Kim Jong-un: Jika Iran Minta, Satu Rudal Saja Cukup untuk Lenyapkan Israel
Kamis, 05 Maret 2026 - 08:56 WIB
loading...
A
A
A
Pertama, mereka menggambarkan serangan Israel-AS terhadap Iran sebagai tindakan agresi ilegal dan salah satu pelanggaran kedaulatan yang paling berat.
Kedua, mereka berpendapat bahwa serangan itu dapat diprediksi mengingat apa yang mereka gambarkan sebagai perilaku dan aktivitas hegemonik Washington di kawasan itu.
Ketiga, Korea Utara mengutuk apa yang mereka sebut sebagai penyalahgunaan kekuatan militer dan pelanggaran hukum internasional.
Keempat, pernyataan tersebut mengeklaim bahwa Amerika Serikat telah memainkan peran yang semakin merusak selama setahun terakhir dalam melemahkan perdamaian dan stabilitas global.
Terakhir, Pyongyang mengatakan bahwa negara-negara yang terlibat di kawasan tersebut harus secara tepat mengidentifikasi para agresor dalam konflik dan memenuhi tanggung jawab mereka untuk memulihkan perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah.
Keterlibatan langsung Korea Utara dalam konflik dengan memasok peralatan militer ke Iran akan membawa risiko dan potensi keuntungan bagi rezim Kim Jong-un.
Menurut analisis The Diplomat, salah satu potensi keuntungan terletak pada dampaknya terhadap rantai pasokan masa perang Rusia. Baik Iran maupun Korea Utara telah berperan sebagai pemasok penting peralatan militer yang mendukung upaya perang Rusia di Ukraina, termasuk rudal, drone, dan amunisi.
Kedua, mereka berpendapat bahwa serangan itu dapat diprediksi mengingat apa yang mereka gambarkan sebagai perilaku dan aktivitas hegemonik Washington di kawasan itu.
Ketiga, Korea Utara mengutuk apa yang mereka sebut sebagai penyalahgunaan kekuatan militer dan pelanggaran hukum internasional.
Keempat, pernyataan tersebut mengeklaim bahwa Amerika Serikat telah memainkan peran yang semakin merusak selama setahun terakhir dalam melemahkan perdamaian dan stabilitas global.
Terakhir, Pyongyang mengatakan bahwa negara-negara yang terlibat di kawasan tersebut harus secara tepat mengidentifikasi para agresor dalam konflik dan memenuhi tanggung jawab mereka untuk memulihkan perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah.
Risiko dan Peluang Strategis bagi Korut
Keterlibatan langsung Korea Utara dalam konflik dengan memasok peralatan militer ke Iran akan membawa risiko dan potensi keuntungan bagi rezim Kim Jong-un.
Menurut analisis The Diplomat, salah satu potensi keuntungan terletak pada dampaknya terhadap rantai pasokan masa perang Rusia. Baik Iran maupun Korea Utara telah berperan sebagai pemasok penting peralatan militer yang mendukung upaya perang Rusia di Ukraina, termasuk rudal, drone, dan amunisi.
Lihat Juga :