Tak Mau Perang Iran Terulang di Eropa, Prancis Perkuat Persenjataan Nuklirnya

Rabu, 18 Maret 2026 - 16:09 WIB
loading...
A A A


“Prancis terlibat dalam upaya diplomatik, meskipun Eropa terpinggirkan dalam negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran,” kata Foucher.

Pengumuman Macron datang pada saat Eropa berupaya untuk berdiri teguh, independen dari AS dan payung nuklirnya.

“Kita hidup di era percepatan geopolitik, di mana ancaman konvensional dan perang kembali dengan sangat cepat,” kata Roos. “Jadi ada perasaan bahwa opsi nuklir harus terlihat di meja perundingan.”

Dalam pidatonya, Macron mengatakan, “Kita berada di alam semesta strategis yang berbeda.”

“Setengah abad berikutnya… akan menjadi era senjata nuklir.”

Terlepas dari retorika yang kuat, Prancis menghadapi tantangan berat untuk meningkatkan kemampuannya.

“Anda membutuhkan anggaran yang lebih besar. Itu berarti setidaknya tambahan 100 miliar euro per tahun [$115 miliar], dan itu tidak akan datang dengan lebih banyak utang. Itu akan datang dengan pengurangan pengeluaran di bidang lain,” kata Roos. “Untuk membuatnya berkelanjutan, Prancis perlu meningkatkan pengeluaran pertahanan mereka secara signifikan.”

Masa kepresidenan Macron berakhir sekitar satu tahun lagi, dengan pemilihan umum dijadwalkan pada April 2027.

“Dia sangat lemah di dalam negeri,” kata Roos. “Macron hanya memiliki panggung dunia, karena secara konstitusional, dia adalah penguasa, jika boleh saya katakan demikian, kebijakan luar negeri dan pertahanan. Dia tahu dia hanya punya satu tahun lagi untuk benar-benar mengukuhkan warisannya sebagai seseorang yang membangunkan Eropa setelah puluhan tahun tertidur.”

Untuk berhasil, Macron perlu memperkuat aliansi Eropa, termasuk koordinasi untuk payung nuklir Uni Eropa.

“Dia tahu bahwa tidak akan ada warisan dalam urusan global dan kebijakan luar negeri jika warisannya di Eropa tidak jelas,” kata Roos.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Jawab Ancaman Trump:...
Iran Jawab Ancaman Trump: AS Sebaiknya Berhati-hati!
Trump Ancam Serang Iran...
Trump Ancam Serang Iran Sangat Keras Jika Tak Kendalikan Hizbullah!
4 Prasyarat Iran untuk...
4 Prasyarat Iran untuk Negosiasi di Swiss, Dapat Dana Segar Rp106 Triliun
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Dilaporkan Akan Mengundurkan Diri pada Senin
Zelensky Ajak Putin...
Zelensky Ajak Putin Bertemu di AS: Kalau Diminta Trump Dia Sulit Menolak
Rekomendasi
Dokter Tifa Masih Diinfus...
Dokter Tifa Masih Diinfus dan Roy Suryo Tidak Mau Makan Obat
3 Lanud Naik Jadi Tipe...
3 Lanud Naik Jadi Tipe B, Ini Daftar Kolonel TNI AU yang Dilantik sebagai Danlanud
Uruguay vs Cape Verde...
Uruguay vs Cape Verde 2-2: Tiket Fase Gugur Ditentukan di Laga Pemungkas
Berita Terkini
Aktor Breaking Bad Giancarlo...
Aktor 'Breaking Bad' Giancarlo Esposito Masuk Islam saat Syuting di Arab Saudi
Iran Jawab Ancaman Trump:...
Iran Jawab Ancaman Trump: AS Sebaiknya Berhati-hati!
Trump Ancam Serang Iran...
Trump Ancam Serang Iran Sangat Keras Jika Tak Kendalikan Hizbullah!
4 Prasyarat Iran untuk...
4 Prasyarat Iran untuk Negosiasi di Swiss, Dapat Dana Segar Rp106 Triliun
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved