Rusia Didesak Balas Tenggelamkan Kapal-kapal AS, Bisa Picu Perang Dunia III
Kamis, 08 Januari 2026 - 07:23 WIB
loading...
A
A
A
"Terutama karena, menurut informasi yang tersedia, sebuah kapal selam Rusia dan beberapa kapal militer Rusia lainnya berada di suatu tempat di dekat kapal tersebut."
Kementerian Transportasi Rusia mengecam tindakan AS, yang dalam operasi penyitaan kapal itu didukung oleh Inggris.
"Tidak ada negara yang berhak menggunakan kekerasan terhadap kapal yang terdaftar dengan benar di yurisdiksi negara lain," katanya.
Sekadar diketahui, serangan terhadap kapal-kapal AS oleh Rusia dapat menyeret seluruh aliansi militer Barat ke Perang Dunia III, karena Pasal 5 NATO menyatakan bahwa serangan terhadap satu anggota aliansi dianggap sebagai serangan terhadap semua anggota.
Kapal Marinera telah berada di bawah pengawasan sejak bulan lalu, ketika Penjaga Pantai AS mencoba menaikinya di Karibia setelah memperoleh surat perintah atas dugaan pelanggaran sanksi AS dan klaim bahwa kapal tersebut telah mengangkut minyak Iran.
Operasi tersebut gagal ketika kapal tiba-tiba mengubah haluan, mengubah namanya, dan mengganti benderanya dari Guyana ke Rusia.
Pergerakannya menuju Eropa telah dicegah oleh pengerahan pasukan dari sekitar 10 pesawat angkut dan helikopter AS sebelum kapal itu dinaiki.
Kementerian Transportasi Rusia mengecam tindakan AS, yang dalam operasi penyitaan kapal itu didukung oleh Inggris.
"Tidak ada negara yang berhak menggunakan kekerasan terhadap kapal yang terdaftar dengan benar di yurisdiksi negara lain," katanya.
Sekadar diketahui, serangan terhadap kapal-kapal AS oleh Rusia dapat menyeret seluruh aliansi militer Barat ke Perang Dunia III, karena Pasal 5 NATO menyatakan bahwa serangan terhadap satu anggota aliansi dianggap sebagai serangan terhadap semua anggota.
Kapal Marinera telah berada di bawah pengawasan sejak bulan lalu, ketika Penjaga Pantai AS mencoba menaikinya di Karibia setelah memperoleh surat perintah atas dugaan pelanggaran sanksi AS dan klaim bahwa kapal tersebut telah mengangkut minyak Iran.
Operasi tersebut gagal ketika kapal tiba-tiba mengubah haluan, mengubah namanya, dan mengganti benderanya dari Guyana ke Rusia.
Pergerakannya menuju Eropa telah dicegah oleh pengerahan pasukan dari sekitar 10 pesawat angkut dan helikopter AS sebelum kapal itu dinaiki.
Lihat Juga :