Akankah Rusia Membela Iran jika AS Melakukan Invasi?

Rabu, 18 Februari 2026 - 18:35 WIB
loading...
Akankah Rusia Membela...
Suatu pertanyaan penting apakah Rusia membela Iran jika AS melakukan invasi. Foto/X
A A A
TEHERAN - Rusia dan Iran telah menandatangani perjanjian kerja sama besar baru-baru ini. Namun, kesepakatan ini biasanya tidak mencapai perjanjian pertahanan bersama yang mengikat seperti Pasal 5 NATO. Moskow tidak diwajibkan secara hukum untuk mengirim pasukan jika Teheran diserang.

Kremlin saat ini sangat berkomitmen pada perang yang sedang berlangsung di Ukraina. Membuka front militer kedua melawan AS di Timur Tengah secara logistik sulit. Putin kemungkinan akan menawarkan dukungan diplomatik yang kuat daripada mengerahkan tentara.

Akankah Rusia Membela Iran jika AS Melakukan Invasi?

1. Pasokan Senjata Canggih

Melansir WioNews, Iran mengintegrasikan S-300. Mengenai jet Su-35, laporan terbaru (akhir 2025) menunjukkan bahwa meskipun produksi sedang berlangsung, pengiriman berjalan lambat.

Beberapa unit diperkirakan akan tiba pada tahun 2026. Moskow ragu-ragu untuk mengirimkan S-400 ke Iran untuk menghindari semakin menjauhkan negara-negara Teluk dan Israel, meskipun diskusi sedang berlangsung.


2. Berbagi Intelijen

Moskow dapat memberikan data satelit dan intelijen penting tentang pergerakan pasukan AS. Dukungan militer 'lunak' ini sangat efektif dalam peperangan modern. Hal ini memungkinkan Iran untuk menargetkan aset musuh secara tepat tanpa Rusia melepaskan satu tembakan pun.

3. Jalur Ekonomi Vital Beijing

China tetap menjadi pelanggan minyak terbesar Iran meskipun ada sanksi Barat. Dalam konflik, Beijing kemungkinan akan memastikan Iran tidak mengalami keruntuhan ekonomi total. Namun, secara historis China menghindari intervensi militer langsung dalam perang asing.

4. Rute Laut Kaspia

Rusia memiliki perbatasan maritim langsung dengan Iran melalui Laut Kaspia. Angkatan Laut AS tidak memiliki akses ke perairan pedalaman ini. Hal ini memastikan rute logistik yang aman bagi Rusia untuk memasok kembali Iran dengan amunisi dan makanan selama blokade.

5. Poros Perlawanan

Garis pertahanan pertama Iran yang sebenarnya terletak pada proksi regionalnya, bukan kekuatan global. Kelompok-kelompok seperti Hizbullah, Houthi, dan milisi di Irak kemungkinan akan menyerang pangkalan AS. Respons asimetris ini lebih cepat daripada menunggu tentara asing.

6. Perlindungan Diplomatik di PBB

Rusia dan China memegang hak veto di Dewan Keamanan PBB. Mereka hampir pasti akan memblokir resolusi apa pun yang melegitimasi serangan AS. Pertahanan politik ini mencegah AS membangun koalisi internasional yang luas melawan Teheran.

7. Risiko Eskalasi Nuklir

Keterlibatan militer langsung Rusia terhadap AS berisiko memicu konflik nuklir global. Baik Washington maupun Moskow ingin menghindari perang konvensional langsung. Pencegahan timbal balik ini kemungkinan mencegah Rusia untuk melibatkan pasukannya sendiri.

8. Siap Berperang Sendirian

Pada akhirnya, Iran telah mempersiapkan diri selama beberapa dekade untuk melawan perang asimetris sendirian. Mereka mengandalkan persenjataan rudal dan drone mereka yang sangat besar daripada bantuan asing. Sekutu akan menyediakan alat dan perlindungan, tetapi Iran kemungkinan akan menyediakan tenaga kerja.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Iran Menang Banyak!...
Iran Menang Banyak! Sanksi Dicabut dan Diizinkan Ekspor Minyak
Iran dan AS Sepakati...
Iran dan AS Sepakati Peta Jalan untuk Mengakhiri Perang
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
Ledakan Dahsyat Guncang...
Ledakan Dahsyat Guncang Situs LNG Qatar, 54 Orang Terluka, 18 Hilang
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perjalanan Berliku Iran...
Perjalanan Berliku Iran Tulis Sejarah di Piala Dunia 2026
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Momen PM Inggris Keir...
Momen PM Inggris Keir Starmer Tak Kuasa Menahan Tangis saat Umumkan Mundur
Rekomendasi
Abdul Rahman Golkar...
Abdul Rahman Golkar ke Deddy Sitorus: Krisis Batu Bara Bukan Persoalan Baru
Ade Darmawan Minta Jaksa...
Ade Darmawan Minta Jaksa Tolak Segala Intervensi di Kasus Ijazah Jokowi
Pasokan Seret Batu Bara...
Pasokan Seret Batu Bara Picu Pemadaman Listrik, Legislator Soroti Lambannya Persetujuan RKAB
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved