Takut Bernasib Sama seperti Venezuela, Mengapa PM Denmark Minta Trump Tidak Mencaplok Greenland?

Selasa, 06 Januari 2026 - 11:30 WIB
loading...
Takut Bernasib Sama...
Donald Trump berambisi mencaplok Greenland. Foto/X/ Mateo @eyeonaxis
A A A
WASHINGTON - Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen meminta Donald Trump untuk "menghentikan ancaman" tentang pengambilalihan Greenland.

Mette Frederiksen mengatakan "sama sekali tidak masuk akal untuk membicarakan perlunya Amerika Serikat mengambil alih Greenland", menambahkan: "AS tidak berhak untuk mencaplok salah satu dari tiga negara di kerajaan Denmark."

Takut Bernasib Sama seperti Venezuela, Mengapa PM Denmark Minta Trump Tidak Mencaplok Greenland?

1. Trump Berambisi Mencaplok Greenland

Pernyataannya muncul setelah Katie Miller - istri dari salah satu ajudan Trump, Stephen Miller - mencuit peta Greenland dengan warna bendera Amerika di samping kata "SEGERA".

Trump telah berulang kali mengangkat kemungkinan Greenland menjadi bagian yang dicaplok AS, dengan alasan lokasi strategis dan kekayaan mineralnya, dan semakin memperkuat klaimnya setelah komentar Frederiksen.

Baca Juga: Negara NATO Ini Kesal AS Ingin Caplok Greenland: Berhenti Mengancam Sekutu Anda!

2. Denmark Adalah Anggota NATO

Melansir BBC, dalam pernyataannya, yang diposting di situs web pemerintah Denmark, Frederiksen mengatakan bahwa ia berbicara kepada AS "secara langsung".

Ia mengatakan Denmark - "dan dengan demikian Greenland" - adalah anggota NATO dan dilindungi oleh jaminan keamanan aliansi tersebut. Denmark sudah memiliki perjanjian pertahanan dengan AS yang memberinya akses ke Greenland, katanya, dan Denmark telah meningkatkan investasinya dalam keamanan di wilayah Arktik.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Keliru Sebut Iran...
Trump Keliru Sebut Iran 'Republik Islam Jepang': 111 Rudalnya Serang Kapal Induk AS
AS Gempur 90 Target...
AS Gempur 90 Target di Iran, Teheran Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Uni Eropa Perketat Impor...
Uni Eropa Perketat Impor E-Commerce, Era Paket Murah dari China Mulai Berakhir
Imbas AS Serang Iran:...
Imbas AS Serang Iran: Qatar, Bahrain, dan Kuwait Panik
Trump Sebut Iran Sampah,...
Trump Sebut Iran Sampah, Ini Respons Teheran
Ayatollah Ali Khamenei...
Ayatollah Ali Khamenei Akan Dikuburkan Hari Ini di Tengah Serangan AS terhadap Iran
Eropa Siap Masuk Arena...
Eropa Siap Masuk Arena Pertempuran Robot AI China dan AS
China Uji Coba Rudal...
China Uji Coba Rudal Nuklir dari Kapal Selam, AS hingga Australia Panik
Iran Ancam Bikin Timur...
Iran Ancam Bikin Timur Tengah Membara Lagi, Gempur Pangkalan-Pangkalan Militer AS
Rekomendasi
Layanan Super Cepat,...
Layanan Super Cepat, TASPEN Rampungkan 99,97% Klaim dan Targetkan Selesai H+1
Nurul Arifin Sebut Riset...
Nurul Arifin Sebut Riset SSI Bukti Bahlil Berhasil Terjemahkan Visi Prabowo ke Publik
Polri Usut 3 Kasus Besar...
Polri Usut 3 Kasus Besar Korupsi, Pakar: Siapa pun yang Menghalangi Harus Ditindak
Berita Terkini
Trump Keliru Sebut Iran...
Trump Keliru Sebut Iran 'Republik Islam Jepang': 111 Rudalnya Serang Kapal Induk AS
AS Gempur 90 Target...
AS Gempur 90 Target di Iran, Teheran Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Venezuela Memohon kepada...
Venezuela Memohon kepada Raja Charles: Serahkan 31 Ton Emas yang Ditahan Inggris
Uni Eropa Perketat Impor...
Uni Eropa Perketat Impor E-Commerce, Era Paket Murah dari China Mulai Berakhir
Imbas AS Serang Iran:...
Imbas AS Serang Iran: Qatar, Bahrain, dan Kuwait Panik
Trump Sebut Iran Sampah,...
Trump Sebut Iran Sampah, Ini Respons Teheran
Infografis
Uskup AS Minta LGBT...
Uskup AS Minta LGBT Diampuni, Donald Trump Marah-marah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved