Inggris Bersiap Kerahkan Kapal Induk ke Timur Tengah, Perang Makin Panas
Minggu, 08 Maret 2026 - 08:04 WIB
loading...
A
A
A
Perang ini pecah sejak Sabtu, 28 Februari 2026, setelah AS dan Israel melakukan serangan udara terhadap Iran. Serangan hari pertama telah menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei bersama dengan para pemimpin senior lainnya.
Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan jet tempur siluman F-35 dan Typhoon terus melakukan operasi udara di atas Yordania, Qatar, dan Siprus untuk membela kepentingan Inggris. AS juga telah mulai menggunakan pangkalan Inggris untuk "operasi pertahanan khusus", dengan sebuah pesawat pengebom B-1 Lancer tiba di RAF Fairford di Gloucestershire pada Jumat malam. Tiga pesawat lagi menyusul pada Sabtu pagi.
Juru bicara Kementerian Pertahanan mengatakan: “Kami telah memperkuat kehadiran militer Inggris di Timur Tengah sejak Januari, dan kami telah mengerahkan kemampuan untuk melindungi warga Inggris dan sekutu kami di wilayah tersebut, termasuk pesawat tempur Typhoon, jet F-35, sistem pertahanan udara, dan tambahan 400 personel ke Siprus."
“Sejak serangan dimulai, kami telah mengerahkan jet-jet Inggris di langit untuk menembak jatuh pesawat tak berawak dan telah mengirimkan aset tambahan ke wilayah tersebut untuk lebih memperkuat pertahanan udara kami, termasuk lebih banyak pesawat tempur Typhoon dan helikopter Wildcat dengan rudal anti-pesawat tak berawak," paparnya.
“HMS Prince of Wales selalu dalam kesiapan yang sangat tinggi dan kami meningkatkan kesiapan kapal induk tersebut, mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk berlayar untuk setiap pengerahan," imbuhnya.
Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan jet tempur siluman F-35 dan Typhoon terus melakukan operasi udara di atas Yordania, Qatar, dan Siprus untuk membela kepentingan Inggris. AS juga telah mulai menggunakan pangkalan Inggris untuk "operasi pertahanan khusus", dengan sebuah pesawat pengebom B-1 Lancer tiba di RAF Fairford di Gloucestershire pada Jumat malam. Tiga pesawat lagi menyusul pada Sabtu pagi.
Juru bicara Kementerian Pertahanan mengatakan: “Kami telah memperkuat kehadiran militer Inggris di Timur Tengah sejak Januari, dan kami telah mengerahkan kemampuan untuk melindungi warga Inggris dan sekutu kami di wilayah tersebut, termasuk pesawat tempur Typhoon, jet F-35, sistem pertahanan udara, dan tambahan 400 personel ke Siprus."
“Sejak serangan dimulai, kami telah mengerahkan jet-jet Inggris di langit untuk menembak jatuh pesawat tak berawak dan telah mengirimkan aset tambahan ke wilayah tersebut untuk lebih memperkuat pertahanan udara kami, termasuk lebih banyak pesawat tempur Typhoon dan helikopter Wildcat dengan rudal anti-pesawat tak berawak," paparnya.
“HMS Prince of Wales selalu dalam kesiapan yang sangat tinggi dan kami meningkatkan kesiapan kapal induk tersebut, mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk berlayar untuk setiap pengerahan," imbuhnya.
Lihat Juga :