Pemerintah Suriah dan Pasukan Kurdi SDF Sepakat Gencatan Senjata 4 Hari
Rabu, 21 Januari 2026 - 06:47 WIB
loading...
Warga Raqqa turun ke jalan untuk merayakan pembebasan kota dari YPG, yang beroperasi dengan nama SDF, di Suriah, pada 18 Januari 2026. Foto/Abdulfettah Hüseyin/Anadolu Agency
A
A
A
DAMASKUS - Pemerintah Suriah mengumumkan gencatan senjata empat hari dengan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi setelah tentara terus merebut wilayah di timur laut negara itu menyusul kemajuan pesat.
Tentara Suriah mengumumkan gencatan senjata, yang mulai berlaku pukul 20.00 (17:00 GMT) pada hari Selasa.
Mereka juga mengatakan meminta SDF memberikan nama kandidat untuk peran asisten menteri pertahanan di Damaskus, sebagai bagian dari upaya mengintegrasikan Kurdi ke dalam negara Suriah.
SDF mengkonfirmasi mereka telah menerima gencatan senjata dan mengatakan tidak akan terlibat dalam aksi militer apa pun kecuali diserang.
“Kami juga menegaskan keterbukaan kami terhadap jalur politik, solusi yang dinegosiasikan, dan dialog, dan kesiapan kami melanjutkan implementasi perjanjian 18 Januari dengan cara yang melayani de-eskalasi dan stabilitas,” kata SDF dalam pernyataan.
Namun, tak lama setelah gencatan senjata diberlakukan, SDF mengklaim kelompok-kelompok yang bersekutu dengan pemerintah melancarkan serangan, "menggunakan senjata berat", di desa Tal Baroud, di sepanjang jalan Abyad, selatan Hasakah.
Menurut juru bicara SDF, Farhad Shami, kota Zarkan telah "dihujani tembakan artileri hebat" dalam beberapa jam terakhir oleh faksi-faksi yang berafiliasi dengan Damaskus.
Ia mengatakan pasukan yang bersekutu dengan pemerintah juga telah menyerang Penjara al-Aqtan di utara Raqqa, menggunakan lima drone bunuh diri dan tembakan senjata berat.
Dalam beberapa hari terakhir, pemerintah Suriah telah dengan cepat maju dan merebut wilayah yang dikuasai oleh SDF, dalam keberhasilan terbesar dan perubahan kendali bagi Presiden Ahmed al-Sharaa setelah jatuhnya mantan pemimpin Bashar al-Assad.
Kementerian Dalam Negeri Suriah mengatakan pasukan tentara telah mulai menguasai kamp al-Hol di timur laut Suriah, tempat tinggal ribuan keluarga pejuang ISIL (ISIS) serta pengungsi jangka panjang lainnya dari konflik tersebut. SDF meninggalkan kendali atas kamp tersebut hari ini.
SDF masih menguasai kota Hasakah, dengan populasi Kurdi dan Arab, dan kota Qamishli yang mayoritas penduduknya Kurdi.
Pemerintah Suriah mengatakan pasukannya tidak akan mencoba memasuki salah satu kota tersebut selama gencatan senjata.
Di bawah tekanan militer yang kuat, SDF setuju menarik diri dari dua provinsi mayoritas Arab yang dikuasainya selama bertahun-tahun, Raqqa dan Deir Az Zor, lokasi ladang minyak utama Suriah.
Abdul Karim Omar, seorang perwakilan Kurdi di Damaskus, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa wilayah timur laut Suriah, yang sebelumnya berada di bawah kendali SDF, siap untuk proses pengintegrasian pasukan SDF ke dalam lembaga-lembaga negara Suriah.
Duta Besar Suriah untuk PBB, Ibrahim Olabi, mengatakan kepada wartawan bahwa pemerintah berharap perjanjian gencatan senjata tersebut tetap berlaku.
“Kami bekerja sama dengan mitra kami di Amerika Serikat untuk memastikan perjanjian tersebut tetap berlaku,” kata Olabi.
