7 Hal yang Akan Terjadi Jika Iran Tenggelamkan Kapal Induk AS

Kamis, 19 Februari 2026 - 13:25 WIB
loading...
A A A

5. Pemenggalan Komando dan Kontrol


Tidak seperti serangan taktis terbatas pada Juni 2025, respons "pasca-kapal induk ditenggelamkan" adalah AS menargetkan "Brain of the State" atau "Otak Negara".

Protokol ini mencakup serangan presisi terhadap Markas Besar IRGC, Kementerian Intelijen, dan simpul komunikasi yang digunakan oleh kepemimpinan rezim ulama Iran.

Tujuannya bergeser dari "membela armada" menjadi "Strategic Decapitation (Pemenggalan Strategis)", memastikan rezim tidak lagi dapat mengoordinasikan proksi "Poros Perlawanan" di Lebanon, Yaman, atau pun Irak.

6. "Logic Bombs" Infrastruktur Nasional


Komando Siber AS diberi wewenang untuk melakukan "pemadaman jaringan total" sebagai respons terhadap serangan terhadap kapal induk.

Ini melibatkan penyebaran "Logic Bombs", perangkat lunak berbahaya yang telah ditanam sebelumnya di jaringan listrik, sistem air, dan telekomunikasi Iran.

Ini dirancang untuk melumpuhkan kemampuan negara tersebut untuk memobilisasi gelombang serangan kedua, secara efektif "membutakan" militer sementara pengeboman kinetik AS terus berlanjut.

7. Ultimatum "Penyerahan Strategis"


Protokol terakhir adalah pengerahan triad nuklir ke posisi kesiapan tinggi. Meskipun penggunaan senjata tersebut adalah upaya terakhir, ancaman tersebut digunakan untuk menuntut "Penyerahan Strategis Tanpa Syarat".

AS akan menuntut pembongkaran total dan permanen program nuklir dan rudal balistik Iran di bawah perjanjian "surrender-style", yang didukung oleh "kekuatan besar" yang dijanjikan Trump siap dan menunggu di Teluk.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
80 Juta Barel Minyak...
80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Survei: Semakin Banyak...
Survei: Semakin Banyak Warga Israel Tak Suka kepada Netanyahu gegara Perang Iran
Rekomendasi
Sidang Putusan Perkara...
Sidang Putusan Perkara Chromebook Digelar 30 Juni, Nadiem: Saya Harap Keputusannya Bebas
Di Balik Karier Musiknya,...
Di Balik Karier Musiknya, Anneth Delliecia Ternyata Punya Mimpi Jadi Pembalap F1
Purbaya Santai Tanggapi...
Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai Bangun Ekonomi
Berita Terkini
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Infografis
9 Keunggulan Kapal Selam...
9 Keunggulan Kapal Selam Mini Iran yang Membuat Kapal Induk AS Menjauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved