Singkirkan Jenderal Top China Zhang Youxia, Xi Jinping Disebut Sudah Mencapai Kegilaan

Minggu, 01 Februari 2026 - 11:55 WIB
loading...
Singkirkan Jenderal...
Jenderal top China, Zhang Youxia, diselidiki atas tuduhan membocorkan rahasia senjata nuklir negaranya kepada AS. Foto/The Jamestown Foundation
A A A
BEIJING - Disingkirkannya dua jenderal top militer China, Zhang Youxia dan Liu Zhenli, dari kekuasaan telah menimbulkan guncangan di kalangan aktivis pembangkang China di luar negeri. Para aktivis menilai pembersihan para jenderal militer ini menandakan tindakan Presiden Xi Jinping sudah mencapai "kegilaan"-nya.

Jenderal Zhang Youxia adalah Wakil Ketua Komisi Militer Pusat (CMC) Partai Komunis China (CMC). Xi Jinping merupakan pemimpin tertinggi CMC, sehiggga posisi Zhang adalah orang nomor dua setelah Xi Jinping. Sedangkan Jenderal Liu Zhenli adalah Kepala Departemen Staf Gabungan (otoritas komando operasional Tentara Pembebasan Rakyat.

Baca Juga: Jenderal Zhang Disingkirkan, Tak Ada Lagi Jenderal China yang Berani pada Xi Jinping

Narasi resmi pemerintah China adalah kedua jenderal itu melanggar disiplin dan melakukan kesalahan serius. Sedangkan laporan Wall Street Journal menutip sumber internal CMC menyatakan bahwa Jenderal Zhang Youxia telah membocorkan rahasia senjata nuklir China kepada Amerika Serikat dan menerima suap dalam upayanya mempromosikan perwira menjadi menteri pertahanan.

Di dalam negeri China, informasi resmi tentang penyingkiran kedua jenderal itu tetap dirahasiakan. Dalam kekosongan posisi penting di CMC, kebocoran dan kesaksian orang dalam—yang tidak mungkin diverifikasi secara independen—telah menyebar secara online.

Tuduhan paling serius menggambarkan Xi Jinping, Sekretaris Jenderal dan Panglima Tertinggi CPC, telah melewati ambang batas yang menentukan: memerintahkan pembersihan yang begitu kejam "sehingga tidak ada seorang pun yang hidup".

Mengutip laporan dari Vision Times, Minggu (1/2/2026), tidak hanya Zhang Youxia dan Liu Zhenli yang dinetralisir, tetapi pengawal pribadi, ajudan, dan bahkan staf rumah tangga mereka "dieksekusi". Pada saat yang sama, daftar yang diduga merinci penggantian besar-besaran kepemimpinan senior Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) mulai beredar di media sosial.

Sheng Xue, seorang aktivis demokrasi China di luar negeri dan penyelenggara pembangkang lama, mengungkapkan bahwa dia baru-baru ini menerima informasi dari kontak tepercaya di China daratan, yang hanya diidentifikasi sebagai "Mr X".

“Xi Jinping telah mencapai keadaan yang sangat gila,” kata sumber tersebut. “Pembersihan ini telah menyebabkan kerusakan yang sangat besar. Perlawanan Zhang Youxia telah runtuh.”

Menurut laporan tersebut, Xi Jinping sekarang sepenuhnya mengendalikan situasi justru karena dia telah “membuka pintu untuk pembunuhan". Para pengawal dan staf rumah tangga Zhang Youxia dan Liu Zhenli, menurut sumber tersebut, "dieksekusi" sebagai bagian dari strategi yang disengaja untuk memberantas seluruh jaringan daripada tokoh individu.

Skala yang dijelaskan sangat mengejutkan. Di Beijing saja, sekitar 20.000 orang dilaporkan telah ditahan. Lebih dari 200 penangkapan dilaporkan terjadi di Komando Teater Selatan (salah satu dari lima komando tempur regional PLA), dengan lebih dari 70 di dalam sistem Staf Umum. Daftar pengganti baru diduga telah diselesaikan—didominasi bukan oleh jenderal-jenderal terkenal, melainkan oleh tokoh-tokoh yang kurang dikenal dan tidak terkenal.

“Xi menyerang tanpa menahan diri,” kata sumber tersebut. “Dia tidak meninggalkan korban selamat. Sekitar lima puluh orang yang terkait dengan Zhang Youxia—anggota keluarga, pengawal, dan staf rumah tangga—semuanya tewas.”

Menurut pengungkapan yang sama, kekuatan paksaan efektif Xi Jinping meluas jauh melampaui sekitar 1,2 juta pasukan aktif PLA di Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, dan Angkatan Roket. Kekuatan itu juga mencakup lebih dari 2 juta Polisi Bersenjata Rakyat (pasukan keamanan internal paramiliter), 8 juta anggota milisi, dan sekitar 11 juta veteran—menghasilkan potensi kekuatan yang dapat dimobilisasi mendekati 20 juta.

Di tengah pembersihan, militer dilaporkan telah diberitahu bahwa gaji akan naik lagi bulan depan, sebuah langkah yang ditafsirkan di kalangan pembangkang sebagai insentif dan ujian loyalitas selama periode ketegangan internal yang ekstrem.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Serang Jembatan Kereta...
AS Serang Jembatan Kereta Api Strategis yang Hubungkan Iran ke China dan Rusia
Akademisi Beijing: Negara...
Akademisi Beijing: Negara Mana Pun yang Berani Perang Nuklir Melawan China Akan Musnah
Uni Eropa Perketat Impor...
Uni Eropa Perketat Impor E-Commerce, Era Paket Murah dari China Mulai Berakhir
Jenderal Iran Incar...
Jenderal Iran Incar Trump dan Netanyahu, Balas Dendam untuk Khamenei
China Tembakkan Rudal...
China Tembakkan Rudal Balistik Antarbenua Berkemampuan Nuklir, 6 Negara Protes
China Hukum Mati Mantan...
China Hukum Mati Mantan Pejabat karena Terima Suap Rp5,8 Triliun
UMKM Nasional Miliki...
UMKM Nasional Miliki Ketangguhan Hadapi Serbuan Produk China
Horor! Siswa Pilot Terpaksa...
Horor! Siswa Pilot Terpaksa Mendarat Sendiri Usai Instrukturnya Tiba-Tiba Lompat Keluar Pesawat
Intelijen Israel Bisiki...
Intelijen Israel Bisiki AS, Iran Ingin Bunuh Trump
Rekomendasi
Peningkatan Kualitas...
Peningkatan Kualitas SDM Jadi Syarat Pembangunan Jakarta Menuju Kota Global
Argentina vs Swiss:...
Argentina vs Swiss: La Albiceleste Dibayangi Tembok Kokoh La Nati
Jalur Mandiri Ujian...
Jalur Mandiri Ujian Tulis UNJ 2026 Masih Buka Pendaftaran, Simak Persyaratannya
Berita Terkini
AS dan Iran Akan Kembali...
AS dan Iran Akan Kembali ke Meja Perundingan, tapi Trump punya 1 Syarat, Apa Itu?
Iran Ungkap Kelompok...
Iran Ungkap Kelompok Garis Keras yang Sesat Tembaki Kapal untuk Rusak Negosiasi dengan AS
Trump Ungkap 1.000 Rudal...
Trump Ungkap 1.000 Rudal Diarahkan ke Iran Jika Dia Dibunuh
Rusia Terbuka Jika Turki...
Rusia Terbuka Jika Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA
Iran Tegaskan Siap untuk...
Iran Tegaskan Siap untuk Pertahanan Skala Penuh, Trump Sebut Gencatan Senjata Berakhir
Bicara dengan Presiden...
Bicara dengan Presiden Iran, PM Pakistan Desak AS dan Iran Komitmen pada Pakta Perdamaian
Infografis
Gunung Pelangi China,...
Gunung Pelangi China, Fenomena Alam yang Disebut dalam Al-Quran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved