Prajurit AS di Qatar Diminta Mengungsi, Iran Siap Hadapi Invasi Washington

Rabu, 14 Januari 2026 - 21:52 WIB
loading...
Prajurit AS di Qatar...
Iran siaga hadapi invasi AS. Foto/Tasnim
A A A
TEHERAN - Komandan angkatan udara Korps Garda Revolusi Islam mengatakan militer Iran berada pada "kesiapan pertahanan puncak" dan siap untuk "menghadapi agresi apa pun". Itu dikarenakan pasukan AS di pangkalan militer Qatar sudah diminta mengungsi. Selain itu, jalur komunikasi militer AS dan Iran juga sudah terputus.

"Cadangan rudal telah meningkat dibandingkan sebelum perang 12 hari [dengan Israel], dan semua kerusakan selama periode ini telah diperbaiki, menjaga pasukan pada kesiapan puncak," kata Sardar Mousavi seperti dikutip oleh kantor berita Fars.

Sementara itu, kontak langsung antara pejabat senior dari Amerika Serikat dan Iran telah terputus karena ketegangan meningkat atas kemungkinan serangan militer.

Jalur komunikasi antara Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan Utusan Khusus AS Steve Witkoff telah ditangguhkan, kata seorang pejabat senior yang tidak disebutkan namanya kepada kantor berita Reuters.

Baca Juga: AS Akan Serang Iran, Israel Siagakan Jet Tempur

Laporan berita ini muncul di tengah ancaman Presiden AS Donald Trump yang semakin intensif untuk campur tangan secara militer karena Iran memperketat aturan setelah dua minggu demonstrasi mematikan.

Teheran telah bersumpah akan membalas serangan terhadap pangkalan militer AS di Timur Tengah jika diserang.

Kemudian, beberapa personel telah disarankan untuk meninggalkan pangkalan udara Al Udeid milik militer AS di Qatar pada Rabu malam. Itu diungkapkan tiga diplomat yang tidak disebutkan namanya kepada kantor berita Reuters.

Laporan berita ini muncul di tengah meningkatnya peringatan dari Amerika Serikat bahwa mereka dapat melakukan intervensi militer untuk melindungi para pengunjuk rasa di Iran.

Al Udeid adalah pangkalan AS terbesar di Timur Tengah, yang menampung sekitar 10.000 tentara Amerika.

“Ini adalah perubahan sikap dan bukan evakuasi yang diperintahkan,” kata salah satu diplomat kepada Reuters, menambahkan bahwa ia tidak mengetahui alasan spesifik untuk langkah tersebut.

Kementerian Luar Negeri Qatar tidak segera menanggapi permintaan komentar.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
Analis Israel: Kesepakatan...
Analis Israel: Kesepakatan AS-Iran Adalah Kemenangan Besar bagi Teheran
14 Poin Perdamaian Iran...
14 Poin Perdamaian Iran dan AS, Ada Dana Rekonstruksi Senilai Rp5.316 Triliun yang Dibayar Negara-negara Arab
4 Respons Cepat Akibat...
4 Respons Cepat Akibat Perang Iran dan AS Berakhir, Pasar Saham Bergairah dan Harga Minyak Turun
Trump Marahi Netanyahu:...
Trump Marahi Netanyahu: 'Mengapa Harus Lakukan Serangan Sialan Itu?'
Eks PM Israel Serukan...
Eks PM Israel Serukan Netanyahu Digulingkan dengan Tongkat dan Batu
Perang Iran: Dari Bertahan...
Perang Iran: Dari Bertahan Hidup Menjadi Pengatur Kawasan?
Pentagon Buka Arsip...
Pentagon Buka Arsip UFO, Ungkap Bola Bercahaya Misterius di Langit AS
AS Sebut Iran Akan Buka...
AS Sebut Iran Akan Buka Selat Hormuz Tanpa Biaya Tol
Rekomendasi
Kena PHK Dapat Uang...
Kena PHK Dapat Uang Tunai 60% dari Gaji selama 6 Bulan, Ini Syaratnya
Nobar Piala Dunia 2026...
Nobar Piala Dunia 2026 Berlatar Laut Flores Jadi Pengalaman Langka
Hendak Demo di Patung...
Hendak Demo di Patung Kuda, Ratusan Mahasiswa Diadang Polisi di Semanggi
Berita Terkini
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
Analis Israel: Kesepakatan...
Analis Israel: Kesepakatan AS-Iran Adalah Kemenangan Besar bagi Teheran
14 Poin Perdamaian Iran...
14 Poin Perdamaian Iran dan AS, Ada Dana Rekonstruksi Senilai Rp5.316 Triliun yang Dibayar Negara-negara Arab
4 Respons Cepat Akibat...
4 Respons Cepat Akibat Perang Iran dan AS Berakhir, Pasar Saham Bergairah dan Harga Minyak Turun
Trump Marahi Netanyahu:...
Trump Marahi Netanyahu: 'Mengapa Harus Lakukan Serangan Sialan Itu?'
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved