Elon Musk: AS 1.000% Akan Bangkrut

Minggu, 08 Februari 2026 - 12:14 WIB
loading...
Elon Musk: AS 1.000%...
Miliarder Elon Musk memiliki keyakinan 1.000 persen Amerika Serikat akan bangkrut kecuali AI dan robot menyelematkan ekonominya dari tumpukan utang. Foto/X @BRICSinfo
A A A
WASHINGTON - Elon Reeve Musk, miliarder Amerika Serikat (AS) yang juga CEO Tesla, memiliki keyakinan 1.000 persen bahwa negaranya akan bangkrut. Keyakinannya bisa berubah jika artificial intelligence (AI) dan robot bisa menyelamatkan ekonomi Amerika dari utang yang menghancurkan.

Dalam wawancara panjang dengan podcaster Dwarkesh Patel bersama pendiri dan presiden Stripe, John Collison, pada hari Kamis lalu, miliarder teknologi itu ditanya mengapa dia mendorong pemotongan pengeluaran yang agresif saat memimpin Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE) jika teknologi akan meningkatkan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) dan meringankan beban utang AS.

Baca Juga: Rusia Didesak Serang Satelit Elon Musk dengan Senjata Nuklir, Ini Alasannya

Musk menjawab bahwa dia khawatir tentang pemborosan dan penipuan. Itu terlepas dari laporan bahwa banyak pemangkasan jumlah staf secara menyeluruh termasuk karyawan penting yang harus dipekerjakan kembali.

“Tanpa AI dan robotika, kita benar-benar kacau karena utang nasional menumpuk dengan sangat cepat,” ujar Musk, seperti dikutip dari Fortune, Minggu (8/2/2026).

Sang miliarder menunjukkan bahwa pembayaran bunga saja atas tumpukan utang USD38,5 triliun mencapai sekitar USD1 triliun per tahun, melebihi anggaran militer AS.

Biaya pembayaran utang juga melebihi pengeluaran untuk program sosial seperti Medicare. Tetapi Presiden Donald Trump telah berjanji untuk meningkatkan pengeluaran pertahanan tahunan menjadi USD1,5 triliun, sehingga anggaran pertahanan dapat melampaui pembayaran bunga lagi, setidaknya untuk sementara.

Merenungkan pekerjaannya dengan DOGE, Musk mengatakan dia berharap dapat memperlambat lintasan keuangan AS yang tidak berkelanjutan, memberi lebih banyak waktu bagi AI dan robotika untuk mendorong pertumbuhan.

“Itulah satu-satunya hal yang dapat menyelesaikan utang nasional. Kita 1.000% akan bangkrut sebagai negara, dan gagal sebagai negara, tanpa AI dan robot,” ujar Musk.

"Tidak ada hal lain yang akan menyelesaikan utang nasional. Kita hanya perlu cukup waktu untuk membangun AI dan robot agar tidak bangkrut sebelum itu," imbuh dia.

Pada akhir November lalu, Musk membuat komentar serupa, mengatakan dalam podcast Nikhil Kamath bahwa penerapan AI dan robotika “dalam skala yang sangat besar” adalah satu-satunya solusi untuk krisis utang AS.

Namun dia memperingatkan bahwa peningkatan output barang dan jasa sebagai akibat dari teknologi tersebut kemungkinan akan menyebabkan deflasi yang signifikan.

“Itu tampaknya mungkin karena Anda tidak akan dapat meningkatkan pasokan uang secepat Anda meningkatkan output barang dan jasa,” kata Musk.

Deflasi justru akan memperburuk beban utang secara riil, sementara inflasi akan meringankannya pada awalnya, meskipun lonjakan imbal hasil obligasi yang dihasilkan pada akhirnya akan menyebabkan pembayaran bunga utang melonjak.

Tentu saja, AS memiliki beberapa keuntungan bawaan mengingat dolar tetap menjadi mata uang cadangan dunia, memungkinkan Departemen Keuangan untuk meminjam dengan suku bunga lebih rendah daripada yang mungkin terjadi jika tidak demikian.

Kemampuan AS untuk menerbitkan utang dalam mata uangnya sendiri dan kapasitas pembelian obligasi Federal Reserve juga mengurangi risiko gagal bayar sepenuhnya.

Namun demikian, Komite untuk Tanggung Jawab Anggaran Federal (CRFB) memperingatkan bulan lalu bahwa AS berada pada jalur yang dapat memicu enam jenis krisis fiskal yang berbeda.

"Meskipun mustahil untuk mengetahui kapan bencana akan terjadi, beberapa bentuk krisis hampir tidak dapat dihindari tanpa koreksi arah," kata CRFB dalam sebuah laporannya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
Iran Balas Bombardir...
Iran Balas Bombardir 18 Target Militer AS, Termasuk Sistem Rudal Patriot
Sistem Rudal Iran Tembaki...
Sistem Rudal Iran Tembaki Jet Tempur F-16 AS
AS Menyerang Lagi, Iran...
AS Menyerang Lagi, Iran Tutup Total Selat Hormuz
AS Bombardir Iran 2...
AS Bombardir Iran 2 Hari Berturut-turut saat Harga Minyak Melonjak
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
Apa yang Terjadi Sehari...
Apa yang Terjadi Sehari Sebelum Kick-Off Piala Dunia 2026?
Serangan di SPBU dan...
Serangan di SPBU dan Permukiman Israel, Satu Orang Tewas
Kejam! Parlemen Israel...
Kejam! Parlemen Israel Sahkan UU Sita Pajak Bea Cukai Palestina
Rekomendasi
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Polisi dan Jaksa Ragu-ragu di Kasus Ijazah Jokowi
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Puncak Musim Kemarau...
Puncak Musim Kemarau Agustus 2026, BMKG Ingatkan Dampak El Nino
Berita Terkini
Iran Balas Bombardir...
Iran Balas Bombardir 18 Target Militer AS, Termasuk Sistem Rudal Patriot
Sistem Rudal Iran Tembaki...
Sistem Rudal Iran Tembaki Jet Tempur F-16 AS
AS Menyerang Lagi, Iran...
AS Menyerang Lagi, Iran Tutup Total Selat Hormuz
AS Bombardir Iran 2...
AS Bombardir Iran 2 Hari Berturut-turut saat Harga Minyak Melonjak
Tembak Jatuh Helkopter...
Tembak Jatuh Helkopter Apache AS, Ini Pesan yang Hendak Disampaikan Iran
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved