Epstein Files: Kain Kakbah Dikirim ke Jeffrey Epstein via Kontak yang Terkait UEA

Selasa, 03 Februari 2026 - 09:43 WIB
loading...
Epstein Files: Kain...
Dokumen Epstein Files mengungkap pengiriman Kiswah Kakbah dari Makkah untuk terpidana paedofil Jeffrey Epstein di AS melalui kontak yang terkait dengan Uni Emirat Arab. Foto/Salaam TV
A A A
WASHINGTON - Berkas Epstein atau Epstein Files yang baru dirilis Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) mencakup email yang merinci pengiriman kain suci Kakbah di Makkah, Arab Saudi, ke AS. Pengiriman itu diatur melalui kontak yang terkait dengan Uni Emirat Arab (UEA) dan dikirim ke terpidana paedofil Jeffrey Epstein.

Surat-menyurat tersebut, bertanggal Februari dan Maret 2017, menunjukkan pengusaha wanita yang berbasis di UEA, Aziza al-Ahmadi, bekerja sama dengan seorang pria bernama Abdullah al-Maari untuk mengatur pengiriman tiga bagian yang terkait dengan Kiswah—kain hitam bersulam emas yang menutupi Kakbah di pusat situs tersuci Islam di Arab Saudi.

Baca Juga: Epstein Files: Malaysia Jadi Tambang Emas Bank AS Jika Anwar Ibrahim Jadi PM

Kiswah memiliki makna keagamaan yang mendalam bagi umat Muslim di seluruh dunia. Setiap tahun, kain tersebut dilepas dari tempat suci dan diganti dengan yang baru, dengan bagian-bagian Kiswa sebelumnya diperlakukan sebagai artefak yang sangat berharga.

Email dalam arsip Epstein menunjukkan barang-barang tersebut dikirim melalui kargo udara dari Arab Saudi ke Florida melalui British Airways, dengan koordinasi yang mencakup faktur, pengaturan bea cukai, dan pengiriman di dalam Amerika Serikat.

Pesan-pesan tersebut menggambarkan tiga bagian terpisah: satu dari dalam Kakbah, satu dari penutup luar yang digunakan, dan yang ketiga terbuat dari bahan yang sama tetapi tidak digunakan. Surat-menyurat tersebut menggambarkan bagian yang tidak digunakan sebagai cara untuk mengklasifikasikan pengiriman tersebut sebagai "karya seni".

Pengiriman tersebut tiba di rumah Epstein pada Maret 2017, lama setelah dia menjalani hukuman penjara dan terdaftar sebagai pelaku kejahatan seksual.

Dalam sebuah email, Ahmadi menggarisbawahi makna religius kain tersebut sambil langsung ditujukan kepada Epstein: “Potongan kain hitam itu disentuh oleh setidaknya 10 juta Muslim dari berbagai denominasi, Sunni, Syiah, dan lainnya.”

“Mereka berjalan mengelilingi Kakbah tujuh putaran, kemudian setiap orang berusaha semaksimal mungkin untuk menyentuhnya dan mereka menyimpan doa, keinginan, air mata, dan harapan mereka pada potongan kain ini. Berharap setelah itu semua doa mereka akan diterima,” imbuhnya.

Korespondensi tersebut tidak menjelaskan bagaimana Ahmadi mengenal Epstein atau mengapa potongan kain tersebut dikirim kepadanya.

Dalam serangkaian email lain, Ahmadi, yang dilaporkan berasal dari Arab Saudi, menanyakan kabar Epstein setelah Badai Irma melanda Karibia pada September 2017, ketika pulau pribadi penjahat seksual itu mengalami kerusakan parah.

Selama beberapa hari, Ahmadi berulang kali menghubungi sekretaris Epstein untuk menanyakan kondisinya di pulau itu.

“Semua orang aman dan itu yang terpenting...beberapa bangunan hilang...pohon-pohon hilang....paviliun dermaga hilang...jalan tidak dapat dilalui....kerusakan luar lainnya, tetapi di dalam baik-baik saja....ini berantakan tetapi semuanya dapat dibangun kembali! terima kasih telah menanyakan kabar,” tulis sekretaris itu. Ahmadi menjawab: “Janji akan mengirim tenda baru."

Email-email tersebut tidak menunjukkan apakah Ahmadi pernah mengunjungi pulau Epstein atau memahami sepenuhnya apa yang terjadi di sana.

Little Saint James, nama pulau itu, digunakan sebagai basis operasi untuk operasi perdagangan seks Epstein.

Dalam pesan lain, asisten Epstein yang sudah lama bekerja dengannya, Lesley Groff, mengirimkan alat uji DNA kepada Ahmadi. Tidak jelas untuk apa alat itu.

Epstein jarang berkomunikasi langsung dengan Ahmadi dalam korespondensi tersebut. Dalam sebuah email, Ahmadi bertanya kepada Groff: “Bisakah saya mampir ke rumah Jeffrey hari ini sebelum saya meninggalkan NYC? Untuk mengucapkan selamat tinggal dan selamat ulang tahun. Saya hanya butuh 15 menit.”

Secara terpisah, sebuah memo FBI yang dirilis pada Jumat malam mengatakan Epstein bekerja sama dengan intelijen AS dan Israel.

“Epstein dekat dengan mantan Perdana Menteri Israel, Ehud Barak, dan dilatih sebagai mata-mata di bawahnya,” bunyi memo tersebut, seperti dikutip dari Middle East Eye, Selasa (3/2/2026).
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Ancam Serang Iran...
Trump Ancam Serang Iran Sangat Keras Jika Tak Kendalikan Hizbullah!
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Pembom B-52 Stratofortress...
Pembom B-52 Stratofortress AS Jatuh di Pangkalan Gurun Mojave, Tewaskan 8 Orang
Wapres JD Vance: Israel...
Wapres JD Vance: Israel Berusaha Pengaruhi Kebijakan Politik AS
Rekomendasi
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
10 Fakta Menarik Spanyol...
10 Fakta Menarik Spanyol Pecundangi Arab Saudi di Piala Dunia 2026
Hasil Piala Dunia 2026:...
Hasil Piala Dunia 2026: Belgia Dipaksa Bermain Imbang Lawan Iran
Berita Terkini
4 Prasyarat Iran untuk...
4 Prasyarat Iran untuk Negosiasi di Swiss, Dapat Dana Segar Rp106 Triliun
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved