3 Negara NATO Kerahkan Tentara ke Greenland, Waswas Dicaplok AS

Kamis, 15 Januari 2026 - 08:38 WIB
loading...
A A A
Meskipun pihak berwenang Denmark tetap bungkam mengenai masalah ini, langkah yang dilaporkan tersebut disambut baik oleh partai sayap kiri Enhedslisten.

“Ini adalah sesuatu yang telah kami minta selama seminggu terakhir. Ini adalah langkah yang bijaksana. Dan saya mengerti bahwa pasukan dari negara-negara Eropa lainnya juga sedang menuju Greenland. Dan ini adalah sinyal yang tepat untuk dikirim kepada kekuatan besar mana pun yang mungkin memiliki ide buruk untuk menyerang Greenland,” kata seorang juru bicara partai tersebut kepada DR.

Trump menyuarakan aspirasi untuk mengakuisisi Greenland tak lama setelah menjabat untuk masa jabatan keduanya dan memperbarui dorongan tersebut dalam beberapa minggu terakhir. Dia mengeklaim AS harus mengambil alih Greenland sebelum Rusia atau pun China melakukannya.

Namun, klaim Trump itu dibantah oleh Moskow dan Beijing, serta ditentang oleh para pejabat di Greenland sendiri.

Pada hari Rabu, Trump lebih lanjut menguraikan alasan di balik dorongan untuk mendapatkan Greenland. Dia mengeklaim pulau itu sangat penting untuk menciptakan sistem pertahanan rudal terpadu Golden Dome yang diusulkannya. "NATO harus memimpin upaya kami untuk mendapatkannya,” katanya, dengan alasan akuisisi tersebut akan membuat blok tersebut “jauh lebih tangguh dan efektif.”

Kopenhagen hanya memberi sinyal kesiapan untuk memperdalam kerja sama dengan AS dalam kerangka NATO daripada menyerahkan Greenland, dengan menunjukkan bahwa penduduknya telah memilih pada tahun 2008 untuk mempertahankan status pemerintahan sendiri mereka di dalam Denmark.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Harga Bensin di AS Tetap...
Harga Bensin di AS Tetap Mahal meski Minyak Dunia Rontok, Trump Semprot Raksasa Energi
Kemlu Pastikan 3 WNI...
Kemlu Pastikan 3 WNI di Venezuela Aman Pascagempa Dahsyat M7,1
2 Gempa Dahsyat M7,2...
2 Gempa Dahsyat M7,2 dan 7,5 Guncang Venezuela, Banyak Bangunan Ambruk
Rekomendasi
Rekam Jejak Eks Ketua...
Rekam Jejak Eks Ketua PN Kudus yang Dipecat karena Tilep Uang Rp2 Miliar
Pengurus PPP Laporkan...
Pengurus PPP Laporkan Toni, Badri, dan Saiful Hakim ke Polda Metro Atas Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan
Jaksa KPK Limpahkan...
Jaksa KPK Limpahkan Berkas Perkara Mantan Ketua PN Depok ke Pengadilan Bandung
Berita Terkini
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved