Prancis Melawan usai Trump Kenakan Tarif pada 8 Negara NATO yang Menentang AS Mencaplok Greenland

Minggu, 18 Januari 2026 - 06:00 WIB
loading...
Prancis Melawan usai...
Prancis melawan usai Presiden AS Donald Trump kenakan tarif 25% kepada 8 negara NATO Eropa karena menentang Amerika mencaplok Greenland. Foto/X @ EmmanuelMacron
A A A
PARIS - Prancis menjadi yang pertama dari delapan negara NATO yang melawan pengenaan tarif 25 persen oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Pungutan tarif itu dilakukan setelah delapan negara NATO Eropa menentang upaya Trump mencaplok Greenland, wilayah otonom Kerajaan Denmark.

Perlawanan Prancis disampaikan Presiden Emmanuel Macron, yang berjanji akan memberikan respons "bersatu dan terkoordinasi" terhadap tindakan Trump.

Baca Juga: Trump Kenakan Tarif 25% pada 8 Negara NATO karena Menentang AS Mencaplok Greenland

Tarif AS tersebut, yang diumumkan oleh Trump pada hari Sabtu, menargetkan Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris Raya, Belanda, dan Finlandia. Tarif itu akan mulai berlaku pada 1 Februari sebesar 10% dan naik menjadi 25% pada bulan Juni, dan tetap berlaku hingga "pembelian lengkap dan menyeluruh" wilayah Greenland tercapai.

“Prancis berkomitmen pada kedaulatan dan kemerdekaan bangsa-bangsa, di Eropa dan di tempat lain,” tulis Macron di X,Minggu (18/1/2026).

“Tidak ada intimidasi atau ancaman yang akan memengaruhi kami—baik di Ukraina, di Greenland, maupun di mana pun di dunia," lanjut Macron.

“Ancaman tarif tidak dapat diterima dan tidak memiliki tempat dalam konteks ini. Eropa akan merespons secara bersatu dan terkoordinasi jika hal itu dikonfirmasi. Kami akan memastikan bahwa kedaulatan Eropa ditegakkan,” imbuh dia.

Negara-negara NATO yang menjadi sasaran tarif Trump baru-baru ini bergabung dengan Denmark dalam mengirimkan kontingen militer kecil ke Greenland, sebuah langkah yang ditafsirkan sebagai penguatan simbolis kedaulatan pulau tersebut saat ini.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Serangan Rusia Tewaskan...
Serangan Rusia Tewaskan 9 Orang di Ukraina, Katedral Bersejarah Kyiv Terbakar
Acuhkan Trump, Israel...
Acuhkan Trump, Israel Tolak Tinggalkan Lebanon meski AS-Iran Berdamai
Rekomendasi
Di Hadapan Mahasiswa,...
Di Hadapan Mahasiswa, Dasco Telepon Nanik dan Bahlil
Indonesia Perkuat Regenerasi...
Indonesia Perkuat Regenerasi Atlet demi Kuasai Panggung MMA Asia
Di Hadapan Pimpinan...
Di Hadapan Pimpinan DPR, Mahasiswa Minta Pemerintah Tak Mainkan Isu Perut Rakyat
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
8 Negara dengan Aturan...
8 Negara dengan Aturan Berpakaian Paling Ketat, Ada yang Melarang Sandal Jepit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved