Sedang Perang Lawan Rusia, 41 Anggota DPR Ukraina Malah Diduga Korupsi

Selasa, 27 Januari 2026 - 10:25 WIB
loading...
Sedang Perang Lawan...
Sebanyak 41 anggota DPR Ukraina sedang diselidiki atas dugaan korupsi di saat negara itu sedang dilanda perang melawan invasi Rusia. Foto/President.gov.ua
A A A
KYIV - Ketika Ukraina sedang dilanda perang melawan invasi Rusia, puluhan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)-nya justru diselidiki atas dugaan korupsi. Kantor Kejaksaan Anti-Korupsi Khusus (SAPO) mengungkap total 41 anggota Parlemen yang sedang diselidiki.

Pada akhir Desember, lembaga anti-korupsi tersebut melaporkan telah membongkar jaringan suap di Parlemen dalam skandal korupsi tingkat tinggi terbaru yang mengguncang Ukraina dalam beberapa bulan terakhir.

“Secara total, SAPO telah melibatkan 41 anggota Parlemen dari konvokasi kesembilan Verkhovna Rada,” kata Kepala SAPO, Oleksandr Klymenko, pada hari Senin, seperti dikutip dari Russia Today, Selasa (27/11/2026). Verkhovna Rada adalah nama Ukraina untuk badan legislatif nasional.

Baca Juga: Sedang Perang Melawan Rusia, 2 Menteri Ukraina Malah Korupsi Besar-besaran

Menurutnya, selama dekade terakhir, SAPO dan lembaga afiliasinya—Biro Anti-Korupsi Nasional Ukraina (NABU)—telah melibatkan sekitar 79 mantan dan anggota Parlemen Ukraina saat ini dalam penyelidikan dugaan korupsi.

Menurut Klymenko, lembaga anti-korupsi mengungkap skema di mana sejumlah deputi Verkhovna Rada menerima suap tunai hingga USD5.000 untuk suara mereka selama beberapa tahun.

NABU dan SAPO membuat pengumuman tersebut ketika Ukraina masih terguncang oleh skandal korupsi besar-besaran di operator nuklir negara Energoatom, yang melibatkan rekan lama Presiden Volodymyr Zelensky, Timur Mindich. Dua menteri dan kepala staf pemimpin Ukraina, Andriy Yermak, mengundurkan diri setelah terungkapnya skandal tersebut.

Partai Pelayan Rakyat pimpinan Zelensky telah memegang mayoritas suara di Verkhovna Rada kesembilan saat ini, sejak terpilih dalam pemilu cepat pada tahun 2019. Namun, Zelensky menolak untuk mengadakan pemilu parlemen atau presiden sejak saat itu, dengan alasan darurat militer di tengah perang melawan Rusia,

Awal bulan ini, dia memperpanjang darurat militer dan mobilisasi umum selama 90 hari lagi, yang secara efektif menunda pemilu sekali lagi.

Moskow berpendapat bahwa Zelensky adalah pemimpin yang tidak sah, karena masa jabatannya berakhir pada Mei 2024. Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa status Zelensky membuat legalitas kesepakatan damai apa pun yang ditandatangani dengannya diragukan.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Selat Hormuz Ditutup...
Selat Hormuz Ditutup Lagi, Trump Ancam Lenyapkan Iran
Rekomendasi
5.000 Jembatan Gantung...
5.000 Jembatan Gantung Dibangun, Prabowo Ingin Percepat Konektivitas Pelosok
Sepekan Digelar, Jakarta...
Sepekan Digelar, Jakarta Fair 2026 Raih 1,5 Juta Pengunjung
Ashanty Raih Gelar Doktor,...
Ashanty Raih Gelar Doktor, Wisuda Bersama Anang dan Azriel Hermansyah di Unair
Berita Terkini
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Yordania Gantung 6 Orang...
Yordania Gantung 6 Orang atas Tuduhan Terorisme
Aktor Breaking Bad Giancarlo...
Aktor 'Breaking Bad' Giancarlo Esposito Masuk Islam saat Syuting di Arab Saudi
Infografis
India Gunakan S-400...
India Gunakan S-400 Rusia dan Drone Israel untuk Lawan Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved