AS Sebut Semua Opsi Terbuka Meski 7 Negara NATO Pasang Badan untuk Greenland

Kamis, 08 Januari 2026 - 12:27 WIB
loading...
AS Sebut Semua Opsi...
AS menyatakan semua opsi terbuka untuk mencaplok Greenland meski tujuh negara NATO Eropa pasang badan untuk pulau terbesar di dunia tersebut. Foto/NASA Science
A A A
WASHINGTON - Gedung Putih mendukung minat Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menganeksasi atau mencaplok Greenland dari Denmark. Menurut Gedung Putih, semua opsi terbuka meski tujuh negara NATO Eropa menentang ambisi Washington terhadap pulau terbesar di dunia itu.

"Semua opsi selalu terbuka bagi Presiden Trump saat dia mempertimbangkan apa yang terbaik bagi Amerika Serikat, tetapi saya hanya akan mengatakan bahwa opsi pertama presiden selalu diplomasi," kata Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt kepada wartawan pada hari Rabu waktu Washington.

Komentarnya muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran di antara para kritikus pemerintahan tentang kekuatan kebijakan luar negeri AS setelah operasi militer di Venezuela pada hari Sabtu pekan lalu, yang berujung pada penculikan presiden negara itu, Nicolas Maduro.

Baca Juga: Hindari Opsi Militer, AS Berencana Membeli Greenland

Trump telah berulang kali menyuarakan dukungan untuk akuisisi Greenland oleh AS, sejak masa jabatan pertamanya pada tahun 2019. Trump mengatakan Greenland sangat penting bagi prioritas AS di Arktik, dan menyatakan minatnya pada sejumlah besar mineral langka di pulau tersebut.

"Saat ini, Greenland dipenuhi kapal-kapal Rusia dan China di mana-mana," kata Trump kepada wartawan akhir pekan lalu. "Kita membutuhkan Greenland dari sudut pandang keamanan nasional, dan Denmark tidak akan mampu melakukannya."

Fokus Presiden Trump yang terus-menerus pada Greenland menjadi ujian bagi hubungan trans-Atlantik.

Dalam pernyataan bersama yang dirilis Selasa, para pemimpin tujuh negara NATO Eropa membela kedaulatan Greenland, dengan mengatakan, "Greenland milik rakyatnya."

Status Greenland saat ini merupakan wilayah otonom Denmark.

"Adalah wewenang Denmark dan Greenland, dan hanya mereka, untuk memutuskan hal-hal yang menyangkut Denmark dan Greenland," bunyi pernyataan dari para pemimpin tujuh negara NATO tersebut; Denmark, Prancis, Jerman, Italia, Polandia, Spanyol, dan Inggris.

Beberapa pemimpin Eropa, termasuk Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen, dengan tegas menolak komentar Trump, dengan mengatakan bahwa serangan terhadap Greenland oleh militer AS akan membahayakan aliansi militer NATO.

Trump membahas ketegangan NATO dalam sebuah unggahan di Truth Social pada Rabu pagi, dengan mengatakan: "AS akan selalu ada untuk NATO, bahkan jika mereka tidak akan ada untuk kami."

Leavitt mengatakan kepada wartawan bahwa pemerintahan presiden sebelumnya juga pernah mempertimbangkan untuk menguasai Greenland, tetapi ketika didesak mengapa Gedung Putih tidak mengesampingkan penggunaan kekuatan militer untuk mengambil alih pulau tersebut, dia menolak menjawab.

"Saya tahu bahwa presiden dan pemimpin masa lalu sering mengesampingkan berbagai hal. Mereka sering sangat terbuka tentang mempertimbangkan berbagai hal dan pada dasarnya menyiarkan strategi kebijakan luar negeri mereka ke seluruh dunia, bukan hanya kepada sekutu kita, tetapi yang paling parah, kepada musuh kita. Itu bukan sesuatu yang dilakukan presiden ini," katanya.

Berbicara dari Capitol Hill, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menggemakan pernyataan Leavitt, mengatakan kepada wartawan bahwa minat Trump terhadap Greenland tidak berubah sejak pemerintahan pertamanya.

Rubio mengatakan intervensi militer bukanlah pilihan bagi pemerintahan ini, tetapi dia tidak mengesampingkannya.

"Setiap presiden memiliki opsi tersebut," kata Rubio. "Saya tidak berbicara tentang Greenland. Saya hanya berbicara tentang secara global."

Di antara para pemimpin Partai Republik di Kongres, diskusi tentang intervensi militer di Greenland disambut dengan skeptisisme.

Ketua DPR Mike Johnson, dari Partai Republik, mengatakan kepada wartawan bahwa meskipun AS mungkin melihat pentingnya geopolitik dan strategis di Greenland, "Kita tidak sedang berperang dengan Greenland. Kita tidak memiliki niat—kita tidak punya alasan untuk berperang dengan Greenland."

"Ada banyak diskusi yang matang yang perlu dilakukan di sana, dan itulah yang kami harapkan akan terjadi," ujarnya.

"Jadi semua hal tentang aksi militer dan semua itu, saya tidak, saya tidak berpikir itu, saya bahkan tidak berpikir itu mungkin. Saya tidak berpikir siapa pun serius mempertimbangkan itu. Dan di Kongres, kami tentu saja tidak."

Partai Demokrat secara luas mengecam gagasan intervensi militer terhadap pulau itu dan sekitar 57.000 penduduknya itu. Pada hari Selasa, Senator Ruben Gallego dari Partai Demokrat mengatakan dia bermaksud untuk mengajukan resolusi untuk mencegah Trump "menyerang Greenland".

"Kita harus menghentikannya sebelum dia menyerang negara lain seenaknya," tulis Gallego di media sosial, seperti dikutip dari NPR, Kamis (8/1/2026).
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Israel Bom Lebanon,...
Israel Bom Lebanon, Iran Murka Bakal Kembali Tutup Selat Hormuz
Siap-Siap, Apple bakal...
Siap-Siap, Apple bakal Naikkan Harga iPhone Dkk Imbas Biaya Chip Melonjak
Rekomendasi
Mengapa Anak Yatim Begitu...
Mengapa Anak Yatim Begitu Istimewa di Mata Allah? Ini Penjelasannya
Penerbangan Umrah Dipindah...
Penerbangan Umrah Dipindah Mulai 1 Juli 2026, Terpusat di Terminal 2F Bandara Soetta
Tak Punya Izin, DPRD...
Tak Punya Izin, DPRD Kota Bogor Desak Pembangunan Hotel Prima Katulampa Dihentikan
Berita Terkini
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Mundur, Krisis Politik Berlanjut
Iran Menang Banyak!...
Iran Menang Banyak! Sanksi Dicabut dan Diizinkan Ekspor Minyak
Profil Abelardo De La...
Profil Abelardo De La Espriella, Pengacara Berjam Tangan Mewah yang Jadi Presiden Baru Kolombia
Infografis
Senjata yang Mampu Lumpuhkan...
Senjata yang Mampu Lumpuhkan Seluruh Negara NATO, Termasuk AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved