AS Hadapi Kekurangan Rudal di Tengah Serangan Balasan Iran

Selasa, 03 Maret 2026 - 20:30 WIB
loading...
AS Hadapi Kekurangan...
Komando Pusat AS (CENTCOM) memulai Operasi Epic Fury, atas arahan Presiden Amerika Serikat di Tampa, Florida, Amerika Serikat pada 28 Februari 2026. Foto/US CENTCOM/Anadolu Agency
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) menghadapi kekurangan stok rudal utama, termasuk rudal serang darat Tomahawk dan pencegat SM-3, di tengah serangan gabungan AS-Israel yang sedang berlangsung di Iran. Kabar itu diungkap dalam laporan CNN.

Mengutip seorang pejabat senior AS, laporan tersebut mengatakan pada hari Senin (2/3/2026) bahwa Washington mengantisipasi "peningkatan besar" dalam serangan dalam 24 jam ke depan, sementara cadangan rudal dan pencegat semakin menipis.

Pejabat tersebut menambahkan serangan awal dilaporkan berhasil melemahkan pertahanan Iran. Fase selanjutnya diperkirakan akan fokus pada penargetan fasilitas produksi rudal Iran, pesawat tanpa awak, dan kemampuan angkatan laut.

Pentagon juga menghadapi kekurangan rudal Patriot, karena pertahanan udara Ukraina telah menggunakan sebagian besar persediaan selama empat tahun terakhir perang dengan Rusia.

Sejak Sabtu, kampanye gabungan AS-Israel telah memberi hasil yang diklaim signifikan, kata Komando Pusat AS, mencatat semua 11 kapal Iran di Teluk Oman telah dihancurkan.

Presiden AS Donald Trump mengklaim 49 pemimpin Iran telah tewas, termasuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei. Pesawat pembom siluman B-2 AS juga menyerang fasilitas rudal balistik Iran yang diperkuat pada Minggu malam.

Sementara itu, setidaknya enam anggota militer AS tewas dan 18 lainnya luka parah sejak operasi dimulai.

Iran membalas dengan serangan pesawat tak berawak dan rudal yang menargetkan negara-negara Teluk yang merupakan tempat aset militer AS berada.

Baca juga: Cara Israel Bunuh Khamenei: Retas Kamera Lalu Lintas Teheran dan Ponsel untuk Melacak, lalu Dibom
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
Posisi Iran Jadi Pemenang,...
Posisi Iran Jadi Pemenang, Israel Tetap Berstatus Pecundang
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Kesepakatan Damai AS...
Kesepakatan Damai AS dan Iran Simbol Kekalahan Fatal PM Netanyahu, Ini 3 Alasannya
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Evaluasi Harga BBM Non-Subsidi Pascaanjloknya Harga Minyak Dunia
Ayatollah Ali Khamenei...
Ayatollah Ali Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
Trump Sebut Israel Bisa...
Trump Sebut Israel Bisa Hancur dalam 24 Jam jika Iran Punya Senjata Nuklir
Rekomendasi
Prancis vs Senegal:...
Prancis vs Senegal: Ulangan Kejutan 2002?
Jelang Lawan Senegal,...
Jelang Lawan Senegal, Kante Ultimatum Mbappe Cs
Vicky Shu Sindir Calo...
Vicky Shu Sindir Calo Konser BTS Patok Harga Selangit, Kesal Oknum Menimbun Tiket
Berita Terkini
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Momen Terakhir Wanita...
Momen Terakhir Wanita Tewas dalam Bungee Jumping 39 Meter: 'Bernapas Terengah-engah'
Infografis
Rp603 Triliun Milik...
Rp603 Triliun Milik Amerika Serikat Habis Terbakar di Langit Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved