Gubernur di Korsel Usul Impor Wanita Vietnam untuk Atasi Krisis Populasi, Picu Kemarahan
Selasa, 10 Februari 2026 - 07:37 WIB
loading...
A
A
A
Korea Selatan selama bertahun-tahun memiliki salah satu tingkat kesuburan terendah di dunia, yang memicu krisis populasi. Para politisinya semakin menyuarakan keprihatinan tentang masalah ini, termasuk dampaknya pada kurangnya tenaga kerja dan meningkatnya jumlah warga lanjut usia.
Dengan perkiraan angka kelahiran sekitar 0,75—kurang dari setengah tingkat yang dibutuhkan untuk mempertahankan populasi—populasi keseluruhan Korea Selatan diproyeksikan akan turun hampir 50 persen menjadi 26,8 juta pada tahun 2100, menurut perkiraan dari Universitas Washington di Seattle, yang dikutip oleh Fortune.
Sementara itu, pada pertengahan tahun 2025, Straits Times mengutip proyeksi yang lebih buruk lagi, yaitu penurunan hingga serendah 7,4 juta pada tahun 2125, dibandingkan dengan sekitar 52 juta saat ini.
Organisasi-organisasi internasional telah memperingatkan bahwa bahkan pemulihan yang tajam pun kemungkinan besar akan gagal membalikkan penuaan populasi Korea Selatan yang cepat, yang menurut Bank of Korea dan lainnya akan menyebabkan kekurangan tenaga kerja, penurunan produktivitas, dan perlambatan signifikan dalam pertumbuhan ekonomi.
Banyak cara telah diusulkan dan diimplementasikan untuk mengatasi tantangan ini, dengan Korea Selatan mengalokasikan miliaran dolar untuk kebijakan seperti cuti berbayar bagi orang tua, tunjangan bulanan bagi mereka yang memiliki bayi baru lahir, dan subsidi perawatan IVF.
Dengan perkiraan angka kelahiran sekitar 0,75—kurang dari setengah tingkat yang dibutuhkan untuk mempertahankan populasi—populasi keseluruhan Korea Selatan diproyeksikan akan turun hampir 50 persen menjadi 26,8 juta pada tahun 2100, menurut perkiraan dari Universitas Washington di Seattle, yang dikutip oleh Fortune.
Sementara itu, pada pertengahan tahun 2025, Straits Times mengutip proyeksi yang lebih buruk lagi, yaitu penurunan hingga serendah 7,4 juta pada tahun 2125, dibandingkan dengan sekitar 52 juta saat ini.
Organisasi-organisasi internasional telah memperingatkan bahwa bahkan pemulihan yang tajam pun kemungkinan besar akan gagal membalikkan penuaan populasi Korea Selatan yang cepat, yang menurut Bank of Korea dan lainnya akan menyebabkan kekurangan tenaga kerja, penurunan produktivitas, dan perlambatan signifikan dalam pertumbuhan ekonomi.
Banyak cara telah diusulkan dan diimplementasikan untuk mengatasi tantangan ini, dengan Korea Selatan mengalokasikan miliaran dolar untuk kebijakan seperti cuti berbayar bagi orang tua, tunjangan bulanan bagi mereka yang memiliki bayi baru lahir, dan subsidi perawatan IVF.
(mas)
Lihat Juga :