Dino Patti Djalal: Kita Memasuki Tatanan Dunia yang Berbahaya

Senin, 05 Januari 2026 - 19:50 WIB
loading...
Dino Patti Djalal: Kita...
Mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI Dino Patti Djalal sebut kitan memasuki tatanan dunia yang berbahaya. Foto/X/@cahimalyanjoshi
A A A
JAKARTA - Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Dino Patti Djalal, mengungkapkan invasi agresi militer Amerika Serikat (AS) ke Venezuela dan penangkapan Presiden Nicolas Maduro sebagai lonceng kematian bagi hukum internasional yang digantikan hukum rimba.

Melansir unggahan di platform X, pada Sabtu (3/1/2026), tokoh diplomasi Indonesia itu melihat dunia tengah memasuki tatanan baru yang sangat berbahaya. Itu terjadi ketika negara adidaya merasa memiliki legitimasi untuk bertindak sewenang-wenang terhadap kedaulatan negara lain.

"Negara yang kuat merasa berhak melakukan aksi 'semau gue' terhadap negara lain. Ini pertanda kita memasuki a dangerous world order," tulis Dino, dilansir SindoNews.

Apa yang dilakukan Trump tersebut juga menunjukkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) makin mandul. Dino mengkritik Dewan Keamanan PBB (DK PBB), negara-negara G7, hingga solidaritas kawasan Amerika Latin dalam merespons aksi militer AS.

Baca Juga: Khamenei Siapkan Rencana Melarikan Diri ke Rusia

Secara khusus, Dino juga mengkritik posisi Indonesia. Menurut Dino, peristiwa ini adalah ujian nyata bagi konsistensi politik luar negeri Indonesia yang berasaskan bebas aktif.

"Saya heran membaca pernyataan @Kemlu_RI Venezuela yang sangat standar dan sama sekali tidak menyebut Amerika Serikat. Sejak kapan kita sungkan/takut mengkritik kawan yg lakukan pelanggaran hukum internasional ? Kenapa Menlu @Menlu_RI Sugiono sampai sekarang tidak bersuara," kritik Dino.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI tidak mengkritik atau justru mendorong semua pihak untuk menahan diri dan mengutamakan jalan damai.

"Indonesia menyerukan kepada seluruh pihak terkait untuk mengedepankan penyelesaian secara damai melalui langkah-langkah deeskalasi dan dialog," tulis pernyataan resmi Kemlu RI.

Kemlu kembali mengingatkan bahwa hukum internasional dan prinsip-prinsip dalam Piagam PBB bukan sekadar pajangan, melainkan harus dihormati oleh semua pihak tanpa kecuali —termasuk oleh negara sekuat Amerika Serikat.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Ini Alasan Trump Puji...
Ini Alasan Trump Puji Putin dan Xi Jinping atas Kesepakatan Damai AS-Iran
Trump Marahi Netanyahu:...
Trump Marahi Netanyahu: 'Mengapa Harus Lakukan Serangan Sialan Itu?'
AS-Iran Sepakat Damai,...
AS-Iran Sepakat Damai, Harga Minyak Dunia Langsung Anjlok
Serangan Rusia Tewaskan...
Serangan Rusia Tewaskan 9 Orang di Ukraina, Katedral Bersejarah Kyiv Terbakar
Bukan Akhir dari Konflik,...
Bukan Akhir dari Konflik, MoU Perjanjian Damai AS-Iran Hanya Redakan Ketegangan
Rekomendasi
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
Yayasan Syarif Hidayatullah...
Yayasan Syarif Hidayatullah Dipakai Tanpa Izin, UIN Jakarta Siapkan Langkah Hukum
Guntur Romli Tepis Tuduhan...
Guntur Romli Tepis Tuduhan BEM Bersatu: Kegilaan Logika Cocokologi yang Dipaksakan
Berita Terkini
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved