Diajak Trump Gabung Koalisi, PM Inggris: Perang Iran Tak Boleh Untungkan Putin

Senin, 16 Maret 2026 - 19:07 WIB
loading...
A A A
Perdana menteri mengatakan nalurinya adalah untuk "melindungi masyarakat dari biaya hidup", menambahkan bahwa inilah mengapa pemerintah telah menerapkan langkah-langkah seperti pembatasan tagihan energi.

Mengenai apa yang mungkin terjadi dalam tiga hingga enam bulan ke depan, Starmer mengatakan ia tidak akan berpura-pura tahu seperti apa situasinya di masa depan.

Ia mengatakan pendekatan terbaik adalah menurunkan eskalasi konflik, karena ini akan menjadi cara yang paling "sederhana dan efektif" untuk mengatasi biaya hidup.

Kemudian, Starmer mengatakan bahwa memutuskan apakah akan mengerahkan pasukan Inggris adalah pertanyaan tersulit bagi setiap perdana menteri.

Ia melanjutkan dengan mengatakan bahwa jika ia akan mengirim pasukan ke medan berbahaya, mereka berhak untuk mengetahui bahwa mereka dapat melakukannya secara legal dengan "rencana yang dipikirkan dengan matang".

Starmer melanjutkan dengan menjelaskan bagaimana ia melihat kepemimpinannya, dengan mengatakan bahwa itu "tentang berdiri teguh untuk kepentingan Inggris, apa pun tekanannya".

"Saya percaya waktu akan menunjukkan bahwa kita memiliki pendekatan yang tepat," tambahnya, sebelum membuka sesi tanya jawab.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Posisi Iran Jadi Pemenang,...
Posisi Iran Jadi Pemenang, Israel Tetap Berstatus Pecundang
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Evaluasi Harga BBM Non-Subsidi Pascaanjloknya Harga Minyak Dunia
China Tangkap Warga...
China Tangkap Warga Negara AS Atas Tuduhan Spionase
Pesawat Pengebom B-52...
Pesawat Pengebom B-52 AS Jatuh hingga Meledak Dahsyat, 8 Orang Tewas
Rekomendasi
Pembaruan Windows 11...
Pembaruan Windows 11 Menyebabkan Serangkaian Bug Serius
Elza Syarief Mendadak...
Elza Syarief Mendadak Mundur sebagai Pengacara Sony Sonjaya, Alasannya Merasa Dibohongi
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Evaluasi Harga BBM Non-Subsidi Pascaanjloknya Harga Minyak Dunia
Berita Terkini
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Momen Terakhir Wanita...
Momen Terakhir Wanita Tewas dalam Bungee Jumping 39 Meter: 'Bernapas Terengah-engah'
Infografis
Trump Tak Khianati Ukraina...
Trump Tak Khianati Ukraina dalam Perang Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved