Khamenei Sebut Perang Timur Tengah Pecah Jika AS Menginvasi Iran, Ini Respons Trump

Senin, 02 Februari 2026 - 07:01 WIB
loading...
A A A
Pejabat IRGC Ahmad Vahidi, yang dikutip kantor berita Mehr, mengatakan bahwa musuh berusaha menciptakan suasana perang.

“Ini adalah bagian dari operasi psikologis mereka. Karena itu kita tidak boleh jatuh ke dalam perangkap ini,” kata Vahidi.

Harian ultra-konservatif Kayhan memuat judul utama “Asia Barat, rumah Iran dan kuburan Amerika", sementara Mehr melaporkan bahwa beberapa ribu kuburan di Teheran siap menerima jenazah tentara Amerika jika Amerika Serikat menyerang.

Namun Ali Larijani, kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, mengatakan pada hari Sabtu: “Bertentangan dengan gembar-gembor perang media yang dibuat-buat, pengaturan struktural untuk negosiasi sedang berlangsung.”

Trump juga mengonfirmasi bahwa dialog sedang berlangsung, tetapi tanpa menarik ancaman sebelumnya, dan menambahkan: “Kita lihat saja apa yang terjadi.”

Presiden AS itu sebelumnya mengatakan dia percaya Iran akan membuat kesepakatan tentang program nuklir dan rudalnya daripada menghadapi aksi militer.

Sementara itu, Teheran mengatakan siap untuk pembicaraan nuklir jika kemampuan rudal dan pertahanannya tidak termasuk dalam agenda.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan pada hari Sabtu bahwa perang tidak akan menguntungkan Iran, Amerika Serikat, maupun kawasan, selama panggilan telepon dengan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi.

Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman al-Thani, yang juga menjabat sebagai Menteri Luar Negeri, mengadakan pembicaraan di Iran pada hari Sabtu untuk mencoba "meredakan ketegangan".
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Klaim Iran Minta...
Trump Klaim Iran Minta Lanjutkan Pembicaraan dan AS Setuju
Setelah Warga Palestina...
Setelah Warga Palestina Diusir, Israel Robohkan Sekolah di Dusun Tepi Barat
AS Serang Jembatan Kereta...
AS Serang Jembatan Kereta Api Strategis yang Hubungkan Iran ke China dan Rusia
Israel Minta Lampu Hijau...
Israel Minta Lampu Hijau AS untuk Serang Iran
Iran Gempur Pusat Komando...
Iran Gempur Pusat Komando AS dan Pangkalan Udara Yordania dengan 10 Rudal Balistik
Panglima IRGC Sumpah...
Panglima IRGC Sumpah Balas Dendam atas Pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran
Cawe-cawe Trump Disebut...
Cawe-cawe Trump Disebut Biang Kerok Kegagalan Timnas AS di Piala Dunia 2026
Hilang dari Radar, Pesawat...
Hilang dari Radar, Pesawat Boeing 737 Ditemukan Hancur di Laut Arab
Palestina Akhirnya Gelar...
Palestina Akhirnya Gelar Pemilu Legislatif Tahun Ini, Pertama sejak 20 Tahun
Rekomendasi
Polri Belum Tetapkan...
Polri Belum Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Batu Bara-Asabri
Belgia Patahkan Rekor...
Belgia Patahkan Rekor Clean Sheet Spanyol di Babak Pertama
Kardinal Orlando Quevedo...
Kardinal Orlando Quevedo Dianugerahi Harmony in Diversity Award Perdana
Berita Terkini
Israel Menahan Mufti...
Israel Menahan Mufti Agung Yerusalem, Melarangnya Masuk Masjid Al-Aqsa Selama 1 Pekan
Trump Klaim Iran Minta...
Trump Klaim Iran Minta Lanjutkan Pembicaraan dan AS Setuju
Setelah Warga Palestina...
Setelah Warga Palestina Diusir, Israel Robohkan Sekolah di Dusun Tepi Barat
AS Serang Jembatan Kereta...
AS Serang Jembatan Kereta Api Strategis yang Hubungkan Iran ke China dan Rusia
Israel Minta Lampu Hijau...
Israel Minta Lampu Hijau AS untuk Serang Iran
Rencana Volkswagen Buat...
Rencana Volkswagen Buat Rudal dengan Rafael Israel Dihalangi Para Investor Qatar
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved