Dubes AS Dukung Israel Caplok Wilayah Lebih Luas di Timur Tengah

Sabtu, 21 Februari 2026 - 10:41 WIB
loading...
Dubes AS Dukung Israel...
Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel Mike Huckabee. Foto/foxnews
A A A
TEL AVIV - Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel Mike Huckabee mengisyaratkan ia tidak akan keberatan jika Israel mengambil sebagian besar wilayah Timur Tengah. Dia menekankan apa yang ia sebut sebagai hak bangsa Yahudi atas tanah tersebut.

Dalam wawancara dengan komentator konservatif Tucker Carlson yang ditayangkan pada hari Jumat, Huckabee didesak tentang batas-batas geografis Israel, yang menurutnya berakar pada Alkitab.

Carlson mengatakan kepada Huckabee bahwa ayat Alkitab telah menjanjikan tanah tersebut kepada keturunan Abraham, termasuk wilayah antara Sungai Efrat di Irak dan Sungai Nil di Mesir.

Wilayah tersebut akan mencakup Lebanon, Suriah, Yordania, dan sebagian Arab Saudi saat ini.

“Tidak masalah jika mereka mengambil semuanya,” kata Huckabee, yang diangkat Presiden Donald Trump tahun lalu.

Carlson, yang tampak terkejut dengan pernyataan tersebut, bertanya kepada Huckabee apakah ia benar-benar akan menyetujui perluasan Israel ke seluruh wilayah tersebut.

“Mereka tidak ingin mengambil alihnya. Mereka tidak meminta untuk mengambil alihnya,” jawab duta besar tersebut.

Utusan AS tersebut, seorang Zionis Kristen yang terang-terangan dan pembela setia Israel, kemudian tampaknya menarik kembali pernyataannya, dengan mengatakan bahwa itu “agak berlebihan”.

Namun demikian, ia tetap membuka kemungkinan ekspansionisme Israel berdasarkan interpretasi agamanya.

“Jika mereka akhirnya diserang oleh semua tempat ini, dan mereka memenangkan perang itu, dan mereka mengambil tanah itu, oke, itu adalah diskusi yang sama sekali berbeda,” kata Huckabee.

Departemen Luar Negeri tidak menanggapi permintaan Al Jazeera untuk berkomentar apakah Menteri Luar Negeri Marco Rubio memiliki pandangan yang sama dengan Huckabee tentang hak Israel untuk berekspansi.

Prinsip integritas teritorial dan larangan terhadap penguasaan tanah dengan kekerasan telah menjadi landasan hukum internasional sejak Perang Dunia II.

Pada tahun 2024, Mahkamah Internasional (ICJ) memutuskan pendudukan Israel atas wilayah Palestina adalah ilegal dan harus segera dihentikan.

Namun, hukum Israel tidak secara jelas membatasi perbatasan negara tersebut. Israel juga menduduki Dataran Tinggi Golan di Suriah, yang secara ilegal dianeksasi pada tahun 1981.

AS adalah satu-satunya negara yang mengakui klaim kedaulatan Israel atas wilayah Suriah tersebut.

Setelah perang tahun 2024 dengan Hizbullah, Israel juga mendirikan pos-pos militer di lima titik di Lebanon.

Beberapa politisi Israel, termasuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, secara terbuka mempromosikan gagasan "Israel Raya" dengan perbatasan yang diperluas.

Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich memicu kemarahan internasional pada tahun 2023 ketika ia berbicara di sebuah acara yang menampilkan peta yang mencakup wilayah Palestina dan sebagian Lebanon, Suriah, dan Yordania sebagai bagian dari Israel, dengan latar belakang warna bendera Israel.

Dalam wawancaranya dengan Carlson, Huckabee mencoba berargumen hak Israel untuk eksis berakar pada hukum internasional, tetapi ia juga menyerang lembaga-lembaga hukum yang mengawasi hukum internasional karena penentangan mereka terhadap pelanggaran Israel.

“Salah satu alasan mengapa saya sangat berterima kasih kepada Presiden Trump dan Menteri Rubio yang berupaya keras untuk menyingkirkan ICC [Pengadilan Kriminal Internasional] dan ICJ adalah karena lembaga-lembaga tersebut telah menjadi organisasi yang menyimpang dan tidak lagi benar-benar menerapkan hukum secara setara,” katanya.

Baca juga: Trump Umumkan Tarif Global Baru setelah Kalah di Mahkamah Agung AS
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Posisi Iran Jadi Pemenang,...
Posisi Iran Jadi Pemenang, Israel Tetap Berstatus Pecundang
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
KPK: Kasus Korupsi Muara...
KPK: Kasus Korupsi Muara Enim Sudah Terjadi sebelum Tahap Perencanaan dan Penganggaran
Spesifikasi Pesawat...
Spesifikasi Pesawat Pengebom B-52 AS yang Jatuh Tak Berbekas, Dijuluki Bongsor Jelek dan Gendut
Rekomendasi
Kelompok Suporter Eropa...
Kelompok Suporter Eropa Kritik FIFA: Tribun Piala Dunia 2026 Minim Pemisahan Penonton
Karina Ranau Didorong...
Karina Ranau Didorong Pria hingga Terjatuh Saat Tegur Parkir Motor
Facebook Luncurkan Mode...
Facebook Luncurkan Mode Pencarian AI, Begini Cara Pakainya
Berita Terkini
Media Asing Soroti Aksi...
Media Asing Soroti Aksi Protes Mahasiswa terhadap Kebijakan Pemerintah Indonesia
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Trump Ungkap Selat Hormuz...
Trump Ungkap Selat Hormuz akan Dibuka Kembali Sepenuhnya pada Hari Jumat Secara Permanen
Kenapa Perdamaian Iran...
Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved