AS Luncurkan Latihan Kesiapan Militer Skala Besar di Timur Tengah, Iran Siap Menyerang

Rabu, 28 Januari 2026 - 13:30 WIB
loading...
AS Luncurkan Latihan...
Pesawat militer Angkatan Udara AS dikerahkan di Timur Tengah. Foto/x/centcom
A A A
TEHERAN - Amerika Serikat telah memulai latihan militer skala besar selama beberapa hari di seluruh Timur Tengah. Latihan ini bertepatan dengan pengumuman Presiden Donald Trump tentang pengerahan angkatan laut tambahan, yang meningkatkan ketegangan dengan Iran.

Angkatan Udara Pusat AS (AFCENT) menyatakan pada hari Selasa bahwa “latihan kesiapan” dirancang untuk menunjukkan pengerahan dan pemeliharaan pesawat tempur secara cepat. Operasi ini diduga bertujuan memvalidasi prosedur penyebaran personel dan jet ke berbagai “lokasi darurat” dan mengintegrasikan komando dengan “negara mitra” yang tidak disebutkan namanya.

“Ini tentang menegakkan komitmen kami untuk mempertahankan personel Angkatan Udara yang siap tempur dan pelaksanaan disiplin yang diperlukan untuk menjaga ketersediaan kekuatan udara kapan dan di mana dibutuhkan,” kata komandan AFCENT Letnan Jenderal Derek France.

Latihan udara ini melengkapi peningkatan kekuatan angkatan laut yang besar. Komando Pusat AS (CENTCOM) mengkonfirmasi kapal induk bertenaga nuklir USS Abraham Lincoln, yang didampingi oleh kapal perusak rudal, memasuki wilayah tersebut awal pekan ini.

Selain itu, AS telah memindahkan jet tempur F-15E Strike Eagle tambahan, baterai rudal Patriot, dan sistem pertahanan udara THAAD ke Timur Tengah.

“Ada armada indah lainnya yang berlayar dengan indah menuju Iran saat ini,” kata Trump dalam pidatonya pada hari Selasa, menambahkan ia berharap Teheran akan “membuat kesepakatan.” Sebelumnya ia menegaskan kekuatan angkatan laut di dekat Iran lebih besar daripada yang digunakan dalam operasi Venezuela.

Pergerakan militer ini menyusul ketegangan ekstrem selama beberapa minggu, di mana Trump dilaporkan hampir memerintahkan serangan untuk “menghukum” Teheran atas tindakan kerasnya terhadap protes anti-pemerintah yang penuh kekerasan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Meski IRGC Tutup Selat...
Meski IRGC Tutup Selat Hormuz, Perundingan Damai AS dan Iran Digelar di Swiss
Belajar dari Iran: Tiga...
Belajar dari Iran: Tiga Pelajaran Strategis bagi Indonesia
Israel Bom Lebanon,...
Israel Bom Lebanon, Iran Murka Bakal Kembali Tutup Selat Hormuz
Ini Alasan Trump Ingin...
Ini Alasan Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran
Rekomendasi
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
Paradoks Tata Kelola...
Paradoks Tata Kelola Batu Bara di Indonesia
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
Berita Terkini
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved