Elon Musk: AS 1.000% Akan Bangkrut
Minggu, 08 Februari 2026 - 12:14 WIB
loading...
A
A
A
Biaya pembayaran utang juga melebihi pengeluaran untuk program sosial seperti Medicare. Tetapi Presiden Donald Trump telah berjanji untuk meningkatkan pengeluaran pertahanan tahunan menjadi USD1,5 triliun, sehingga anggaran pertahanan dapat melampaui pembayaran bunga lagi, setidaknya untuk sementara.
Merenungkan pekerjaannya dengan DOGE, Musk mengatakan dia berharap dapat memperlambat lintasan keuangan AS yang tidak berkelanjutan, memberi lebih banyak waktu bagi AI dan robotika untuk mendorong pertumbuhan.
“Itulah satu-satunya hal yang dapat menyelesaikan utang nasional. Kita 1.000% akan bangkrut sebagai negara, dan gagal sebagai negara, tanpa AI dan robot,” ujar Musk.
"Tidak ada hal lain yang akan menyelesaikan utang nasional. Kita hanya perlu cukup waktu untuk membangun AI dan robot agar tidak bangkrut sebelum itu," imbuh dia.
Pada akhir November lalu, Musk membuat komentar serupa, mengatakan dalam podcast Nikhil Kamath bahwa penerapan AI dan robotika “dalam skala yang sangat besar” adalah satu-satunya solusi untuk krisis utang AS.
Namun dia memperingatkan bahwa peningkatan output barang dan jasa sebagai akibat dari teknologi tersebut kemungkinan akan menyebabkan deflasi yang signifikan.
Merenungkan pekerjaannya dengan DOGE, Musk mengatakan dia berharap dapat memperlambat lintasan keuangan AS yang tidak berkelanjutan, memberi lebih banyak waktu bagi AI dan robotika untuk mendorong pertumbuhan.
“Itulah satu-satunya hal yang dapat menyelesaikan utang nasional. Kita 1.000% akan bangkrut sebagai negara, dan gagal sebagai negara, tanpa AI dan robot,” ujar Musk.
"Tidak ada hal lain yang akan menyelesaikan utang nasional. Kita hanya perlu cukup waktu untuk membangun AI dan robot agar tidak bangkrut sebelum itu," imbuh dia.
Pada akhir November lalu, Musk membuat komentar serupa, mengatakan dalam podcast Nikhil Kamath bahwa penerapan AI dan robotika “dalam skala yang sangat besar” adalah satu-satunya solusi untuk krisis utang AS.
Namun dia memperingatkan bahwa peningkatan output barang dan jasa sebagai akibat dari teknologi tersebut kemungkinan akan menyebabkan deflasi yang signifikan.
Lihat Juga :