Tak Mau Bernasib seperti Venezuela, Kuba Gelar Latihan Perang
Minggu, 25 Januari 2026 - 17:49 WIB
loading...
A
A
A
Dewan Pertahanan Nasional Kuba, yang dipimpin oleh Diaz-Canel, baru-baru ini bertemu “dengan tujuan untuk meningkatkan dan memperbaiki tingkat kesiapan dan kohesi” di antara kepemimpinan negara, menurut pernyataan resmi pemerintah.
Dewan tersebut bertemu untuk “menganalisis dan menyetujui rencana dan langkah-langkah untuk transisi ke Keadaan Perang,” tambah pernyataan itu, tanpa memberikan detail lebih lanjut.
Latihan militer ini merupakan bagian dari persiapan negara tersebut “di bawah konsep strategis Perang Seluruh Rakyat,” sebuah istilah yang digunakan oleh pihak berwenang untuk mobilisasi warga sipil jika terjadi konflik bersenjata.
Seblumnya, Presiden AS Donald Trump mendesak Kuba untuk “membuat kesepakatan” atau menghadapi konsekuensi yang tidak ditentukan, memperingatkan bahwa aliran minyak dan uang Venezuela ke Havana sekarang akan berhenti.
“TIDAK AKAN ADA LAGI MINYAK ATAU UANG YANG AKAN MASUK KE KUBA - NOL!” kata Trump di saluran Truth Social miliknya. “Saya sangat menyarankan mereka untuk membuat kesepakatan, SEBELUM TERLAMBAT.”
Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel menolak ancaman Trump terhadap negaranya, bersumpah untuk membela negaranya setelah Washington menangkap pemimpin sekutunya, Venezuela.
“Kuba adalah negara yang bebas, merdeka, dan berdaulat. Tidak ada yang bisa mendikte kami,” tulis Diaz-Canel di X, menambahkan bahwa pulau Karibia itu “siap membela tanah air hingga tetes darah terakhir.”
Dewan tersebut bertemu untuk “menganalisis dan menyetujui rencana dan langkah-langkah untuk transisi ke Keadaan Perang,” tambah pernyataan itu, tanpa memberikan detail lebih lanjut.
Latihan militer ini merupakan bagian dari persiapan negara tersebut “di bawah konsep strategis Perang Seluruh Rakyat,” sebuah istilah yang digunakan oleh pihak berwenang untuk mobilisasi warga sipil jika terjadi konflik bersenjata.
Seblumnya, Presiden AS Donald Trump mendesak Kuba untuk “membuat kesepakatan” atau menghadapi konsekuensi yang tidak ditentukan, memperingatkan bahwa aliran minyak dan uang Venezuela ke Havana sekarang akan berhenti.
“TIDAK AKAN ADA LAGI MINYAK ATAU UANG YANG AKAN MASUK KE KUBA - NOL!” kata Trump di saluran Truth Social miliknya. “Saya sangat menyarankan mereka untuk membuat kesepakatan, SEBELUM TERLAMBAT.”
Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel menolak ancaman Trump terhadap negaranya, bersumpah untuk membela negaranya setelah Washington menangkap pemimpin sekutunya, Venezuela.
“Kuba adalah negara yang bebas, merdeka, dan berdaulat. Tidak ada yang bisa mendikte kami,” tulis Diaz-Canel di X, menambahkan bahwa pulau Karibia itu “siap membela tanah air hingga tetes darah terakhir.”
Lihat Juga :