20 Persen Rakyat Venezuela Masih Dukung Maduro, AS Sulit Kelola Venezuela

Minggu, 04 Januari 2026 - 14:28 WIB
loading...
20 Persen Rakyat Venezuela...
AS diyakini sulit mengelola Venezuela karena 20 persen rakyat negara tersebut masih mendukung Nicolas Maduro. Foto/X/ABCMaduro
A A A
CARACAS - Rencana Amerika Serikat untuk "mengelola" Venezuela , seperti yang diutarakan oleh Presiden Donald Trump, akan menjadi tugas yang rumit mengingat situasi politik lokal dan potensi risiko keamanan. Itu diungkapkan Charles Shapiro, mantan duta besar AS untuk negara Amerika Selatan itu kepada CNN pada hari Sabtu.

Charles Shapiro mengatakan sulit untuk mengatakan apakah warga Venezuela yang memilih oposisi pada tahun 2024 adalah pendukung oposisi sejati atau pemilih yang tidak senang dengan perekonomian negara yang runtuh. Ia juga memperkirakan bahwa setidaknya “20%, mungkin lebih dari populasi” masih menjadi pendukung Presiden Nicolás Maduro.

“Bagaimana Anda memenangkan hati orang-orang itu dan membalikkan keadaan akan sangat, sangat sulit,” kata Shapiro, yang sekarang menjabat sebagai Presiden Dewan Urusan Dunia Atlanta.

Protes meletus di seluruh Venezuela pada tahun 2024 setelah badan pemilihan negara itu, yang dipenuhi oleh sekutu rezim, mengumumkan Maduro sebagai pemenang dengan 51% suara. Meskipun Maduro telah menjanjikan pemilihan yang bebas dan adil, proses tersebut diwarnai dengan tuduhan kecurangan.

Baca Juga: Tak Mau Pasang Badan! Mengapa Rusia dan China Minta AS Bebaskan Maduro?
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Gempur 90 Target...
AS Gempur 90 Target di Iran, Teheran Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Venezuela Memohon kepada...
Venezuela Memohon kepada Raja Charles: Serahkan 31 Ton Emas yang Ditahan Inggris
Uni Eropa Perketat Impor...
Uni Eropa Perketat Impor E-Commerce, Era Paket Murah dari China Mulai Berakhir
Imbas AS Serang Iran:...
Imbas AS Serang Iran: Qatar, Bahrain, dan Kuwait Panik
Trump Sebut Iran Sampah,...
Trump Sebut Iran Sampah, Ini Respons Teheran
Ayatollah Ali Khamenei...
Ayatollah Ali Khamenei Akan Dikuburkan Hari Ini di Tengah Serangan AS terhadap Iran
Eropa Siap Masuk Arena...
Eropa Siap Masuk Arena Pertempuran Robot AI China dan AS
AS Rayakan Kemerdekaan...
AS Rayakan Kemerdekaan ke-250, Trump Gelar Parade dan Kembang Api Besar-Besaran
Selat Hormuz Tegang...
Selat Hormuz Tegang Lagi! AS Cabut Izin Ekspor Minyak Iran
Rekomendasi
Latih Desa Binaan Hadapi...
Latih Desa Binaan Hadapi Bencana, Astra Gandeng BNPB Gelar Pelatihan Tanggap Darurat
Kesepakatan Damai Batal!...
Kesepakatan Damai Batal! AS Gempur Balik Iran, Harga Minyak Ngamuk Lagi
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Turun ke 5.865, Mayoritas Saham Berada di Zona Merah
Berita Terkini
AS Gempur 90 Target...
AS Gempur 90 Target di Iran, Teheran Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Venezuela Memohon kepada...
Venezuela Memohon kepada Raja Charles: Serahkan 31 Ton Emas yang Ditahan Inggris
Uni Eropa Perketat Impor...
Uni Eropa Perketat Impor E-Commerce, Era Paket Murah dari China Mulai Berakhir
Imbas AS Serang Iran:...
Imbas AS Serang Iran: Qatar, Bahrain, dan Kuwait Panik
Trump Sebut Iran Sampah,...
Trump Sebut Iran Sampah, Ini Respons Teheran
Ayatollah Ali Khamenei...
Ayatollah Ali Khamenei Akan Dikuburkan Hari Ini di Tengah Serangan AS terhadap Iran
Infografis
Pentagon: China Bisa...
Pentagon: China Bisa Hancurkan Semua Kapal Induk AS dalam 20 Menit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved