Postingan yang Viral Klaim Netanyahu Minta Persetujuan Hukum untuk Ambil Organ Orang Palestina
Kamis, 12 Februari 2026 - 09:20 WIB
loading...
A
A
A
Meskipun dokumen tersebut tampak resmi, keaslian dan konteks dokumen yang beredar secara online belum dapat diverifikasi secara independen.
Para pengguna media sosial kemudian mempertanyakan apakah ini menandai dimulainya kebijakan pengambilan organ orang-orang Palestina.
Klaim terbaru yang viral ini mengacu pada pengakuan yang dikonfirmasi oleh para pejabat Israel bahwa, pada tahun 1990an, organ-organ diambil di fasilitas forensik utama negara Israel, L Greenberg National Institute of Forensic Medicine (Institut Kedokteran Forensik Nasional L Greenberg)—umumnya dikenal sebagai lembaga forensik Abu Kabir—di Tel Aviv.
Lembaga tersebut, yang melakukan autopsi dan menyediakan layanan forensik untuk negara Israel, ditemukan telah mengambil organ dari tubuh warga Palestina, Israel, dan pekerja asing tanpa persetujuan keluarga mereka.
Pihak berwenang kemudian mengakui bahwa kornea, kulit, katup jantung, dan tulang telah diambil selama otopsi tanpa izin, dan menggambarkan bahwa praktik tersebut telah terjadi bertahun-tahun sebelumnya dan bersikeras bahwa praktik tersebut telah dihentikan.
Meskipun pengakuan-pengakuan ini berkaitan dengan penyimpanan organ tanpa izin dan bukan kebijakan pengambilan organ yang diumumkan, namun pengakuan-pengakuan tersebut terus memicu spekulasi mengenai perlakuan yang lebih luas terhadap jenazah warga Palestina.
Organisasi hak asasi manusia (HAM) memperkirakan Israel terus menahan ratusan jenazah warga Palestina. Kebijakan tersebut, ditambah dengan laporan baru-baru ini mengenai jenazah manusia tak dikenal yang dikembalikan ke Gaza dalam kantong tertutup setelah operasi militer selama berbulan-bulan, telah meningkatkan kecurigaan di dunia maya.
Para pengguna media sosial kemudian mempertanyakan apakah ini menandai dimulainya kebijakan pengambilan organ orang-orang Palestina.
Klaim terbaru yang viral ini mengacu pada pengakuan yang dikonfirmasi oleh para pejabat Israel bahwa, pada tahun 1990an, organ-organ diambil di fasilitas forensik utama negara Israel, L Greenberg National Institute of Forensic Medicine (Institut Kedokteran Forensik Nasional L Greenberg)—umumnya dikenal sebagai lembaga forensik Abu Kabir—di Tel Aviv.
Lembaga tersebut, yang melakukan autopsi dan menyediakan layanan forensik untuk negara Israel, ditemukan telah mengambil organ dari tubuh warga Palestina, Israel, dan pekerja asing tanpa persetujuan keluarga mereka.
Pihak berwenang kemudian mengakui bahwa kornea, kulit, katup jantung, dan tulang telah diambil selama otopsi tanpa izin, dan menggambarkan bahwa praktik tersebut telah terjadi bertahun-tahun sebelumnya dan bersikeras bahwa praktik tersebut telah dihentikan.
Meskipun pengakuan-pengakuan ini berkaitan dengan penyimpanan organ tanpa izin dan bukan kebijakan pengambilan organ yang diumumkan, namun pengakuan-pengakuan tersebut terus memicu spekulasi mengenai perlakuan yang lebih luas terhadap jenazah warga Palestina.
Organisasi hak asasi manusia (HAM) memperkirakan Israel terus menahan ratusan jenazah warga Palestina. Kebijakan tersebut, ditambah dengan laporan baru-baru ini mengenai jenazah manusia tak dikenal yang dikembalikan ke Gaza dalam kantong tertutup setelah operasi militer selama berbulan-bulan, telah meningkatkan kecurigaan di dunia maya.
Lihat Juga :