China Tolak Perubahan Rezim di Iran dengan Perang, Ini 4 Alasannya

Senin, 09 Maret 2026 - 01:10 WIB
loading...
China Tolak Perubahan...
China tolak perubahan rezim di Iran dengan perang. Foto/X/@CVN78_GRFord
A A A
TEHERAN - China memperingatkan agar tidak berupaya melakukan perubahan pemerintahan di Iran di tengah serangan AS-Israel yang sedang berlangsung, dengan mengatakan bahwa langkah semacam itu tidak mendapat dukungan publik.

“Merencanakan revolusi ‘warna’ atau mengupayakan perubahan pemerintahan tidak akan mendapat dukungan rakyat,” kata Menteri Luar Negeri China Wang Yi dalam konferensi pers di sela-sela pertemuan tahunan penting di Beijing, seperti dilaporkan oleh kantor berita Xinhua milik pemerintah pada hari Minggu.

China Tolak Perubahan Rezim di Iran dengan Perang, Ini 4 Alasannya

1. Mencegah Konflik Meluas

Wang juga menyerukan agar kedaulatan Iran dan semua negara dihormati, dan menuntut “penghentian segera operasi militer” di Timur Tengah untuk mencegah eskalasi dan menghindari meluasnya konflik.

“Ini adalah perang yang seharusnya tidak terjadi, dan ini adalah perang yang tidak menguntungkan siapa pun,” kata Wang. “Kekerasan tidak memberikan solusi, dan konflik bersenjata hanya akan meningkatkan kebencian dan memunculkan krisis baru.”


2. Tinju yang Kuat Tidak Berarti Akal yang Kuat

Rakyat Timur Tengah adalah penguasa sejati kawasan ini, dan urusan kawasan ini harus ditentukan oleh negara-negara di sana secara independen, katanya, seraya mendesak agar tidak ada campur tangan dalam urusan internal.

“Tinju yang kuat tidak berarti akal yang kuat. Dunia tidak dapat kembali ke hukum rimba,” katanya kepada wartawan.

3. Kembali ke Meja Perundingan

Wang mendesak “semua pihak” untuk kembali ke meja perundingan “secepat mungkin” untuk menyelesaikan perbedaan melalui dialog, dan berupaya mewujudkan keamanan bersama.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PBB Perkirakan Pembersihan...
PBB Perkirakan Pembersihan Puing-puing Gaza Perlu Waktu Lebih dari 140 Tahun
Iran Tegaskan Inspektur...
Iran Tegaskan Inspektur IAEA Tak akan Diberi Akses Apa pun ke Lokasi Nuklir yang Dibom
Pemerintah Suriah Terbuka...
Pemerintah Suriah Terbuka untuk Bertemu Hizbullah
PM Pakistan Sharif akan...
PM Pakistan Sharif akan Hadiri Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
Ini Detail Cekcok Trump...
Ini Detail Cekcok Trump dan Mohammed bin Salman Gara-gara Perang Iran
Nekat Melenceng dari...
Nekat Melenceng dari Jalur Bakal Disikat! Iran Ultimatum Keras soal Selat Hormuz
Ayah dan Anak Diselamatkan...
Ayah dan Anak Diselamatkan Setelah 4 Hari Terkubur Reruntuhan Bangunan Pasca-gempa Venezuela
Korban Tewas Gempa Venezuela...
Korban Tewas Gempa Venezuela Nyaris 2.300 Orang, AS Kirim 2.000 Tentara Bantu Cari Korban
Rekomendasi
Bulan Juni 2026, Ilmuwan...
Bulan Juni 2026, Ilmuwan Sebut Air Laut Mulai Mendidih
Nekat Melenceng dari...
Nekat Melenceng dari Jalur Bakal Disikat! Iran Ultimatum Keras soal Selat Hormuz
Jelajahi Dataran Tinggi...
Jelajahi Dataran Tinggi dan Perkotaan, BYD M6 DM Media Challenge Buktikan Efisiensi Teknologi Dual Mode
Berita Terkini
PBB Perkirakan Pembersihan...
PBB Perkirakan Pembersihan Puing-puing Gaza Perlu Waktu Lebih dari 140 Tahun
Iran Tegaskan Inspektur...
Iran Tegaskan Inspektur IAEA Tak akan Diberi Akses Apa pun ke Lokasi Nuklir yang Dibom
Pemerintah Suriah Terbuka...
Pemerintah Suriah Terbuka untuk Bertemu Hizbullah
PM Pakistan Sharif akan...
PM Pakistan Sharif akan Hadiri Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved