Profil Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang Tewas Diserang AS dan Israel

Minggu, 01 Maret 2026 - 09:53 WIB
loading...
Profil Ayatollah Ali...
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dinyatakan tewas setelah diserang AS dan Israel. Foto/X @khamenei_ir
A A A
TEHERAN - Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei telah tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat (AS)-Israel pada hari Sabtu. Pembunuhannya menandai momen penting bagi Republik Islam Iran karena tokoh yang selama lebih dari tiga dekade merupakan otoritas politik, militer, dan ideologis tertinggi di negara itu telah tersingkir.

Ulama berusia 86 tahun itu memegang kekuasaan yang meluas ke seluruh angkatan bersenjata Iran, peradilan, dan aparatur kebijakan luar negeri, dengan keputusannya mengesampingkan keputusan presiden dan Parlemen.

Baca Juga: Media Pemerintah Iran: Khamenei Mati Syahid setelah Diserang AS-Israel

Sejak mengambil alih kepemimpinan pada tahun 1989 setelah kematian pendiri Republik Islam Iran, Ruhollah Khomeini, Khamenei memimpin Iran melewati masa-masa pasca-perang Iran-Irak, sanksi Barat yang melumpuhkan, isolasi diplomatik, kerusuhan domestik yang berulang, dan konfrontasi yang semakin intensif dengan Washington dan Tel Aviv.

Bagi para pendukungnya, dia adalah pembela kedaulatan Iran yang teguh terhadap tekanan asing. Bagi para kritikus, dia melambangkan sistem politik yang tidak kompromi dan resisten terhadap reformasi dan perbedaan pendapat.

Sebagai pemimpin tertinggi, dia menjabat sebagai kepala negara dan panglima tertinggi, mempertahankan otoritas tertinggi atas angkatan bersenjata dan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Profil Ayatollah Ali Khamenei


Khamenei lahir pada 19 April 1939 di Mashhad, Iran timur, dari keluarga religius yang sederhana. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar, dia melanjutkan studi Islam di seminari di Mashhad sebelum melanjutkan pelatihan teologi tingkat lanjut di Qom. Dia juga dikenal karena minatnya yang mendalam pada puisi dan sastra.

Pada awal tahun 1960-an, dia bergabung dengan gerakan Ayatollah Khomeini melawan Shah Mohammad Reza Pahlavi. Mulai tahun 1963, dia berulang kali ditangkap oleh SAVAK, dinas intelijen Shah, karena mengorganisir protes dan menyebarkan literatur anti-rezim, dan menghabiskan beberapa periode di pengasingan.

Ketika protes massal melanda Iran pada tahun 1978-1979, yang melemahkan monarki, tahanan politik dan orang buangan kembali ke kehidupan publik. Khamenei muncul kembali di Mashhad dan kota-kota lain, membantu mengorganisir demonstrasi dan memobilisasi dukungan untuk agenda revolusioner Khomeini.

Perjalanan Karier dan Perannya sebagai Pemimpin Tertinggi Iran

Setelah Revolusi Islam 1979, Khamenei bergabung dengan Dewan Revolusioner dan dengan cepat naik pangkat dalam tatanan politik baru. Dia menjabat sebagai wakil menteri pertahanan, pemimpin salat Jumat di Teheran, dan anggota Parlemen.

Pada tahun 1981, setelah pembunuhan Presiden Mohammad Ali Rajai, Khamenei terpilih sebagai presiden, menjabat selama dua periode berturut-turut hingga tahun 1989. Pada tahun yang sama, Dia selamat dari upaya pembunuhan ketika sebuah bom yang disembunyikan di dalam perekam kaset meledak saat dia berpidato di masjid, menyebabkan lengan kanannya cacat permanen.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Eks Presiden Iran Ahmadinejad...
Eks Presiden Iran Ahmadinejad Sangkal Laporan Agen Mossad Ingin Merekrutnya
Pertama Kali, Pasukan...
Pertama Kali, Pasukan AS Serang Pangkalan Angkatan Laut Iran dengan Drone Laut
Trump Akan Palaki Kapal...
Trump Akan Palaki Kapal yang Lewat Selat Hormuz, Bagaimana Aturan Hukum Internasional?
Agen Mossad Pernah Temui...
Agen Mossad Pernah Temui Mahmoud Ahmadinejad di Budapest, Ada Apa Gerangan?
Apa Itu Gunung Pickaxe?...
Apa Itu Gunung Pickaxe? Lokasi Penyimpanan Senjata Nuklir Iran yang Akan Dihancurkan Trump
Norwegia Diam-diam Gunakan...
Norwegia Diam-diam Gunakan Pengaruhnya untuk Dorong Penangguhan Israel dari FIFA
Presiden Prabowo Diundang...
Presiden Prabowo Diundang ke Teheran oleh Pemerintah Iran
Pentagon Rilis Lebih...
Pentagon Rilis Lebih Banyak Dokumen Terkait UFO, di Antaranya Laporan Militer
Ken Bates Mantan Bos...
Ken Bates Mantan Bos Chelsea Meninggal di Usia 94 Tahun, Pernah Beli The Blues Seharga 1 Pound Sterling
Rekomendasi
Bom Rakitan Meledak...
Bom Rakitan Meledak di MAN 3 Padang, Pelajar Ditangkap Polisi
Ketua KPK Akui Berkomunikasi...
Ketua KPK Akui Berkomunikasi dengan Jaksa Agung, Supervisi Kasus Febrie Adriansyah Mulai Berjalan
Febrie Adriansyah Hanya...
Febrie Adriansyah Hanya Dicekal 20 Hari, Menteri Imipas: Masih Sementara
Berita Terkini
Eks Presiden Iran Ahmadinejad...
Eks Presiden Iran Ahmadinejad Sangkal Laporan Agen Mossad Ingin Merekrutnya
Pertahanan Udara Arab...
Pertahanan Udara Arab Saudi Cegat Rudal Balistik Houthi
Pertama Kali, Pasukan...
Pertama Kali, Pasukan AS Serang Pangkalan Angkatan Laut Iran dengan Drone Laut
Trump Akan Palaki Kapal...
Trump Akan Palaki Kapal yang Lewat Selat Hormuz, Bagaimana Aturan Hukum Internasional?
Agen Mossad Pernah Temui...
Agen Mossad Pernah Temui Mahmoud Ahmadinejad di Budapest, Ada Apa Gerangan?
Inggris Semakin Ditekan...
Inggris Semakin Ditekan untuk Kembalikan 31 Ton Emas Venezuela
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved