Perbandingan Kapal Induk Thailand Chakri Naruebet vs Giuseppe Garibaldi yang Akan Dimiliki Indonesia
Minggu, 15 Februari 2026 - 10:30 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, Giuseppe Garibaldi—yang merupakan kapal induk bekas Italia—memiliki bobot lebih besar, sekitar 13.800 ton, dengan panjang kurang lebih 180 meter. Kecepatan maksimumnya melampaui 30 knot, menjadikannya lebih gesit dalam skenario operasi laut lepas. Kapal ini dioperasikan oleh sekitar 550 personel, mencerminkan kompleksitas sistem tempur dan penerbangan yang dibawanya.
Berbeda dengan itu, Giuseppe Garibaldi sejak awal dirancang sebagai kapal induk STOVL. Kapal ini mampu mengoperasikan hingga 16 pesawat AV-8B Harrier II atau kombinasi antara pesawat tempur, helikopter, dan wahana udara nirawak. Hanggar dan geladaknya masih memenuhi standar operasi NATO, sehingga secara teknis tetap relevan.
Sebaliknya, Giuseppe Garibaldi dibekali sistem pertahanan berlapis. Kapal ini memiliki rudal pertahanan udara Aspide, meriam Oto Melara kaliber 40 mm, serta sistem peperangan anti-kapal selam. Radar dan combat system yang digunakan mengacu pada standar NATO, memberi kemampuan deteksi dan respons yang lebih baik.
2. Kapasitas Udara: Penentu Status Kapal Induk
Perbedaan paling mencolok terletak pada kemampuan udara. Chakri Naruebet awalnya dirancang untuk mengoperasikan jet AV-8S Matador. Namun setelah pesawat tersebut dipensiunkan, kapal ini praktis hanya berfungsi sebagai kapal helikopter, tanpa sayap udara tempur tetap.Berbeda dengan itu, Giuseppe Garibaldi sejak awal dirancang sebagai kapal induk STOVL. Kapal ini mampu mengoperasikan hingga 16 pesawat AV-8B Harrier II atau kombinasi antara pesawat tempur, helikopter, dan wahana udara nirawak. Hanggar dan geladaknya masih memenuhi standar operasi NATO, sehingga secara teknis tetap relevan.
3. Sistem Persenjataan dan Pertahanan
Dalam aspek daya tempur, Chakri Naruebet memiliki sistem pertahanan yang relatif terbatas dan sangat bergantung pada kapal pengawal. Kapal ini tidak dirancang untuk menghadapi konflik modern berintensitas tinggi secara mandiri.Sebaliknya, Giuseppe Garibaldi dibekali sistem pertahanan berlapis. Kapal ini memiliki rudal pertahanan udara Aspide, meriam Oto Melara kaliber 40 mm, serta sistem peperangan anti-kapal selam. Radar dan combat system yang digunakan mengacu pada standar NATO, memberi kemampuan deteksi dan respons yang lebih baik.
Lihat Juga :