SDF: 1.500 Anggota ISIS Kabur dari Penjara Shaddadi Suriah

Selasa, 20 Januari 2026 - 09:08 WIB
loading...
SDF: 1.500 Anggota ISIS...
Pasukan Demokratik Suriah atau SDF sebut sekitar 1.500 anggota ISIS melarikan diri dari penjara di Shaddadi, Suriah. Foto/Muatz Hac Muhammed/Anadolu
A A A
DAMASKUS - Pasukan Demokratik Suriah (SDF), yang dipimpin Kurdi, mengumumkan sekitar 1.500 anggota kelompok Islamic State atau ISIS telah melarikan diri dari penjara di Shaddadi. Namun, pemerintah Suriah mengeklaim tahanan ISIS yang kabur dari penjara sebanyak 120 orang.

Pengumuman SDF disampaikan juru bicaranya Farhad Shami, yang diterbitkan situs web Kurdi; Rudaw.

Sekadar diketahui, SDF merupakan pasukan oposisi yang berperang melawan pasukan Suriah di era rezim Presiden Bashar al-Assad. SDF juga menjadi sekutu Amerika Serikat (AS) dalam perang melawan ISIS di wilayah utara dan timur Suriah.

Baca Juga: Berebut Ladang Minyak, Perang Saudara Kembali Membara di Suriah

Setelah rezim Assad digulingkan kelompok pemberontak pada Desember 2024, dan Suriah dipimpin Presiden Ahmed al-Sharaa, SDF tetap bermusuhan dengan pasukan pemerintah baru Suriah.

Namun, pemerintah al-Sharaa dan SDF menunjukkan sinyal untuk mengakhiri perang.

Presiden al-Sharaa menyatakan pihaknya telah mendorong kesepakatan yang diumumkan hari Minggu dengan kepala milisi pimpinan SDF, yang mencakup gencatan senjata, setelah pasukan pemerintah maju di wilayah utara dan timur negara itu.

Pemimpin SDF Mazloum Abdi mengatakan dia menyetujui kesepakatan itu untuk menghindari perang yang lebih luas dan dijadwalkan bertemu dengan al-Sharaa pada hari Senin di Damaskus.

Hal ini terjadi setelah bentrokan mematikan di kota Raqqa, Suriah, pada hari Minggu antara SDF dan kelompok milisi lokal yang setia kepada Damaskus, menyusul perebutan wilayah yang dikuasai SDF oleh tentara Suriah awal bulan ini.

Kesepakatan itu juga akan membuat pemerintahan al-Sharaa dan pasukan Kurdi terintegrasi ke dalam negara setelah berbulan-bulan negosiasi yang terhenti mengenai masalah ini.

Sementara itu, pasukan pemerintah Suriah dilaporkan terus memperketat cengkeraman mereka di sebagian besar wilayah Raqqa dan Deir al-Zor setelah wilayah-wilayah itu tiba-tiba ditinggalkan oleh pasukan Kurdi.

Terkait kaburnya para anggota ISIS dari penjara Shaddadi, militer Suriah menuduh SDF yang membebaskan para milisi berbahaya tersebut.

SDF mengatakan mereka telah kehilangan kendali atas penjara tersebut setelah serangan oleh pasukan pemerintah. Namun, pasukan Suriah membantah menyerang penjara tersebut dan mengatakan pasukannya akan berupaya mengamankan penjara dan menangkap kembali para milisi ISIS.

SDF mengatakan penjara Shaddadi menampung ribuan milisi ISIS.

Kantor media SDF menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa penjara di Shaddadi—salah satu dari tiga penjara yang dikuasainya di wilayah Hasakah—telah berulang kali diserang oleh “faksi-faksi Damaskus", dan puluhan anggota SDF tewas atau terluka saat mempertahankannya.

Pernyataan tersebut menambahkan bahwa koalisi pimpinan AS anti-ISIS belum melakukan intervensi meskipun SDF telah berulang kali mengajukan permohonan ke pangkalan koalisi terdekat. Komando Pusat (CENTCOM) militer AS tidak segera menanggapi permintaan komentar melalui email, sebagaimana dikutip Reuters, Selasa (20/1/2026).

Dalam bantahannya terhadap laporan SDF, Kementerian Pertahanan Suriah mengatakan pasukan militer telah menguasai Shaddadi dan penjaranya, sesuai dengan rencana penempatan.

Kementerian Pertahanan Suriah juga membantah laporan SDF tentang bentrokan antara pasukan pemerintah dan SDF di dekat penjara di Raqqa, yang menurut SDF menampung tahanan ISIS. "Tentara telah tiba di sekitar penjara al-Aqtan ... dan mulai mengamankan penjara dan sekitarnya meskipun ada pasukan SDF di dalamnya," kata kementerian tersebut.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mossad Pasok Milisi...
Mossad Pasok Milisi Kurdi dengan Senjata yang Disita dari Hamas dan Hizbullah
Kepala FSB Rusia: Barat...
Kepala FSB Rusia: Barat akan Kerahkan ISIS Suriah dalam Perang Melawan Iran
Wapres AS Vance Blokir...
Wapres AS Vance Blokir Rencana Mossad Libatkan Kurdi dalam Perang Iran
Seluruh Tentara AS Hengkang...
Seluruh Tentara AS Hengkang setelah 10 Tahun Bercokol di Suriah
8.000 Milisi Kurdi Siap...
8.000 Milisi Kurdi Siap Serbu Teheran, Mungkinkan Rezim Iran Tumbang?
Terbujuk Rayuan CIA,...
Terbujuk Rayuan CIA, Pemberontak Kurdi Akan Lancarkan Serangan Darat
Densus Tangkap 8 Terduga...
Densus Tangkap 8 Terduga Teroris JAD Afiliasi ISIS di Sulteng
KPK: Kasus Korupsi Muara...
KPK: Kasus Korupsi Muara Enim Sudah Terjadi sebelum Tahap Perencanaan dan Penganggaran
Dasar Laut Terangkat...
Dasar Laut Terangkat hingga 2 Meter, Gempa Dahsyat M7,8 Ubah Peta Pesisir Filipina
Rekomendasi
Austria Ungguli Yordania...
Austria Ungguli Yordania 1-0 di Babak Pertama, Gol Roket Schmid Jadi Pembeda
KIP Kuliah Jalur Seleksi...
KIP Kuliah Jalur Seleksi Mandiri PTN dan PTS 2026 Resmi Dibuka, Daftar di Link Ini
NHM Raih PROPER Biru...
NHM Raih PROPER Biru KLHK, Tegaskan Komitmen terhadap Pengelolaan Lingkungan yang Taat dan Berkelanjutan
Berita Terkini
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Kapal Tanker Ketiga...
Kapal Tanker Ketiga Pembawa Minyak Iran Keluar dari Garis Blokade AS
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon Selatan Meski Ada Kesepakatan AS-Iran
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Media Asing Soroti Aksi...
Media Asing Soroti Aksi Demo Mahasiswa terhadap Kebijakan Pemerintah Indonesia
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Infografis
Sejarah Boikot Olahraga...
Sejarah Boikot Olahraga Dunia dan Ancaman Jerman Mundur dari Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved