Mossad kepada Demonstran Iran: Turunlah ke Jalan, Kami Bersama Kalian!
Kamis, 01 Januari 2026 - 08:24 WIB
loading...
Badan intelijen Israel, Mossad, mendukung demo besar di Iran. Foto/X @Vahid
A
A
A
TEL AVIV - Badan intelijen Israel, Mossad, mengeluarkan seruan langsung yang mendesak para demonstran Iran untuk melanjutkan protes. Badan mata-mata itu mengeklaim bahwa mereka mendukung para demonstran di lapangan saat protes menyebar di ibu kota Teheran dan kota-kota Iran lainnya.
“Turunlah ke jalan bersama-sama. Waktunya telah tiba. Kami bersama kalian,” tulis Mossad dalam sebuah unggahan di akun X berbahasa Persia.
“Bukan hanya dari kejauhan atau melalui kata-kata. Kami juga bersama Anda di lapangan," lanjut Mossad, sebagaimana dikutip dari AFP, Kamis (1/1/2026).
Baca Juga: Protes Meluas ke Seluruh Iran, Akankah Ayatollah Khamenei Digulingkan?
Protes dimulai pada hari Minggu, di mana para pemilik toko di Teheran berunjuk rasa menentang memburuknya ekonomi Iran. Protes telah menyebar ke kota-kota lain, dan juga melibatkan mahasiswa.
Nilai tukar rial Iran telah jatuh terhadap dolar AS dan mata uang dunia lainnya, memaksa kenaikan harga impor dan merugikan pedagang ritel.
Seruan Mossad muncul setelah pembicaraan beberapa hari lalu antara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Presiden Trump telah memperingatkan bahwa Iran akan menghadapi serangan baru jika membangun kembali program nuklir atau rudal balistiknya.
Iran dan Israel, yang merupakan musuh bebuyutan, terlibat perang melawan Iran pada Juni 2025. Awalnya, Israel melancarkan serangkaian serangan terhadap fasilitas nuklir Iran serta daerah pemukiman, dengan mengatakan bahwa mereka bertujuan untuk melumpuhkan penelitian atom dan kemampuan rudal balistik Republik Islam.
Iran menanggapi dengan serangan drone dan rudal terhadap Israel. Kemudian dalam konflik tersebut, Amerika Serikat bergabung dengan Israel dalam menargetkan situs nuklir Iran sebelum gencatan senjata diumumkan.
Iran, yang tidak mengakui Negara Israel, telah lama menuduh rezim Zionis Israel melakukan operasi sabotase terhadap fasilitas nuklirnya dan membunuh para ilmuwannya.
Iran juga mendukung kelompok-kelompok militan di sekitar kawasan Timur Tengah sebagai bagian dari apa yang disebut poros perlawanannya, termasuk Hizbullah Lebanon dan Hamas, yang keduanya telah terlibat perang besar dengan Israel dalam dua tahun terakhir.
Mantan pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh, dibunuh di Teheran pada Juli 2024 dalam serangan yang dikaitkan dengan Israel.
“Turunlah ke jalan bersama-sama. Waktunya telah tiba. Kami bersama kalian,” tulis Mossad dalam sebuah unggahan di akun X berbahasa Persia.
“Bukan hanya dari kejauhan atau melalui kata-kata. Kami juga bersama Anda di lapangan," lanjut Mossad, sebagaimana dikutip dari AFP, Kamis (1/1/2026).
Baca Juga: Protes Meluas ke Seluruh Iran, Akankah Ayatollah Khamenei Digulingkan?
Protes dimulai pada hari Minggu, di mana para pemilik toko di Teheran berunjuk rasa menentang memburuknya ekonomi Iran. Protes telah menyebar ke kota-kota lain, dan juga melibatkan mahasiswa.
Nilai tukar rial Iran telah jatuh terhadap dolar AS dan mata uang dunia lainnya, memaksa kenaikan harga impor dan merugikan pedagang ritel.
Seruan Mossad muncul setelah pembicaraan beberapa hari lalu antara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Presiden Trump telah memperingatkan bahwa Iran akan menghadapi serangan baru jika membangun kembali program nuklir atau rudal balistiknya.
Iran dan Israel, yang merupakan musuh bebuyutan, terlibat perang melawan Iran pada Juni 2025. Awalnya, Israel melancarkan serangkaian serangan terhadap fasilitas nuklir Iran serta daerah pemukiman, dengan mengatakan bahwa mereka bertujuan untuk melumpuhkan penelitian atom dan kemampuan rudal balistik Republik Islam.
Iran menanggapi dengan serangan drone dan rudal terhadap Israel. Kemudian dalam konflik tersebut, Amerika Serikat bergabung dengan Israel dalam menargetkan situs nuklir Iran sebelum gencatan senjata diumumkan.
Iran, yang tidak mengakui Negara Israel, telah lama menuduh rezim Zionis Israel melakukan operasi sabotase terhadap fasilitas nuklirnya dan membunuh para ilmuwannya.
Iran juga mendukung kelompok-kelompok militan di sekitar kawasan Timur Tengah sebagai bagian dari apa yang disebut poros perlawanannya, termasuk Hizbullah Lebanon dan Hamas, yang keduanya telah terlibat perang besar dengan Israel dalam dua tahun terakhir.
Mantan pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh, dibunuh di Teheran pada Juli 2024 dalam serangan yang dikaitkan dengan Israel.
(mas)
Lihat Juga :