Iran Lebih Banyak Tembakkan Rudal dan Drone ke Negara-negara Arab daripada ke Israel

Kamis, 05 Maret 2026 - 12:12 WIB
loading...
Iran Lebih Banyak Tembakkan...
Lembaga Zionis mencatat Iran lebih banyak tembakkan rudal dan drone ke negara-negara Arab daripada ke Israel selama empat hari pertama perang. Foto/The New Arab
A A A
TEHERAN - Sebuah laporan dari lembaga Zionis menunjukkan Iran diduga meluncurkan lebih banyak rudal dan drone ke negara-negara Arab daripada ke Israel selama empat hari pertama perang antara Teheran melawan Tel-Aviv dan Washington.

The Israeli Institute for National Security Studies (INSS), yang berafiliasi dengan Universitas Tel Aviv, menerbitkan data tersebut pada hari Rabu.

Baca Juga: Rudal Iran Nyaris Sasar Turki, tapi Ditembak Jatuh Pertahanan Udara NATO

Menurut data itu, Iran menembakkan dua setengah kali lebih banyak rudal dan dua puluh kali lebih banyak drone ke negara-negara Teluk daripada ke Israel. Sementara sekitar 200 rudal dan 100 drone diluncurkan ke Israel dalam 123 gelombang serangan, Iran menyerang negara-negara Teluk dengan sekitar 500 rudal dan 2.000 drone.

Mengutip laporan The New Arab, Kamis (5/3/2026), data INSS tersebut belum dapat diverifikasi secara independen. Hanya saja, angka-angka itu menunjukkan bahwa serangan terhadap negara-negara Teluk dan Arab selama empat hari pertama perang mencakup 812 drone dan 186 rudal yang diarahkan ke Uni Emirat Arab, 92 drone. Kemudian sebanyak 74 rudal ke Bahrain, 46 drone dan 116 rudal ke Qatar, 36 drone dan 13 rudal ke Yordania, lima drone ke Oman, 384 drone dan 178 rudal ke Kuwait, tiga drone dan dua rudal ke Siprus, 13 drone dan dua rudal ke Arab Saudi, di samping 70 rudal dan drone yang diarahkan ke Kurdistan Irak.

Adapun korban jiwa akibat pengeboman Iran, menurut data lembaga tersebut selama periode yang sama, 11 orang tewas dan lima luka-luka di Irak, empat orang tewas dan 35 luka-luka di Kuwait, tiga orang tewas dan 68 luka-luka di Uni Emirat Arab, tiga orang tewas dan empat luka-luka di Oman, 16 luka-luka di Qatar, satu orang tewas dan empat luka-luka di Bahrain, dan lima luka-luka di Yordania.

Lembaga tersebut juga memperkirakan bahwa Angkatan Udara Israel telah menghancurkan 300 platform peluncuran di dalam Iran pada hari Selasa, bersama dengan lebih dari 100 rudal balistik, sementara militer AS menghancurkan 17 kapal permukaan dan kapal selam Iran.

Jika angka-angka ini akurat, tampaknya meskipun Iran menganggap Israel sebagai musuh utamanya, mereka mengarahkan sebagian besar daya tembaknya ke negara-negara tetangga terdekatnya, bahkan negara-negara yang biasanya memiliki hubungan yang relatif baik, dengan alasan bahwa mereka menampung pangkalan Amerika.

Penilaian Israel, termasuk yang diterbitkan oleh situs berbahasa Ibrani; Ynet, menunjukkan bahwa serangan intensif Iran terhadap negara-negara Teluk terutama berasal dari perhitungan strategis: Teheran bertujuan untuk mendorong negara-negara Teluk untuk menekan Amerika Serikat agar menghentikan serangan, atau setidaknya mempersingkat durasinya secara signifikan.

Perkiraan tersebut mengeklaim bahwa ini adalah pengaruh paling efektif yang tersedia bagi Iran, dan itulah sebabnya mereka menggunakannya tanpa ragu-ragu.

Faktor lain adalah jangkauan. Iran memiliki sejumlah besar rudal dengan jangkauan antara 300 dan 600 kilometer, yang mampu mencapai negara-negara Teluk dan fasilitas minyak di sepanjang pantai Teluk Arab. Iran juga memiliki ribuan drone serang dan drone bunuh diri, yang seringkali lebih akurat daripada rudal dan lebih sulit dicegat oleh sistem pertahanan udara AS.

Ada juga pertimbangan tentang apa yang digambarkan Ynet sebagai "target mudah" di sektor minyak dan konstruksi Teluk, yang dapat diserang menggunakan puluhan kilogram bahan peledak yang dibawa oleh drone satu arah bunuh diri Shahed-136. Untuk target seperti itu, Iran tidak membutuhkan rudal balistik yang berat dan mahal seperti yang digunakannya terhadap Israel.

Sebaliknya, Iran sering mengerahkan rudal anti-kapal yang diluncurkan dari pantai Iran atau dari kapal serang cepat yang beroperasi di perairan Teluk.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Iran Menang Banyak!...
Iran Menang Banyak! Sanksi Dicabut dan Diizinkan Ekspor Minyak
Iran dan AS Sepakati...
Iran dan AS Sepakati Peta Jalan untuk Mengakhiri Perang
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
Ledakan Dahsyat Guncang...
Ledakan Dahsyat Guncang Situs LNG Qatar, 54 Orang Terluka, 18 Hilang
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perjalanan Berliku Iran...
Perjalanan Berliku Iran Tulis Sejarah di Piala Dunia 2026
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Gawat! Delegasi Iran...
Gawat! Delegasi Iran Walk Out dari Perundingan Damai dengan AS
Rekomendasi
Wujudkan Liburan Impian...
Wujudkan Liburan Impian Tanpa Beban dengan Cashback Rp350.000
Sidang Kasus Tudingan...
Sidang Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi Digelar di PN Jakarta Timur
Ade Darmawan Yakin Jokowi...
Ade Darmawan Yakin Jokowi Kecewa Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Kejari Jaksel
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved