Badai Salju AS Mulai Makan Korban: Jet Pribadi Jatuh Terbalik, 7 Orang Tewas

Selasa, 27 Januari 2026 - 07:30 WIB
loading...
Badai Salju AS Mulai...
Sebuah jet bisnis pribadi jatuh terbalik dan terbakar setelah lepas landas dari Bandara Internasional Bangor, Maine, AS, di tengah badai salju. Tujuh orang tewas dalam kecelakaan ini. Foto/X @WABI_TV5
A A A
WASHINGTON - Administrasi Penerbangan Federal (FAA) Amerika Serikat (AS) pada hari Senin mengatakan tujuh orang tewas dan seorang awak pesawat selamat dengan luka serius setelah sebuah jet bisnis pribadi jatuh di tengah badai salju di Bandara Internasional Bangor, Maine.

Pesawat Bombardier Challenger 600 yang membawa delapan orang itu jatuh saat lepas landas Minggu malam ketika New England dan sebagian besar wilayah AS bergulat dengan badai musim dingin yang dahsyat. Bandara Internasional Bangor, sekitar 200 mil di utara Boston, ditutup setelah kecelakaan itu. Salju turun lebat saat itu, seperti di banyak bagian negara lainnya.

Baca Juga: Jet Tempur F-16 Skuadron Elite AS Jatuh dan Meledak, Penyebabnya Masih Misterius

Jet bisnis pribadi itu jatuh terbalik dan terbakar saat mencoba lepas landas, menurut otoritas federal dan rekaman pengontrol lalu lintas udara. Pesawat itu jatuh di lapangan terbang sekitar pukul 19.45 pada hari Minggu waktu setempat.

FAA dan Dewan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) sedang melakukan penyelidikan. NTSB menyatakan bahwa informasi awal menunjukkan pesawat jatuh saat lepas landas dan mengalami kebakaran setelah jatuh. Namun, NTSB menolak memberikan pernyataan lebih lanjut sampai para penyelidik tiba dalam satu atau dua hari.

NTSB mengatakan bahwa mereka tidak memiliki peran dalam penyebaran informasi tentang korban dan bahwa informasi tersebut ditangani oleh otoritas setempat. Namun, direktur bandara Jose Saavedra menolak berkomentar. "Kami menunggu arahan dan dukungan dari mitra federal," katanya dalam konferensi pers, yang dilansir AP, Selasa (27/1/2026).

Rekaman audio pengontrol lalu lintas udara mencakup seseorang yang mengatakan "Pesawat terbalik. Kita memiliki pesawat penumpang yang terbalik", sekitar 45 detik setelah pesawat diizinkan lepas landas. Petugas tanggap darurat tiba kurang dari satu menit kemudian, kata Saavedra.

Bandara Internasional Bangor menawarkan penerbangan langsung ke kota-kota seperti Orlando, Florida, Washington, D.C., dan Charlotte, North Carolina, dan terletak sekitar 200 mil (320 kilometer) di utara Boston. Bandara ini ditutup tak lama setelah kecelakaan dan akan tetap ditutup hingga setidaknya siang hari Rabu.

Kecelakaan itu terjadi saat New England dan sebagian besar negara bagian lainnya dilanda badai musim dingin yang dahsyat. Bangor mengalami hujan salju terus-menerus pada hari Minggu, meskipun pesawat masih mendarat dan lepas landas sekitar waktu kecelakaan, kata Saavedra.

"Kami memiliki kru di lokasi yang secara rutin merespons badai," katanya. "Ini normal bagi kami untuk merespons peristiwa cuaca," imbuh dia.

Sepanjang akhir pekan, badai besar itu mencakup hujan es, hujan beku, dan salju di sebagian besar wilayah timur AS, menghentikan sebagian besar lalu lintas udara dan darat serta memutus aliran listrik ke ratusan ribu rumah dan bisnis di wilayah tenggara.

Lalu lintas udara komersial juga sangat terganggu di sebagian besar wilayah AS. Sekitar 12.000 penerbangan dibatalkan pada hari Minggu dan hampir 20.000 penerbangan tertunda, menurut pelacak penerbangan flightaware.com. Bandara di Philadelphia, Washington, Baltimore, North Carolina, New York, dan New Jersey termasuk di antara yang terdampak.

Bombardier Challenger 600 adalah jet bisnis berbadan lebar yang dikonfigurasi untuk sembilan hingga 11 penumpang. Pesawat ini diluncurkan pada tahun 1980 sebagai jet pribadi pertama dengan "kabin yang luas" dan tetap menjadi pilihan sewa yang populer, menurut aircharterservice.com.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Penembakan di Fan Zone...
Penembakan di Fan Zone Piala Dunia 2026, Satu Orang Tewas dan Satu Kritis
Pesawat Pembawa Penerjun...
Pesawat Pembawa Penerjun Payung Jatuh di Prancis, 11 Orang Tewas
Pengadilan Kriminal...
Pengadilan Kriminal Internasional Bekukan Uang Eks Presiden Filipina Duterte
Rekomendasi
Cerita Leni, Anak Buruh...
Cerita Leni, Anak Buruh Tani yang Lolos Akuntansi UGM Lewat SNBP dan Kuliah Gratis
Pernikahan Membuka Pintu...
Pernikahan Membuka Pintu Rezeki, Benarkah?
Argentina Bawa 500 Kg...
Argentina Bawa 500 Kg Daging Sapi Premium, Tradisi Barbeku Jadi Senjata Messi Cs di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Bom Ransel Meledak di...
Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Jerman Diguncang Penembakan,...
Jerman Diguncang Penembakan, 6 Orang Tewas
Infografis
AS Klaim F-35 sebagai...
AS Klaim F-35 sebagai Jet Tempur Tercanggih, namun Jatuh 11 Kali
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved