Lelucon Pearl Harbor di Depan PM Jepang yang Terkejut, AS Harusnya Waspada?
Jum'at, 20 Maret 2026 - 17:30 WIB
loading...
A
A
A
Trump kemudian memuji Takaichi sebagai "wanita yang luar biasa," menambahkan mereka membahas dukungan Jepang untuk AS dalam perang Iran. "Mereka benar-benar menunjukkan kemampuan mereka," tambahnya, tanpa memberikan detail.
Laporan Wall Street Journal pada hari Kamis mengatakan, "Sekutu lama Amerika tidak diberitahu tentang rencana pertempuran hingga beberapa jam sebelum serangan pertama," menambahkan hal itu sangat "membuat marah" bagi negara-negara Teluk, yang menjadi sasaran serangan balasan Iran.
Komentar Trump muncul di tengah semakin lebarnya keretakan antara AS dan anggota NATO Eropa atas konflik Iran.
Trump memperingatkan rekan-rekan NATO Eropanya bahwa blok tersebut dapat menghadapi "masa depan yang sangat buruk" kecuali mereka meningkatkan upaya untuk membantu membuka blokade Selat Hormuz.
Para pemimpin Eropa telah menolak pernyataan tersebut. Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius mengatakan, "ini bukan perang kita."
Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, mencatat "tidak ada keinginan" di antara negara-negara anggota untuk terlibat secara aktif dalam konflik tersebut.
Laporan Wall Street Journal pada hari Kamis mengatakan, "Sekutu lama Amerika tidak diberitahu tentang rencana pertempuran hingga beberapa jam sebelum serangan pertama," menambahkan hal itu sangat "membuat marah" bagi negara-negara Teluk, yang menjadi sasaran serangan balasan Iran.
Komentar Trump muncul di tengah semakin lebarnya keretakan antara AS dan anggota NATO Eropa atas konflik Iran.
Trump memperingatkan rekan-rekan NATO Eropanya bahwa blok tersebut dapat menghadapi "masa depan yang sangat buruk" kecuali mereka meningkatkan upaya untuk membantu membuka blokade Selat Hormuz.
Para pemimpin Eropa telah menolak pernyataan tersebut. Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius mengatakan, "ini bukan perang kita."
Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, mencatat "tidak ada keinginan" di antara negara-negara anggota untuk terlibat secara aktif dalam konflik tersebut.
Lihat Juga :