Utusan AS untuk Suriah, Tom Barrack, mengumumkan bahwa pemerintah Suriah kini menjadi mitra utama AS dalam memerangi ISIS, peran yang sebelumnya dipegang oleh SDF.
Baca juga: Trump Ejek Macron setelah Prancis Tolak Gabung Dewan Perdamaian Gaza
Tentara Suriah mengumumkan gencatan senjata, yang mulai berlaku pukul 20.00 (17:00 GMT) pada hari Selasa.
Mereka juga mengatakan meminta SDF memberikan nama kandidat untuk peran asisten menteri pertahanan di Damaskus, sebagai bagian dari upaya mengintegrasikan Kurdi ke dalam negara Suriah.
SDF mengkonfirmasi mereka telah menerima gencatan senjata dan mengatakan tidak akan terlibat dalam aksi militer apa pun kecuali diserang.
“Kami juga menegaskan keterbukaan kami terhadap jalur politik, solusi yang dinegosiasikan, dan dialog, dan kesiapan kami melanjutkan implementasi perjanjian 18 Januari dengan cara yang melayani de-eskalasi dan stabilitas,” kata SDF dalam pernyataan.
Namun, tak lama setelah gencatan senjata diberlakukan, SDF mengklaim kelompok-kelompok yang bersekutu dengan pemerintah melancarkan serangan, "menggunakan senjata berat", di desa Tal Baroud, di sepanjang jalan Abyad, selatan Hasakah.
Menurut juru bicara SDF, Farhad Shami, kota Zarkan telah "dihujani tembakan artileri hebat" dalam beberapa jam terakhir oleh faksi-faksi yang berafiliasi dengan Damaskus.
Ia mengatakan pasukan yang bersekutu dengan pemerintah juga telah menyerang Penjara al-Aqtan di utara Raqqa, menggunakan lima drone bunuh diri dan tembakan senjata berat.
Dalam beberapa hari terakhir, pemerintah Suriah telah dengan cepat maju dan merebut wilayah yang dikuasai oleh SDF, dalam keberhasilan terbesar dan perubahan kendali bagi Presiden Ahmed al-Sharaa setelah jatuhnya mantan pemimpin Bashar al-Assad.
Kementerian Dalam Negeri Suriah mengatakan pasukan tentara telah mulai menguasai kamp al-Hol di timur laut Suriah, tempat tinggal ribuan keluarga pejuang ISIL (ISIS) serta pengungsi jangka panjang lainnya dari konflik tersebut. SDF meninggalkan kendali atas kamp tersebut hari ini.
SDF masih menguasai kota Hasakah, dengan populasi Kurdi dan Arab, dan kota Qamishli yang mayoritas penduduknya Kurdi.
Pemerintah Suriah mengatakan pasukannya tidak akan mencoba memasuki salah satu kota tersebut selama gencatan senjata.
Di bawah tekanan militer yang kuat, SDF setuju menarik diri dari dua provinsi mayoritas Arab yang dikuasainya selama bertahun-tahun, Raqqa dan Deir Az Zor, lokasi ladang minyak utama Suriah.
Abdul Karim Omar, seorang perwakilan Kurdi di Damaskus, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa wilayah timur laut Suriah, yang sebelumnya berada di bawah kendali SDF, siap untuk proses pengintegrasian pasukan SDF ke dalam lembaga-lembaga negara Suriah.
Duta Besar Suriah untuk PBB, Ibrahim Olabi, mengatakan kepada wartawan bahwa pemerintah berharap perjanjian gencatan senjata tersebut tetap berlaku.
“Kami bekerja sama dengan mitra kami di Amerika Serikat untuk memastikan perjanjian tersebut tetap berlaku,” kata Olabi.
Utusan AS untuk Suriah, Tom Barrack, mengumumkan bahwa pemerintah Suriah kini menjadi mitra utama AS dalam memerangi ISIS, peran yang sebelumnya dipegang oleh SDF.
Baca juga: Trump Ejek Macron setelah Prancis Tolak Gabung Dewan Perdamaian Gaza
(sya)
Lihat Juga :