Kartel Mengamuk di Meksiko! Warga AS Jadi Target Balas Dendam

Senin, 23 Februari 2026 - 20:20 WIB
loading...
A A A
David Bar-Tal mengatakan dia dan pasangannya melihat "pilar api hitam" dan ledakan di dekat rumah mereka.

“Sekarang tengah malam. Sudah tenang cukup lama. Tidak ada ledakan, tidak ada mobil yang terbakar,” katanya, setelah seharian penuh aksi yang disebutnya "heboh."

“Tapi besok, kami dengar akan ada jam malam,” katanya. “Semua orang akan tinggal di rumah. Tidak ada sekolah, tidak ada bank.”

Ia mengatakan minimarket dan toko-toko di lingkungannya diminta untuk tutup. “Kami tinggal di dekat stadion, yang pada hari Minggu sangat ramai. Ada banyak orang di sana dan polisi datang dan meminta semua orang untuk pulang,” katanya.

Kemudian, Pricilla, seorang wanita Amerika dari California yang mengunjungi keluarganya di Meksiko telah terpisah sementara dari putranya dan bertanya-tanya dari mana ia akan mendapatkan makanan selanjutnya.

Priscilla, yang nama belakangnya dirahasiakan oleh CNN karena alasan keamanan, tiba di kota Tepic pada hari Sabtu. Putra remaja Priscilla menghabiskan malam di rumah sepupu terdekat, sekitar 20 menit dari hotel mereka.

Karena beberapa peringatan untuk tetap di rumah, ia tidak dapat menjemput putranya, tetapi mengatakan bahwa putranya aman.

“Saya sudah datang ke Meksiko sepanjang hidup saya, sejak saya masih kecil, dan saya belum pernah mengalami hal seperti ini,” katanya kepada CNN pada hari Minggu.

Ia mengatakan kepada CNN bahwa ia melihat beberapa kendaraan dibakar oleh anggota kartel yang diduga berada di dekatnya. Pricilla mengatakan jalanan kemudian menjadi sepi, dan hanya suara ambulans yang terdengar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Sebut Sanksi AS...
Iran Sebut Sanksi AS yang Diperbarui Langgar MoU, Langkah itu Mulai Berlaku Penuh 17 Juli
Harga Minyak Melonjak...
Harga Minyak Melonjak setelah AS Cabut Izin Umum Penjualan Minyak Iran
AS Serang Iran dan Cabut...
AS Serang Iran dan Cabut Pengecualian Sanksi Sementara untuk Minyak Iran
Trump Bela Intervensinya...
Trump Bela Intervensinya yang Batalkan Kartu Merah Striker AS di Piala Dunia
AS Ketar-ketir dengan...
AS Ketar-ketir dengan Senjata Nuklir China usai Kapal Selam Beijing Tembakkan Rudal Antarbenua
Iran Merudal Kapal Tanker...
Iran Merudal Kapal Tanker Minyak di Selat Hormuz, Situasi Memanas Lagi
Indonesia Negara Kaya...
Indonesia Negara Kaya Batu Bara, Mengapa Justru Impor dari AS?
Korban Tewas Gempa Venezuela...
Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 3.535 Jiwa, Ancaman Krisis Kesehatan Mengintai
Lebanon Rugi Rp72 Triliun...
Lebanon Rugi Rp72 Triliun akibat Serangan Israel sejak 2 Maret, Belum Termasuk Kerusakan Ekonomi
Rekomendasi
PBNU Tetapkan Ponpes...
PBNU Tetapkan Ponpes Tambakberas Jombang Jadi Tuan Rumah Muktamar ke-35 NU
10 Momen Cristiano Ronaldo...
10 Momen Cristiano Ronaldo di Piala Dunia Terakhirnya
Keruntuhan Dolar AS...
Keruntuhan Dolar AS Bukan Lagi Dongeng, BRICS Ubah dari Khayalan Menjadi Ancaman Nyata
Berita Terkini
Iran Sebut Sanksi AS...
Iran Sebut Sanksi AS yang Diperbarui Langgar MoU, Langkah itu Mulai Berlaku Penuh 17 Juli
Harga Minyak Melonjak...
Harga Minyak Melonjak setelah AS Cabut Izin Umum Penjualan Minyak Iran
AS Serang Iran dan Cabut...
AS Serang Iran dan Cabut Pengecualian Sanksi Sementara untuk Minyak Iran
Apa itu Administrasi...
Apa itu Administrasi Gaza yang Baru setelah Pemerintahan Hamas Bubar?
Hamas Bubarkan Pemerintahannya...
Hamas Bubarkan Pemerintahannya di Gaza, Bagaimana Selanjutnya?
Desa-desa Kristen Lebanon...
Desa-desa Kristen Lebanon Tolak Klaim Pencaplokan Netanyahu: Sama Sekali Salah
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved