Diancam Diinvasi Militer AS, Kuba Merapat ke Rusia

Minggu, 04 Januari 2026 - 18:10 WIB
loading...
A A A
"Kita bisa bersikap politis yang benar dan bersikap baik dan mengatakan, 'Oh ya, dia memang begitu.'" "Dia sangat takut pada kartel-kartel itu," kata Trump. "Mereka mengendalikan Meksiko. Saya telah bertanya kepadanya berkali-kali, apakah Anda ingin kami menyingkirkan kartel-kartel itu. 'Tidak, tidak, tidak, Tuan Presiden, tidak, tidak, tidak, tolong.' Jadi kita harus melakukan sesuatu."

Kolombia, Kuba, dan Meksiko termasuk di antara negara-negara yang mengecam operasi AS di Venezuela, dengan mengatakan bahwa serangan itu membahayakan stabilitas kawasan.

"Amerika Latin dan Karibia adalah zona perdamaian, dibangun atas dasar saling menghormati, penyelesaian sengketa secara damai, dan larangan penggunaan dan ancaman kekerasan, sehingga tindakan militer apa pun sangat membahayakan stabilitas regional," kata Kementerian Luar Negeri Meksiko, menurut terjemahan pernyataannya.

Petro mengatakan pada X bahwa negaranya "mengulangi keyakinannya bahwa perdamaian, penghormatan terhadap hukum internasional, dan perlindungan kehidupan dan martabat manusia harus diutamakan daripada segala bentuk konfrontasi bersenjata."

Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel mengatakan dalam sebuah rapat umum pada hari Sabtu bahwa serangan "terhadap rakyat yang damai dan mulia hanya dapat digambarkan sebagai tindakan pengecut, kriminal, dan khianat."
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Zelensky Ajak Putin...
Zelensky Ajak Putin Bertemu di AS: Kalau Diminta Trump Dia Sulit Menolak
Rekomendasi
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
Saingan Selat Malaka!...
Saingan Selat Malaka! Thailand Nekat Hidupkan Megaproyek Rp535 Triliun
Grab For Business Luncurkan...
Grab For Business Luncurkan Corporate Dine Out, Jamuan Makan Kantor Bebas Reimburse
Berita Terkini
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved