Pentagon Mengurangi Komitmen untuk Membela Sekutu Eropa

Sabtu, 24 Januari 2026 - 16:07 WIB
loading...
Pentagon Mengurangi...
AS Kurangi Komitmen untuk membela sekutu Eropa. Foto/X
A A A
WASHINGTON - AS akan memprioritaskan pertahanannya sendiri dan hanya menawarkan dukungan “terbatas” kepada sekutunya di Eropa. Itu menjadi kekhawatiran kalau AS hanya peduli dengan keamanan negaranya sendiri.

Dalam Strategi Pertahanan Nasional yang direvisi yang dirilis pada hari Jumat, Departemen Perang AS mengatakan anggota NATO Eropa harus memainkan peran kunci dalam melindungi diri mereka sendiri dan memberikan bantuan militer kepada Ukraina.

“Meskipun kami terlibat dan akan tetap terlibat di Eropa, kami harus – dan akan – memprioritaskan pertahanan Tanah Air AS dan mencegah Tiongkok,” bunyi dokumen tersebut, dilansir RT.

“Oleh karena itu, Departemen akan memberikan insentif dan memungkinkan sekutu NATO untuk mengambil tanggung jawab utama atas pertahanan konvensional Eropa dengan dukungan AS yang penting tetapi lebih terbatas.”

“Ini termasuk memimpin dalam mendukung pertahanan Ukraina. Seperti yang telah dikatakan Presiden Trump, perang di Ukraina harus diakhiri. Namun, seperti yang juga telah ditekankannya, ini adalah tanggung jawab Eropa terlebih dahulu dan terutama,” demikian bunyi dokumen tersebut.



Strategi yang direvisi mencatat upaya Presiden Donald Trump untuk mendorong anggota NATO meningkatkan pengeluaran pertahanan dan mengurangi ketergantungan pada Washington. Kepala blok tersebut, Mark Rutte, baru-baru ini memuji Trump karena pada akhirnya membuat NATO lebih tangguh.

“Dia telah memaksa kami di Eropa untuk meningkatkan upaya, untuk menghadapi konsekuensi bahwa kami harus lebih memperhatikan pertahanan kami sendiri,” kata Rutte kepada Fox News pada hari Rabu.

Baca Juga: Armada Perang AS Segera Tiba, Iran Pasti Siapkan Serangan Balasan

Pada saat yang sama, banyak pejabat Eropa mengkritik ancaman Trump untuk mencaplok Greenland dari Denmark, dengan kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Kaja Kallas menyebut sikapnya sebagai “pukulan besar” bagi hubungan transatlantik.

Pentagon mengatakan akan memberikan Trump "opsi yang kredibel" untuk mengamankan akses ke "wilayah kunci" di Greenland dan Terusan Panama, yang juga ingin dia aneksasi.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perjanjian Damai Iran...
Perjanjian Damai Iran Jadi Kekalahan Paling Memalukan bagi AS, Ini 3 Alasannya
Setelah 4 Bulan Berperang,...
Setelah 4 Bulan Berperang, Ini 7 Hal yang Membuat Iran Lebih Kuat
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Ini 5 Bukti Perjanjian...
Ini 5 Bukti Perjanjian Damai AS dan Iran Tunjukkan Kegagalan Tujuan Perang Israel
Perseteruan Memanas,...
Perseteruan Memanas, Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia
Akhirnya Eropa Izinkan...
Akhirnya Eropa Izinkan Fitur FSD Tesla Digunakan
Menteri Israel Serukan...
Menteri Israel Serukan Penculikan dan Penyanderaan Wanita dan Pemuda Lebanon untuk Tekan Hizbullah
Nah, Tak Ada Agenda...
Nah, Tak Ada Agenda Trump Teken Kesepakatan Damai dengan Iran Hari Ini
Rekomendasi
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
Jerman vs Curacao: Sang...
Jerman vs Curacao: Sang Debutan Jadi Ujian Perdana Die Mannschaft
Jadwal Piala Dunia 2026:...
Jadwal Piala Dunia 2026: Jerman vs Curacao, Belanda Ditantang Jepang
Berita Terkini
Perjanjian Damai Iran...
Perjanjian Damai Iran Jadi Kekalahan Paling Memalukan bagi AS, Ini 3 Alasannya
Setelah 4 Bulan Berperang,...
Setelah 4 Bulan Berperang, Ini 7 Hal yang Membuat Iran Lebih Kuat
Berlatih di Tijuana,...
Berlatih di Tijuana, Timnas Iran Dikawal 300 Pasukan Elite Meksiko
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Israel, IDF Bombardir Lebanon
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved