Daftar Negara yang Sudah Buat Buku Panduan Hadapi Perang Dunia III untuk Warganya

Sabtu, 14 Februari 2026 - 13:15 WIB
loading...
Daftar Negara yang Sudah...
Sejumlah negara mempersiapkan diri menghadapi Perang Dunia III. Foto/yougov.co.uk
A A A
BRUSSEL - Ketegangan geopolitik global yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir membuat sejumlah negara Eropa mengambil langkah antisipatif. Salah satu langkah paling nyata adalah membagikan buku panduan kesiapsiagaan perang kepada warga sipil.

Istilah “Perang Dunia III” memang belum menjadi kenyataan, namun skenario konflik berskala besar—baik akibat perang konvensional, serangan siber, sabotase infrastruktur, hingga ancaman nuklir—kini bukan lagi sekadar wacana. Beberapa negara bahkan secara terbuka mengimbau rakyatnya untuk siap menghadapi kondisi darurat ekstrem.

Berikut negara-negara yang telah atau sedang membagikan panduan kesiapsiagaan kepada masyarakatnya.

1. Belanda


Belanda termasuk negara yang mulai memperbarui sistem kesiapsiagaan sipilnya di tengah meningkatnya tensi keamanan Eropa. Pemerintah Belanda mendorong warga untuk memiliki persediaan darurat minimal selama beberapa hari, termasuk makanan, air, obat-obatan, baterai, dan radio.

Otoritas keamanan Belanda juga secara aktif mengedukasi masyarakat soal potensi gangguan besar seperti pemadaman listrik massal, serangan siber terhadap sistem perbankan, hingga konflik bersenjata di kawasan Eropa Timur yang bisa berdampak ke negara-negara NATO.

Panduan yang disosialisasikan tidak secara eksplisit menyebut “Perang Dunia III”, tetapi isinya jelas berfokus pada skenario krisis besar, termasuk konflik militer. Pemerintah menganjurkan setiap rumah tangga memiliki “emergency kit” dan rencana komunikasi keluarga jika jaringan telekomunikasi lumpuh.

2. Norwegia


Norwegia termasuk salah satu negara yang secara resmi membagikan brosur kesiapsiagaan nasional kepada jutaan warganya. Pemerintah Norwegia mengirimkan panduan yang menjelaskan apa yang harus dilakukan jika terjadi perang, serangan teroris, bencana alam besar, atau krisis nasional lainnya.

Isi panduan tersebut sangat rinci, mulai dari cara menyimpan air bersih, persediaan makanan tahan lama, hingga tips bertahan tanpa listrik selama beberapa hari. Bahkan dijelaskan pula bagaimana masyarakat harus bersikap jika terjadi evakuasi massal atau mobilisasi militer.

Langkah ini dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran terhadap situasi keamanan di Eropa Utara, terutama setelah invasi Rusia ke Ukraina. Norwegia, yang berbatasan langsung dengan Rusia di kawasan Arktik, memiliki kepentingan strategis tinggi dalam menjaga kesiapan nasional.

3. Swedia


Swedia menjadi salah satu negara paling vokal dalam hal kesiapsiagaan sipil. Pemerintah Swedia bahkan memperbarui dan mendistribusikan ulang buku panduan berjudul “If Crisis or War Comes” kepada jutaan rumah tangga.

Panduan ini secara tegas menyebut kemungkinan perang dan mengajak warga untuk tidak panik, tetapi tetap waspada. Di dalamnya dijelaskan bagaimana menghadapi serangan udara, propaganda musuh, serangan siber, hingga gangguan distribusi logistik nasional.

Swedia menekankan konsep “total defense”, yakni kolaborasi antara militer dan sipil dalam menghadapi ancaman. Setiap warga dianggap sebagai bagian dari sistem pertahanan negara. Bahkan warga diminta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi demi mencegah kepanikan massal.

4. Finlandia


Finland memiliki tradisi panjang dalam pertahanan sipil. Negara ini dikenal memiliki ribuan bunker bawah tanah yang dapat menampung sebagian besar penduduk kota-kota besar.

Pemerintah Finlandia menyediakan panduan daring dan cetak yang memuat informasi tentang perlindungan diri saat terjadi serangan militer, termasuk ancaman kimia dan nuklir. Masyarakat juga diedukasi mengenai lokasi tempat perlindungan terdekat.

Dengan sejarah panjang ketegangan dengan Rusia, Finlandia membangun budaya kesiapsiagaan sejak lama. Setelah resmi bergabung dengan NATO, negara ini semakin memperkuat sistem pertahanan sipilnya.

5. Jerman


Jerman juga telah memperbarui pedoman perlindungan sipilnya dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah federal menganjurkan warga memiliki persediaan makanan untuk setidaknya 10 hari dan air minum untuk lima hari.

Selain itu, pemerintah Jerman menekankan pentingnya kesiapan menghadapi gangguan energi, terutama setelah krisis pasokan gas di Eropa.

Buku panduan yang disebarkan memuat langkah-langkah konkret menghadapi pemadaman listrik panjang, gangguan distribusi bahan bakar, serta ancaman konflik regional.

Jerman menempatkan kesiapsiagaan sipil sebagai bagian dari strategi keamanan nasional yang lebih luas, sejalan dengan peningkatan anggaran pertahanan mereka.

6. Swiss


Meski dikenal netral, Swiss merupakan salah satu negara paling siap menghadapi skenario perang. Hampir seluruh penduduknya memiliki akses ke bunker perlindungan nuklir.

Pemerintah Swiss secara rutin memperbarui panduan perlindungan sipil, termasuk prosedur evakuasi, penyimpanan logistik, hingga langkah menghadapi serangan kimia atau radiasi. Sistem ini merupakan warisan era Perang Dingin, namun tetap relevan hingga kini.

Swiss menekankan prinsip bahwa pertahanan bukan hanya tanggung jawab militer, tetapi seluruh warga negara.

Baca juga: Video Mata-mata CIA Targetkan Militer China, Beijing Ancam Bertindak
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Melakukan Segala...
Israel Melakukan Segala Cara untuk Menggagalkan Perundingan AS dan Iran
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
6 Fakta Gempa Kerak...
6 Fakta Gempa Kerak Dangkal M6,7 di Jalur Sesar Aktif Sulawesi Tengah
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
Trump: Iran Sudah Tamat!
Trump: Iran Sudah Tamat!
Rekomendasi
Usai Ziarah ke Makam...
Usai Ziarah ke Makam Soekarno dan Gus Dur, Kapolri Tabur Bunga di Makam Soeharto
50 Tokoh Pasang Badan...
50 Tokoh Pasang Badan untuk Roy Suryo, Din Syamsuddin dan Oegroseno Ikut Jadi Penjamin
Insiden Tutup Mulut...
Insiden Tutup Mulut di Piala Dunia 2026: Messi Kebal Kartu Merah?
Berita Terkini
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Israel Melakukan Segala...
Israel Melakukan Segala Cara untuk Menggagalkan Perundingan AS dan Iran
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Ini 3 Kemewahan Jet...
Ini 3 Kemewahan Jet Mewah Qatar untuk Armada Air Force One Donald Trump
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved