Meski Sudah Minta Maaf, Iran Tetap Gempur Riyadh, Dubai dan Doha

Sabtu, 07 Maret 2026 - 16:21 WIB
loading...
Meski Sudah Minta Maaf,...
Meski sudah minta maaf, Iran tetap gempur Riyadh, Dubai dan Doha. Foto/X/@mydurgeshshukla
A A A
TEHERAN - Beberapa menit setelah Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan bahwa negaranya meminta maaf atas serangan terhadap negara-negara tetangga, bahwa mereka tidak bermaksud menyerang wilayah negara-negara Arab tetangga dan bahwa mereka menyetujui untuk tidak meluncurkan rudal ke arah negara-negara tetangga kecuali jika diserang, namun demikian ledakan lain di langit di atas Doha dan alarm keamanan berbunyi.

"Dewan kepemimpinan sementara Iran menyetujui bahwa negara-negara tetangga tidak akan lagi diserang, kecuali jika serangan terhadap Iran berasal dari sana," kata Presiden Masoud Pezeshkian, dilansir Al Jazeera.

Dalam pernyataan yang dimuat oleh media Iran, presiden juga meminta maaf kepada negara-negara tetangga atas serangan yang terjadi beberapa hari terakhir.



Presiden Iran mengatakan bahwa tuntutan Amerika Serikat untuk penyerahan tanpa syarat adalah "mimpi yang harus mereka bawa sampai ke liang kubur."

Presiden Masoud Pezeshkian menyampaikan pernyataan tersebut dalam pidato yang direkam sebelumnya dan disiarkan oleh televisi pemerintah.

Komentar tersebut muncul ketika serangan udara Iran yang intens menargetkan negara-negara Teluk Arab, sementara Israel dan Amerika Serikat terus melancarkan serangan udara yang menargetkan Republik Islam Iran.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Setelah 13 Hari Menyerang...
Setelah 13 Hari Menyerang Iran, Trump Tunda Invasi Udara, Ini 5 Pertimbangannya
Iran Klaim Tewaskan...
Iran Klaim Tewaskan 200 Tentara AS, Pentagon Sebut Hanya 14, Siapa yang Bohong?
Intelijen AS: Mojtaba...
Intelijen AS: Mojtaba Khamenei Lebih Tertarik Kembangkan Senjata Nuklir daripada Ayahnya
Trump Batal Serang Iran...
Trump Batal Serang Iran Besar-besaran usai Jenderal AS Peringatkan Krisis Rudal Patriot
Iran Klaim Hancurkan...
Iran Klaim Hancurkan 11 Pesawat Militer dan Bunuh 200 Tentara AS, Sebut Data Pentagon Bohong
Apakah Strategi Panas...
Apakah Strategi Panas dan Dingin yang dilakukan Trump untuk Menekan Iran Bisa Sukses?
Korsel Terjunkan Robot...
Korsel Terjunkan Robot PiBot untuk Kemudikan Kapal Perang
Arab Saudi Gempur Hodeidah,...
Arab Saudi Gempur Hodeidah, Houthi Ancam Balas: Konflik Yaman Kembali Memanas
Terungkap! Drone Iran...
Terungkap! Drone Iran Tembus Fasilitas CIA di Arab Saudi dengan Akurasi Tinggi
Rekomendasi
4 Jembatan Putus Akibat...
4 Jembatan Putus Akibat Banjir di Aceh Utara, BNPB: Anomali Cuaca di Tengah Kemarau
Kris Dayanti Borong...
Kris Dayanti Borong 2 Medali Emas di Kejuaraan Nasional Wushu
Jaksa Agung Minta Maaf...
Jaksa Agung Minta Maaf ke Publik, Sebut Kasus Eks Jampidus Jadi Momentum Berbenah
Berita Terkini
Pemukim Israel Bakar...
Pemukim Israel Bakar 2 Masjid Bersejarah di Tepi Barat, Hamas: Lanjutkan Jalan Perlawanan
Setelah 13 Hari Menyerang...
Setelah 13 Hari Menyerang Iran, Trump Tunda Invasi Udara, Ini 5 Pertimbangannya
30.000 Tentara Korea...
30.000 Tentara Korea Utara Akan Dikirim ke Perang Ukraina
Kapal Induk Nuklir George...
Kapal Induk Nuklir George Washington AS Unjuk Kekuatan di Laut China Selatan
Iran Klaim Tewaskan...
Iran Klaim Tewaskan 200 Tentara AS, Pentagon Sebut Hanya 14, Siapa yang Bohong?
Wanita Keturunan China...
Wanita Keturunan China yang Magang di Markas Militer NATO Ditangkap atas Tuduhan Mata-mata
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved