AS Berupaya Alihkan Tanggung Jawab Serangan ke Iran pada Israel
Selasa, 24 Februari 2026 - 15:17 WIB
loading...
A
A
A
"Iran memandang setiap tindakan militer oleh kabinet [Perdana Menteri Israel] Benjamin Netanyahu sebagai terkoordinasi dengan kehendak politik [Presiden AS] Donald Trump," tegas sumber tersebut.
Sumber itu menjelaskan, “Atas dasar itu, Iran akan menerapkan skenario pencegahan dan respons dalam skala luas, sebanding dengan sifat ancaman, terhadap negara dan aktor yang secara langsung bertanggung jawab atau mendukung agresi apa pun. Pesannya jelas: menggeser alokasi tanggung jawab tidak akan mengubah cakupan respons Iran.”
Peringatan ini muncul di tengah peningkatan signifikan kekuatan militer AS di kawasan tersebut. Pentagon telah mengerahkan dua kelompok serang kapal induk dan pesawat pembom tambahan ke Timur Tengah.
Menurut laporan Reuters baru-baru ini, rencana AS untuk kemungkinan serangan terhadap Iran berada pada tahap lanjut, dengan opsi termasuk menargetkan para pemimpin individu dan mengejar perubahan rezim jika pembicaraan yang sedang berlangsung gagal.
Pekan lalu, Presiden Trump memberi Iran ultimatum 10 hingga 15 hari untuk mencapai kesepakatan tentang pembongkaran program nuklir dan rudal balistiknya, memperingatkan “hal-hal yang sangat buruk” akan terjadi jika Iran tidak mematuhinya.
Sumber itu menjelaskan, “Atas dasar itu, Iran akan menerapkan skenario pencegahan dan respons dalam skala luas, sebanding dengan sifat ancaman, terhadap negara dan aktor yang secara langsung bertanggung jawab atau mendukung agresi apa pun. Pesannya jelas: menggeser alokasi tanggung jawab tidak akan mengubah cakupan respons Iran.”
Peringatan ini muncul di tengah peningkatan signifikan kekuatan militer AS di kawasan tersebut. Pentagon telah mengerahkan dua kelompok serang kapal induk dan pesawat pembom tambahan ke Timur Tengah.
Menurut laporan Reuters baru-baru ini, rencana AS untuk kemungkinan serangan terhadap Iran berada pada tahap lanjut, dengan opsi termasuk menargetkan para pemimpin individu dan mengejar perubahan rezim jika pembicaraan yang sedang berlangsung gagal.
Pekan lalu, Presiden Trump memberi Iran ultimatum 10 hingga 15 hari untuk mencapai kesepakatan tentang pembongkaran program nuklir dan rudal balistiknya, memperingatkan “hal-hal yang sangat buruk” akan terjadi jika Iran tidak mematuhinya.
Lihat Juga :