5 Fakta Salat Tarawih di Gaza, dari Masjid yang Hancur hingga hingga Drone Israel yang Terus Beterbangan

Rabu, 18 Februari 2026 - 19:17 WIB
loading...
A A A
Dua Ramadan sebelumnya berlangsung di bawah bombardir dan kelaparan akut, dengan keluarga seringkali tidak mampu menyiapkan makanan dasar sekalipun untuk iftar – makanan berbuka puasa tradisional – atau sahur – makanan sebelum subuh sebelum puasa dimulai selama bulan suci.

Sekarang, meskipun pertempuran skala besar telah mereda, pengungsian tetap meluas dan rekonstruksi masih belum pasti. Listrik masih sebagian besar terputus, dan ribuan keluarga terus tinggal di tenda-tenda yang didirikan di tengah reruntuhan.

Namun, ketika para jamaah berbaris di antara dinding yang rusak dan terpal sementara, tindakan salat itu sendiri membawa perlawanan yang tenang.

Bagi banyak orang di Gaza, Ramadan kali ini bukanlah kembalinya keadaan normal. Meskipun pertempuran skala besar telah mereda, pengungsian, kehancuran, dan ketidakpastian tetap ada, membuat warga harus menjalani bulan suci Ramadan di tengah kehilangan yang mendalam dan harapan yang rapuh.

Perjanjian gencatan senjata yang didukung AS telah berlaku di Gaza sejak 10 Oktober 2025, menghentikan perang Israel selama dua tahun yang telah menewaskan lebih dari 72.000 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak, dan melukai lebih dari 171.000 lainnya sejak Oktober 2023.

Sejak perjanjian tersebut berlaku pada 10 Oktober, pasukan Israel telah melakukan ratusan pelanggaran melalui penembakan dan tembakan, menewaskan 603 warga Palestina dan melukai 1.618 lainnya, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
Dubes Iran Tegas Tolak...
Dubes Iran Tegas Tolak Gencatan Senjata di Gaza: Palestina Harus Dibebaskan!
Gempa Guncang Venezuela,...
Gempa Guncang Venezuela, 18 Orang Diselamatkan dari Reruntuhan
Venezuela Luluh Lantak...
Venezuela Luluh Lantak Diguncang 2 Gempa Dahsyat, Ini Pemicunya?
Rekomendasi
Inilah Alasan XLSMART...
Inilah Alasan XLSMART Tanam Ratusan Menara 5G di IKN
Peluang Iran Lolos ke...
Peluang Iran Lolos ke Babak 32 Besar Masih Terbuka, Diprediksi Capai 80 Persen
Peserta SPPI Meninggal...
Peserta SPPI Meninggal Akibat TBC, Tim Seleksi Ungkap Pemeriksaan Awal hanya Terdeteksi Infeksi Paru
Berita Terkini
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Infografis
10 Negara yang Paling...
10 Negara yang Paling Tidak Dikenal, dari Nauru hingga Tuvalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved