Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei Langsung Hujani Israel dengan Rudal

Senin, 09 Maret 2026 - 09:50 WIB
loading...
Jadi Pemimpin Tertinggi...
Ayatollah Mojtaba Khamenei ditunjuk menjadi pemimpin tertinggi Iran. Beberapa jam kemudian, Iran hujani Israel dengan rudal. Foto/Money Control
A A A
TEHERAN - Iran melancarkan serangan rudal ke Israel pada hari Senin (9/3/2026) setelah pengangkatan pemimpin tertinggi baru Republik Islam, Ayatollah Mojtaba Khamenei. Serangan pertama di bawah komando Mojtaba ini disiarkan stasiun televisi pemerintah; IRIB.

"Iran menembakkan gelombang rudal pertama di bawah kepemimpinan Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei menuju wilayah pendudukan," tulis IRIB di saluran Telegram-nya.

IRIB juga mengunggah gambar proyektil yang bertuliskan slogan "At Your Command, Sayyid Mojtaba", sebuah referensi keagamaan Muslim Syiah.

Baca Juga: Mojtaba Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Trump: Dia Harus Dapat Persetujuan AS, Jika Tidak...

Di Israel, sirene peringatan akan datangnya rudal meraung-raung di sebagian besar wilayah utara dan tengah negara itu, termasuk kota Tel Aviv dan Haifa. Demikian disampaikan Komando Pertahanan Dalam Negeri Militer Zionis.

Mojtaba dipilih untuk menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas selama gelombang pertama serangan Amerika Serikat (AS)-Israel di Teheran pada 28 Februari.

Majelis Pakar Iran, yang bertugas menyeleksi dan memilih pemimpin tertinggi, mengumumkan pada hari Minggu bahwa Mojtaba Khamenei telah dipilih setelah pertimbangan yang tepat dan menyeluruh.

“Dalam sesi luar biasa hari ini, Majelis Pakar, dengan suara menentukan dari para anggotanya, memilih dan memperkenalkan Ayatollah Seyed Mojtaba Hosseini Khamenei sebagai pemimpin ketiga dari sistem suci Republik Islam Iran,” kata majelis tersebut dalam sebuah pernyataan.

“Sebagai penutup...(Majelis) menyerukan kepada rakyat Iran yang mulia, khususnya para elite dan intelektual seminari dan universitas, untuk bersumpah setia kepada kepemimpinan dan menjaga persatuan di sekitar poros penjagaan,” lanjut pernyataan tersebut.

Lahir pada tahun 1969, Mojtaba adalah anak kedua dari enam anak Ali Khamenei. Sebagai seorang pemuda, dia berjuang sebagai sukarelawan selama Perang Iran-Irak pada tahun 1980-an dan kemudian belajar agama di Qom, salah satu kota tersuci di Iran dan pusat utama teologi Syiah.

Saudari Mojtaba dan beberapa kerabat lainnya tewas dalam serangan udara yang sama yang menewaskan ayahnya. Media Israel melaporkan bahwa Mojtaba sendiri terluka dalam serangan tersebut.

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), melalui sayap medianya; Sepah, telah menyatakan kesetiaan kepada pemimpin tertinggi yang baru.

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, berterima kasih kepada Majelis Pakar karena telah mengadakan pertemuan meskipun terjadi serangan udara yang berkelanjutan dari AS-Israel, termasuk serangan pekan lalu terhadap markas Majelis di Qom.

Dia mengatakan bahwa pemilihan pemimpin tertinggi yang baru berlangsung tepat waktu dan tertib meskipun ada "tipu daya musuh yang berharap terjadi kebuntuan" setelah kematian Ali Khamenei.

Pengangkatan Mojtaba Khamenei terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan tidak akan ada kesepakatan dengan Iran untuk mengakhiri perang kecuali melalui "penyerahan tanpa syarat".

Respons Trump soal Mojtaba Khamenei


Pada hari yang sama, Trump memperingatkan bahwa pemimpin tertinggi Iran yang baru tidak akan bertahan lama tanpa persetujuannya.

Trump sebelumnya menuntut hak untuk ikut campur dalam penunjukan pemimpin tertinggi Iran yang baru dan menolak Mojtaba Khamenei sebagai "orang yang tidak kompeten".

"Dia harus mendapatkan persetujuan dari kami," kata Trump kepada ABC News, merujuk pada Mojtaba.

"Jika dia tidak mendapatkan persetujuan dari kami, dia tidak akan bertahan lama," lanjut Trump.

Namun, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan bahwa keputusan penunjukan Mojtaba tersebut sepenuhnya berada di tangan Iran. "Hal itu tidak akan memungkinkan siapa pun untuk ikut campur dalam urusan domestik kami," katanya.

Araghchi kemudian menuntut agar Trump meminta maaf kepada rakyat di kawasan Timur Tengah atas perang yang semakin memburuk.

Tak hanya Trump yang tidak senang dengan penunjukan Mojtaba sebagai penerus Ali Khamenei. Israel juga bersikap serupa, dan bahkan menjadikan Mojtaba sebagai target utama pembunuhan.

"Kami ingin memberi tahu Anda bahwa tangan Negara Israel akan terus mengejar setiap calon pengganti dan setiap orang yang berupaya menunjuk pengganti," tulis IDF di X.

"Kami memperingatkan semua orang yang berniat untuk berpartisipasi dalam pertemuan pemilihan pengganti bahwa kami tidak akan ragu untuk menargetkan Anda juga. Ini adalah peringatan!" lanjut IDF, seperti dikutip dari The Jerusalem Post.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini 3 Kemewahan Jet...
Ini 3 Kemewahan Jet Mewah Qatar untuk Armada Air Force One Donald Trump
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Aturan Perjalanan Piala...
Aturan Perjalanan Piala Dunia 2026 Dinilai Tak Adil, Iran Ngadu ke FIFA
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Pesawat Air Force One...
Pesawat Air Force One Hadiah dari Qatar untuk Trump Diuji Terbang
Rekomendasi
Indro Warkop Gaungkan...
Indro Warkop Gaungkan Pesan Hidup Sehat Lewat Kebiasaan Harian
Bangun Sinergitas, Pemkot...
Bangun Sinergitas, Pemkot Bogor Bersama Pelaku Usaha Ikuti Kompetisi Padel
Perkuat Akuntabilitas...
Perkuat Akuntabilitas Keuangan Daerah, BSKDN Libatkan Akademisi dalam Validasi IPKD
Berita Terkini
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Ini 3 Kemewahan Jet...
Ini 3 Kemewahan Jet Mewah Qatar untuk Armada Air Force One Donald Trump
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved