Reformis dan Konservatif Bertarung Ketat di Pemilu Thailand

Minggu, 08 Februari 2026 - 14:12 WIB
loading...
A A A
Pemungutan suara hari Minggu juga mencakup referendum yang menanyakan kepada pemilih apakah Thailand harus mengganti konstitusi yang disusun militer pada tahun 2017.

Kelompok pro-demokrasi memandang piagam baru sebagai langkah penting untuk mengurangi pengaruh lembaga-lembaga yang tidak dipilih, seperti militer dan peradilan, sementara kelompok konservatif memperingatkan bahwa hal itu dapat menyebabkan ketidakstabilan.

Sekitar 53 juta orang berhak memilih dalam pemilihan hari Minggu, dan Komisi Pemilihan Umum mengatakan lebih dari 2,2 juta pemilih telah memberikan suara selama periode pemungutan suara awal yang dimulai pada 1 Februari.

Al Jazeera melaporkan bahwa para pemilih di Thailand memandang pemilihan ini dengan perasaan lelah dan familiar. Yang benar-benar ingin diketahui oleh para pemilih Thailand adalah apakah pemerintah berikutnya akan membawa kemajuan. Mereka telah melihat pertumbuhan melambat dan terus melambat sementara wilayah dinamis lainnya terus maju. Dan ada perasaan bahwa perubahan benar-benar perlu dilakukan.

Namun, apakah para pemilih akan mendapatkan apa yang mereka pilih masih belum pasti.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
Thailand Berduka, Putri...
Thailand Berduka, Putri Raja Vajiralongkorn Meninggal setelah Koma Hampir 4 Tahun
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Ironi Kekayaan Raja...
Ironi Kekayaan Raja Thailand Vajiralongkorn Rp778 Triliun: Hampir 3 Kali Anggaran MBG, tapi Pewarisnya Tak Jelas
Bebas dari Penjara,...
Bebas dari Penjara, Thaksin Shinawatra Dapat Pengampunan Raja Thailand
Pria China Hajar Brutal...
Pria China Hajar Brutal Pekerja Seks Thailand karena Ternyata Laki-laki
Daya Tarik Menarik Thailand:...
Daya Tarik Menarik Thailand: Eksplorasi Kota Bangkok dan Keindahan Pesisir Pattaya
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Pulau Antartika Australia...
Pulau Antartika Australia Diserang Flu Burung, Ribuan Anak Anjing Laut Mati!
Rekomendasi
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Sahroni soal Roy Suryo...
Sahroni soal Roy Suryo Ditangkap: Tangkepin yang Hina Presiden dan Penyebar Hoaks
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved