Kapal Induk Nuklir Amerika USS Abraham Lincoln Sudah di Dekat Iran, Awas Perang Pecah!
Senin, 26 Januari 2026 - 08:24 WIB
loading...
A
A
A
Kelompok Tempur USS Abraham Lincoln terdiri dari beberapa kapal perusak kelas Arleigh Burke yang dilengkapi dengan rudal jelajah Tomahawk yang mampu menyerang target di pedalaman yang dalam. Sayap Udara 9 di atas kapal tersebut mencakup pesawat tempur siluman F-35C Lightning II dan F/A-18E/F Super Hornet, yang memberikan kemampuan ofensif yang substansial.
Di luar kelompok tempur kapal induk, AS telah menempatkan F-15E Strike Eagle di Yordania dan pesawat pengebom B-52 Stratofortress di Qatar, menciptakan beberapa lapisan opsi serangan. USS Abraham Lincoln melintasi Selat Malaka ke arah barat pada 20 Januari sebelum mendekati Teluk Oman dan Laut Arab pada akhir Januari.
Data intelijen yang dibagikan antara AS dan Israel menunjukkan bahwa kepemimpinan Iran menyesatkan para pejabat Amerika dengan berjanji untuk menghentikan eksekusi para demonstran sementara secara diam-diam terus melakukan pembunuhan.
Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dilaporkan telah pindah ke bunker bawah tanah yang diperkuat, namun laporan tersebut dibantah keras pemerintah. Sedangkan Korps Garda Revolusi Islam menempatkan pasukan dalam keadaan siaga tinggi.
Sementara itu, Pemerintah Iran telah meresmikan mural raksasa di alun-alun pusat Teheran pada hari Minggu yang menggambarkan kapal induk Amerika Serikat (AS) dan jet-jet tempur di dek penerbangannya hancur diserang rudal. Mural itu sebagai peringatan langsung kepada Washington untuk tidak melakukan serangan militer terhadap Iran.
Di luar kelompok tempur kapal induk, AS telah menempatkan F-15E Strike Eagle di Yordania dan pesawat pengebom B-52 Stratofortress di Qatar, menciptakan beberapa lapisan opsi serangan. USS Abraham Lincoln melintasi Selat Malaka ke arah barat pada 20 Januari sebelum mendekati Teluk Oman dan Laut Arab pada akhir Januari.
Data intelijen yang dibagikan antara AS dan Israel menunjukkan bahwa kepemimpinan Iran menyesatkan para pejabat Amerika dengan berjanji untuk menghentikan eksekusi para demonstran sementara secara diam-diam terus melakukan pembunuhan.
Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dilaporkan telah pindah ke bunker bawah tanah yang diperkuat, namun laporan tersebut dibantah keras pemerintah. Sedangkan Korps Garda Revolusi Islam menempatkan pasukan dalam keadaan siaga tinggi.
Sementara itu, Pemerintah Iran telah meresmikan mural raksasa di alun-alun pusat Teheran pada hari Minggu yang menggambarkan kapal induk Amerika Serikat (AS) dan jet-jet tempur di dek penerbangannya hancur diserang rudal. Mural itu sebagai peringatan langsung kepada Washington untuk tidak melakukan serangan militer terhadap Iran.
Lihat Juga :