Eks Dewan Syura Arab Saudi Ungkap UEA Kuda Troya Zionis Israel di Dunia Arab
Sabtu, 24 Januari 2026 - 13:25 WIB
loading...
A
A
A
Di Yaman, UEA disalahkan karena menyabotase upaya yang dipimpin Saudi untuk menstabilkan negara tersebut.
Di Libya, UEA mempersenjatai separatis dan membom daerah yang dikuasai pemerintah yang diakui PBB.
Di Sudan, UEA diduga berkoordinasi dengan Israel untuk mendukung Pasukan Dukungan Cepat, yang memicu pembersihan etnis dan genosida.
Selain itu, UEA dituduh mengeksploitasi krisis ekonomi Mesir untuk memperkuat cengkeramannya pada aset-aset strategis, termasuk pelabuhan dan lembaga keuangan, dan membantu proyek Bendungan Grand Renaissance Ethiopia yang kontroversial, yang oleh banyak orang dianggap sebagai ancaman serius bagi keamanan air Mesir, sejalan dengan kepentingan Israel.
Artikel Al-Tuwaijri mengutip penelitian dari lembaga-lembaga terkemuka, termasuk Institut Transnasional Belanda, untuk menggambarkan UEA sebagai kekuatan "sub-imperialis" yang menggunakan tentara bayaran dan milisi proksi untuk memaksakan kehendaknya di seluruh wilayah.
Ia mengklaim pengaruh militer ini melayani tujuan geopolitik Israel, khususnya pengepungan dan pelemahan Mesir dan Arab Saudi.
Di Libya, UEA mempersenjatai separatis dan membom daerah yang dikuasai pemerintah yang diakui PBB.
Di Sudan, UEA diduga berkoordinasi dengan Israel untuk mendukung Pasukan Dukungan Cepat, yang memicu pembersihan etnis dan genosida.
Selain itu, UEA dituduh mengeksploitasi krisis ekonomi Mesir untuk memperkuat cengkeramannya pada aset-aset strategis, termasuk pelabuhan dan lembaga keuangan, dan membantu proyek Bendungan Grand Renaissance Ethiopia yang kontroversial, yang oleh banyak orang dianggap sebagai ancaman serius bagi keamanan air Mesir, sejalan dengan kepentingan Israel.
Artikel Al-Tuwaijri mengutip penelitian dari lembaga-lembaga terkemuka, termasuk Institut Transnasional Belanda, untuk menggambarkan UEA sebagai kekuatan "sub-imperialis" yang menggunakan tentara bayaran dan milisi proksi untuk memaksakan kehendaknya di seluruh wilayah.
Ia mengklaim pengaruh militer ini melayani tujuan geopolitik Israel, khususnya pengepungan dan pelemahan Mesir dan Arab Saudi.
Lihat Juga :