7 Kebijakan Nicolas Maduro yang Dinilai Menyengsarakan Rakyat Venezuela

Selasa, 06 Januari 2026 - 16:52 WIB
loading...
A A A
Alih-alih menjadi mesin pertumbuhan ekonomi, PDVSA berubah menjadi alat politik. Investasi asing menurun drastis karena ketidakpastian hukum dan nasionalisasi paksa.

Akibatnya, pemasukan negara yang sangat bergantung pada minyak pun runtuh, memperparah krisis fiskal.

3. Krisis Pangan dan Obat-obatan Akibat Kontrol Harga


Kebijakan kontrol harga yang ketat menjadi salah satu kebijakan paling kontroversial di era Maduro. Dengan dalih melindungi rakyat dari spekulan, pemerintah menetapkan harga maksimum untuk berbagai kebutuhan pokok.

Namun dalam praktiknya, kebijakan ini justru mematikan insentif produksi. Produsen merugi karena biaya produksi lebih tinggi daripada harga jual yang ditetapkan pemerintah. Banyak pabrik tutup, petani berhenti menanam, dan distribusi barang terganggu.

Akibatnya, rak supermarket kosong, antrean panjang terjadi di mana-mana, dan pasar gelap tumbuh subur. Kelangkaan obat-obatan menjadi masalah serius, terutama bagi penderita penyakit kronis.

Rumah sakit kekurangan peralatan dasar, sementara tenaga medis bekerja dalam kondisi sangat terbatas.

Krisis pangan dan kesehatan ini mendorong munculnya malnutrisi, peningkatan angka kematian yang sebenarnya bisa dicegah, serta runtuhnya sistem layanan publik.

4. Penanganan Demonstrasi yang Represif


Ketika kondisi ekonomi memburuk, gelombang protes dari masyarakat menjadi tak terelakkan. Namun respons pemerintah Maduro terhadap demonstrasi sering kali bersifat represif.

Aparat keamanan dilaporkan menggunakan kekuatan berlebihan untuk membubarkan massa. Penangkapan massal, kriminalisasi aktivis, hingga dugaan penyiksaan terhadap tahanan politik menjadi sorotan berbagai organisasi hak asasi manusia internasional.

Tokoh oposisi politik banyak yang dipenjara, diasingkan, atau dilarang mencalonkan diri dalam pemilu.
Media independen dibatasi, bahkan ditutup. Ruang kebebasan sipil menyempit, membuat masyarakat sulit menyalurkan aspirasi secara damai dan demokratis.

Pendekatan represif ini tidak menyelesaikan krisis, justru memperdalam ketidakpercayaan rakyat terhadap pemerintah.

5. Pemilu yang Dipertanyakan Legitimasi dan Transparansinya


Pemilu seharusnya menjadi mekanisme demokratis untuk menyelesaikan konflik politik. Namun sejumlah pemilu di era Maduro menuai kritik keras dari komunitas internasional.

Banyak pihak menilai proses pemilu tidak berlangsung secara bebas dan adil. Tuduhan manipulasi hasil, penggunaan sumber daya negara untuk kampanye, pembatasan oposisi, serta tekanan terhadap pemilih sering mencuat.

Akibatnya, hasil pemilu tidak diakui oleh sebagian negara dan lembaga internasional. Venezuela pun terjebak dalam krisis legitimasi pemerintahan, dengan munculnya dualisme kekuasaan dan isolasi diplomatik.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
China Hadapi “Epidemi”...
China Hadapi “Epidemi” Baru, Lonjakan Kematian Usia Muda Picu Kekhawatiran Publik
Pulau Antartika Australia...
Pulau Antartika Australia Diserang Flu Burung, Ribuan Anak Anjing Laut Mati!
Rekomendasi
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Poles 1.920 SPBU Melalui Program Retail Make Over
Amankan 119 Orang saat...
Amankan 119 Orang saat Ricuh Eksekusi Hotel Sultan, Polisi Cari Aktor Intelektual
Prancis Naik Pitam!...
Prancis Naik Pitam! Siap Jegal Iran soal Tarif Tol di Selat Hormuz
Berita Terkini
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved