AS Tuduh China Diam-diam Uji Coba Ledakan Nuklir

Minggu, 08 Februari 2026 - 05:55 WIB
loading...
AS Tuduh China Diam-diam...
Amerika Serikat menuduh China diam-diam telah menguji coba ledakan nuklir. Foto/Global Times
A A A
WASHINGTON - Wakil Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) untuk Pengendalian Senjata dan Keamanan Internasional Thomas G DiNanno menuduh China telah melakukan uji coba ledakan nuklir secara diam-diam menggunakan sebuah metode untuk mengurangi efektivitas pemantauan seismik. Menurutnya, uji coba itu berlangsung pada 22 Juni 2020.

Itu terjadi hanya seminggu setelah konfrontasi tentara China dan India di perbatasan Galwan. Dalam konfrontasi berdarah itu, 20 tentara India dilaporkan tewas, sedangkan di pihak China lebih dari 30 tentara dilaporkan tewas.

"Saya dapat mengungkapkan bahwa pemerintah AS mengetahui China telah melakukan uji coba ledakan nuklir, termasuk mempersiapkan uji coba dengan daya ledak yang ditetapkan dalam ratusan ton," kata DiNanno dalam Konferensi Perlucutan Senjata di Jenewa pada hari Jumat, yang dilansir Reuters, Minggu (8/2/2026).

Baca Juga: Perjanjian New START dengan AS Berakhir, Rusia Bisa Sesuka Hati Kerahkan Senjata Nuklir

"Militer China berupaya menyembunyikan pengujian dengan mengaburkan ledakan nuklir karena mereka menyadari bahwa uji coba ini melanggar komitmen larangan uji coba. China telah menggunakan 'decoupling', sebuah metode untuk mengurangi efektivitas pemantauan seismik, untuk menyembunyikan aktivitas mereka dari dunia," lanjut dia.

Presiden AS Donald Trump pada bulan Oktober memerintahkan militer AS untuk segera melanjutkan proses pengujian senjata nuklir, dengan mengatakan bahwa negara-negara lain juga melakukannya tetapi tanpa memberikan detail atau mengidentifikasi mereka.

Duta Besar China untuk perlucutan senjata, Shen Jian, tidak secara langsung menanggapi tuduhan DiNanno tetapi mengatakan Beijing selalu bertindak dengan bijaksana dan bertanggung jawab dalam masalah nuklir.

"China mencatat bahwa AS terus menggembar-gemborkan apa yang disebut ancaman nuklir China dalam pernyataannya. China dengan tegas menentang narasi palsu tersebut," katanya. "AS adalah penyebab meningkatnya perlombaan senjata."

Para diplomat di Konferensi Perlucutan Senjata mengatakan tuduhan AS itu baru mengkhawatirkan. China, seperti AS, telah menandatangani tetapi belum meratifikasi Perjanjian Pelarangan Uji Coba Nuklir Komprehensif (CTBT), yang melarang uji coba nuklir eksplosif. Rusia telah menandatangani dan meratifikasinya, tetapi menarik ratifikasinya pada tahun 2023.

Robert Floyd, kepala badan pengatur perjanjian yang berbasis di Wina, mengatakan sistem pemantauan internasional badan tersebut tidak mendeteksi peristiwa apa pun yang konsisten dengan karakteristik ledakan uji coba senjata nuklir pada saat dugaan uji coba ledakan nuklir China seperti yang dituduhkan AS. Analisis lebih rinci selanjutnya, kata Floyd, tidak mengubah penentuan tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Militer AS Waspada
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz karena Israel Serang Lebanon
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Perwira Militer Israel...
Perwira Militer Israel yang Tewas Dibom di Lebanon Ternyata Pembunuh Bocah Gaza Hind Rajab
Rekomendasi
5 Fakta Menarik Timnas...
5 Fakta Menarik Timnas Jerman Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Dr. Suzanne Huurman,...
Dr. Suzanne Huurman, Satu-Satunya Kepala Medis Perempuan di Piala Dunia 2026
Pria Mudah Lelah dan...
Pria Mudah Lelah dan Mengantuk Meski Cukup Tidur? Bisa Jadi Tanda Testosteron Rendah
Berita Terkini
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Krisis Politik Inggris...
Krisis Politik Inggris Makin Parah, PM Keir Starmer Bersiap Mengundurkan Diri
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Militer AS Waspada
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz karena Israel Serang Lebanon
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved