AS Pertimbangkan Blokade Total Impor Minyak ke Kuba

Sabtu, 24 Januari 2026 - 09:56 WIB
loading...
AS Pertimbangkan Blokade...
Kapal tanker minyak membawa pasokan minyak ke Kuba. Foto/anadolu
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat sedang mempertimbangkan memberlakukan blokade total terhadap impor minyak ke Kuba, menurut laporan Politico. Berita tentang kemungkinan blokade ini muncul ketika Washington dilaporkan mencari orang dalam Kuba untuk membantu menggulingkan pemerintahan Miguel Diaz-Canel.

Rencana tersebut sedang "dicari oleh beberapa kritikus pemerintah Kuba" di dalam pemerintahan Presiden Donald Trump, dan didukung Menteri Luar Negeri Marco Rubio, demikian dilaporkan Politico pada hari Jumat, mengutip sumber anonim. Trump belum membuat keputusan apakah akan melanjutkan blokade tersebut, klaim mereka.

Trump mengumumkan pekan lalu bahwa ia akan menghentikan pengiriman minyak Venezuela ke Kuba, tetapi blokade total akan menempatkan pulau itu dalam "cekikan untuk membunuh rezim," kata salah satu sumber.

Kuba telah berada di bawah embargo perdagangan AS sejak tahun 1960-an, tetapi pulau itu belum menghadapi prospek blokade angkatan laut Amerika sejak tahun 1962, ketika John F. Kennedy menempatkannya di bawah "karantina" selama 13 hari untuk mencegah transfer rudal Soviet ke militer Kuba.

Setelah menculik Presiden Venezuela Nicolas Maduro awal bulan ini, Trump memperingatkan Kuba "siap untuk jatuh" selanjutnya. Presiden AS mendesak Havana "membuat kesepakatan, sebelum terlambat," tanpa menjelaskan lebih lanjut tentang syarat-syarat kesepakatan tersebut.

"Jika saya tinggal di Havana dan saya berada di pemerintahan, saya akan khawatir," kata Rubio kepada NBC News sehari setelah penculikan Maduro.

Presiden Diaz-Canel telah menolak ancaman Trump, menyatakan, "Kuba adalah negara yang bebas, merdeka, dan berdaulat," dan "tidak ada yang mendikte apa yang kita lakukan."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Serukan Hancurkan Seluruh...
Serukan Hancurkan Seluruh Lebanon, Menteri Radikal Israel Justru Dihujat Negara Eropa
Rekomendasi
QS WUR 2027: UI Kembali...
QS WUR 2027: UI Kembali Jadi Universitas Terbaik di Indonesia, Bertahan di Top 200 Dunia
BPDP Dorong UMKM Perkebunan...
BPDP Dorong UMKM Perkebunan Naik Kelas lewat Inovasi Produk
Hasil Turki vs Paraguay...
Hasil Turki vs Paraguay 0-1: Gol 65 Detik Galarza Kubur Mimpi Ay-Yildizlilar ke 32 Besar
Berita Terkini
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved